HSI – Al-Qowāidul Arba 01 – Pengantar

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول لله و على آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang pertama dari Silsilah Ilmiyyah Al-Qowāidul Arba.

Kita akan bersama² mempelajari tentang sebuah kitab yang ringkas tetapi telah memberikan manfaat yang banyak kepada kaum muslimin yang dikarang oleh seorang Ulama yang lahir th 1115 H & wafat pada tahun 1206 H.

Beliau adalah Al Imam Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab at Tamimi dan Kitab yang akan kita pelajari adalah Al-Qowāidul Arba’ yang artinya Qoidah² yang empat / empat Qoidah.

Kitab ini adalah kitab yang ringkas, telah banyak diantara Ulama & penuntut Ilmu yang telah mengambil pelajaran & mengambil manfaat dari kitab yang mulia ini.

Syaikh Muhammad at Tamimi seorang ulama jazirah Arab telah menuntut Ilmu sejak kecil, beliau mengambil Ilmu dari bapak beliau sendiri demikian pula dengan Ulama² besar di zamannya, diantaranya adalah Syaikh Muhammad Hayyah as Sindi dan juga yang lain dan telah melakukan perjalanan dalam rangka menuntut ilmu Agama pergi ke daerah² yang ada di hijaj ini (Kota Madinah, Mekkah) & mengambil ilmu dari banyak ulama, demikian pula pergi ke Bashrah dan hampir-hampir pergi ke Syam akan tetapi karena suatu halangan beliau tidak bisa kesana.

Di zaman beliau banyak kerusakan² didalam Agama, daerah beliau sendiri dan juga daerah² tetangga tersebar yg dinamakan dengan kesyirikan , penyembahan terhadap selain Allāh Ajja wa jālla diantaranya :

① Ada diantara mereka yang mengagung²kan kuburan Shahabat radiallahu anhum

② ada diantara mereka yang mengagung²kan pohon yang besar, meminta kepadanya, meminta manfaat dari pohon tersebut.

Oleh karena itu beliau rahimahullah selama hidupnya menghabiskan waktunya untuk berdakwah dan mengajak orang-orang yang berada disekitar beliau, baik orang yang awam, anak kecil orang yang sudah besar bahkan petinggi kerajaan tidak lepas dari dakwah beliau.

Diantara usaha beliau adalah mengarang beberapa karangan / beberapa kitab, diantaranya adalah kitab yang akan kita pelajari, beliau rahimahullah memiliki banyak karangan yang sangat bermanfaat diantaranya adalah Kitabut Tauhid, Nafsu Subhāt, Al Usul Salasah, Fadhul Islam, Ushulu Iman dan juga Kitab-kitab yang lain & kaum muslimin telah banyak mengambil dari beliau.

Beliau meninggal dunia pada tahun 1206 h, semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla menerima amal Ibadah beliau, ketaatan beliau & memberikan manfaat kepada kaum muslimin dari apa yang sudah beliau sampaikan.

Kitab ini yaitu Al-Qowāidul Arba’ berisi tentang empat Qoidah, supaya seseorang bisa memahami ” Apa itu Tauhid?”.
Mungkin ada diantara kita atau banyak diantara kita sudah mendengar dan pernah mendengar apa itu Tauhid dan apa itu As Syirik, didalam kitab ini beliau berusaha untuk memberikan pemahaman kepada kita tentang Tauhid dan juga Syirik dengan kalimat² yang ringkas dan beliau meringkasnya menjadi empat Qoidah.

Allāhu Taala alam, Itulah yang bisa kita sampaikan.

Wabillahi taufiq wal hidayah
Wassalaamu’alaykum warahmatullaah wabarakaatuh

Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

Iklan

HSI 5 | Halaqoh 80 – manfaat beriman kepada hari akhir

MANFA’AT BERIMAN KEPADA HARI AKHIR

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-80 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang manfa’at mempelajari iman kepada hari akhir.

Beriman kepada hari akhir memiliki manfaat yang banyak dan pengaruh yang baik bagi seorang muslim, di antaranya:

1. Mengingatkan seorang muslim bahwa dunia hanyalah sebentar dan bahwasanya hari kiamat dan hisab mereka sudah dekat.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ

“Telah dekat bagi manusia hisab mereka, sedang mereka dalam kelalaian berpaling.”

(QS Al Anbiya: 1)

2. Mengingatkan seorang muslim supaya tidak tertipu dengan kenikmatan dunia dan kenikmatan yang Allāh berikan kepada orang-orang kafir di dunia.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَاد مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادِ

“Janganlah sekali-kali kamu tertipu dengan kegiatan orang-orang kafir negeri-negeri. Kesenangan yang sedikit, kemudian kembali mereka adalah Jahannam. Dan Jahannam adalah sejelek-jelek alas.”

(QS Ali Imrān: 196-197)

3. Mengingatkan seorang muslim bahwa kesuksesan yang sebenarnya adalah kesuksesan di akhirat.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Barangsiapa yang dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Dan tidaklah kehidupan dunia, kecuali kesenangan yang menipu.”

(QS Ali Imrān: 185)

4. Mengingatkan seorang muslim bahwa kehinaan dan kerugian yang sebenarnya adalah apabila seseorang masuk ke dalam neraka.

Allāh berfirman menceritakan ucapan orang-orang yang beriman:

رَبَّنَا إِنَّكَ مَنْ تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ ۖ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ

“Wahai Rābb kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh Engkau telah menghinakannya dan tidak ada penolong bagi orang-orang yang zhalim.”

(QS Ali Imrān: 192)

5. Menguatkan kesabaran seorang muslim di dalam menghadapi musibah-musibah dunia yang menimpanya. Dia menyadari bahwasanya dirinya dan apa yang ia miliki adalah milik Allāh dan akan kembali kepada Allāh.

6. Beriman kepada hari akhir mendidik seorang muslim supaya senantiasa ikhlas dalam beramal karena dia menyadari bahwasanya amalan yang ikhlaslah yang akan bermanfaat di hari kiamat.

7. Mengingatkan seorang muslim tentang pentingnya bersegera dalam bertaubat dan beristighfar dari dosa. Karena dosa adalah sebab semua bencana di akhirat.

8. Beriman kepada hari akhir mengingatkan seorang muslim untuk senantiasa bersabar di atas ketaatan kepada Allāh dan bersabar dalam menjauhi kemaksiatan. Dan semua itu jauh lebih ringan dari pada adzab di akhirat.

9. Mengingatkan seorang muslim akan besarnya nikmat Islam dan Iman yang Allāh berikan kepadanya. Karena dengan sebab itulah Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan memberikan kebahagiaan kepadanya di dunia dan di akhirat.

10. Mengingatkan seorang muslim akan bahayanya kekafiran, kesyirikan dan kemunafikan. Di mana ketiganya adalah penyebab kekekalan di dalam neraka.

11. Beriman kepada hari akhir akan mendorong seorang muslim untuk semangat berdakwah di jalan Allāh, mengajak saudara se-Islam untuk berpegang teguh dengan agamanya dan mengajak orang kafir untuk masuk Islam supaya terhindar dari adzab yang kekal.

12. Beriman kepada hari akhir mengingatkan kita tentang pentingnya berdoa kepada Allāh meminta kebahagiaan akhirat.

Diantara do’a di dalam Al Qur’an adalah:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Wahai Rābb kami, berilah kepada kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat. Dan jagalah kami dari adzab neraka.”

(QS Al Baqārāh: 201)

 

Rāsulullāh shālallāhu ‘alayhi wasallam pernah berdo’a:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ النَّارِ وَمَا قَرَّبَ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ أَوْ عَمَلٍ

“Ya Allāh, aku meminta kepada Mu surga dan apa yang mendekatkan kepada surga baik ucapan ataupun perbuatan. Dan aku berlindung kepada Mu dari neraka dan apa yang mendekatkan kepada neraka baik ucapan ataupun perbuatan.”

(Hadist shāhih riwayat Ibnu Majah)

Akhirnya kita berdo’a kepada Allāh, “Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla menetapkan hati kita di atas agamanya, mengumpulkan kita semua di dalam surga dan menjaga kita semua dari api neraka.”

Dan sampai bertemu kembali pada silsilah yang lain.

وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين
والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al Madīnah

HSI 5 | Halaqoh 79 – percakapan penghuni surga dan neraka

PERCAKAPAN PENGHUNI SURGA DAN PENGHUNI NERAKA

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-79 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Percakapan Penghuni Surga Dan Penghuni Neraka”.

Akan terjadi percakapan antara penghuni surga, penghuni neraka dan Ashabul A’raf. Mereka adalah orang-orang yang berada di sebuah tempat yang tinggi antara surga dan neraka yang dinamakan dengan Al A’raf. Mereka adalah orang-orang yang timbangan kebaikan dan kejelekannya sama.

Allāh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya :

“Dan para penghuni surga memanggil para penghuni neraka dengan mengatakan:

“Sesungguhnya kami telah memperoleh apa yang Rābb kami janjikan kepada kami dengan haq. Apakah kalian telah memperoleh apa yang Rābb kalian janjikan kepada kalian dengan Haq ?”

Maka para penghuni neraka menjawab: “Betul.”

Kemudian seorang penyeru menyeru diantara kedua golongan itu seraya mengatakan:

“Laknat Allāh atas orang-orang yang zhālim, yaitu orang-orang yang menghalang-halangi manusia dari jalan Allāh dan menginginkan agar jalan tersebut menjadi bengkok. Dan mereka mengingkari kehidupan akhirat.”

Dan diantara keduanya yaitu antara penghuni surga dan penghuni neraka ada batas dan di atas Al A’rāf ada orang-orang yang mereka mengenal masing-masing dari dua golongan tersebut dengan tanda-tanda mereka.

Maksudnya mengenal penghuni surga dan penghuni neraka dengan tanda-tanda mereka. Dan para Ashabul A’rāf menyeru penghuni surga, seraya mengatakan:

“Salamun ‘Alaikum (Keselamatan atas kalian).”

Mereka belum memasuki surga sedang mereka ingin segera memasukinya. Dan apabila pandangan mereka dipalingkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata:

“Ya Rābb kami, janganlah Engkau jadikan kami bersama-sama dengan orang-orang yang zhalim.”

Kemudian Ashabul A’rāf memanggil beberapa pemuka orang kafir yang mereka kenal dengan tanda-tanda mereka, seraya mengatakan:

“Harta yang kalian kumpulkan dan apa yang kalian sombongkan, tidaklah bermanfa’at bagi kalian. Apakah mereka ini (yaitu para penghuni surga) adalah orang-orang yang kalian telah bersumpah bahwasanya mereka tidak akan mendapat rahmat Allāh?.”

Maka dikatakan kepada Ashabul A’Rāf: “Masuklah kalian ke dalam surga, tidak ada ketakutan atas kalian dan tidak (pula) kalian akan bersedih.”

Kemudian penghuni neraka menyeru penghuni surga: “Limpahkanlah kepada kami air atau makanan yang telah Allāh berikan kepada kalian.”

Para penghuni surga menjawab:

“Sesungguhnya Allāh telah mengharamkan keduanya atas orang-orang kafir, (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai permainan dan senda gurau. Dan kehidupan dunia telah menipu mereka. Maka pada hari ini, kami melupakan mereka sebagaimana mereka dahulu telah melupakan pertemuan mereka dengan hari ini. Dan dahulu mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.”

(QS Al-A’Raf ayat 44-51)

Dan akan didatangkan Al Maut (kematian).

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Akan didatangkan kematian atau Al Maut dalam bentuk domba jantan yang amlah, maksudnya yang berwarna putih dan hitam. Dan warna putihnya lebih banyak.”

Maka menyerulah penyeru: “Wahai penghuni surga! Para penghuni surga pun menjulurkan leher-leher mereka dan melihat.”

Kemudian penyeru itu berkata: “Apakah kalian mengenal ini?”

Mereka berkata: “Ya, ini adalah kematian.”

Dan mereka semuanya sebelumnya telah melihat kematian. Kemudian penyeru berkata: “Wahai penghuni neraka!”

Maka para penghuni neraka menjulurkan leher-leher mereka dan melihat, kemudian penyeru berkata: “Apakah kalian mengenal ini?”

Mereka menjawab: “Ya, ini adalah kematian.”

Dan mereka semua sebelumnya sudah melihat kematian tersebut. Maka disembelihlah kematian. Berkatalah penyeru tersebut:

“Wahai penghuni surga, kekekalan dan tidak ada kematian, dan wahai penghuni neraka, kekekalan dan tidak ada kematian.”

(Hadist Riwayat Bukhāri dan Muslim)

Para penghuni surga akan bergembira karena mereka akan kekal di dalam kenikmatan dan tidak akan meninggal dunia. Adapun para penghuni neraka, maka mereka akan bersedih karena mereka akan kekal di dalam adzab dan tidak akan meninggal dunia.

Ketika penghuni surga telah masuk ke dalam surga dan penghuni neraka telah masuk ke dalam neraka maka syāitan yang telah menyesatkan para penghuni neraka akan berlepas diri dari mereka.

Allāh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya :

“Dan berkatalah syāitan tatkala perkara telah diselesaikan:

“Sesungguhnya Allāh telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan aku telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali aku tidak memiliki kekuasaan atas kalian, melainkan sekedar aku mengajak kalian, lalu kalian mematuhi seruanku, oleh sebab itu janganlah kalian mencerca aku akan tetapi cercalah diri kalian sendiri.

Aku sekali-kali tidak dapat menolong kalian dan kalian pun sekali-kali tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku mengingkari perbuatan kalian, ketika sebelumnya kalian mempersekutukan aku dengan Allāh. Sesungguhnya orang-orang yang zalim itu mendapat siksaan yang pedih.”

(QS Ibrāhim 22)

Demikianlah akhir yang buruk bagi syāitan dan para pengikut mereka, mereka akan kekal di dalam neraka selama-lamanya. Dan demikianlah akhir yang baik bagi orang-orang yang bertakwa, mereka akan kekal selama-lamanya di dalam surga.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al Madīnah

HSI 5 | Halaqoh 78 – neraka dan adzabnya

AN NAAR DAN AZABNYA (BAGIAN KETIGA)

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-78 dari silsilah beriman kepada hari akhir adalah tentang An Nār (Neraka) dan Azabnya bagian yang ketiga.

Di antara makanan penduduk neraka adalah dhari’.

Allāh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

لَّيۡسَ لَهُمۡ طَعَامٌ إِلَّا مِن ضَرِيعٍ۬ (٦) لَّا يُسۡمِنُ وَلَا يُغۡنِى مِن جُوعٍ۬ (٧)

“Tidak ada makanan bagi mereka kecuali dhari’ yang tidak menggemukkan dan tidak menghilangkan lapar.”

(QS Al Ghāsiyah: 6-7)

Ada yang mengatakan dhari’ adalah nama tumbuhan berduri. Dan di antara makanan mereka adalah buah dari pohon zaqqum.

Allāh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

إِنَّ شَجَرَتَ ٱلزَّقُّومِ (٤٣) طَعَامُ ٱلۡأَثِيمِ (٤٤) كَٱلۡمُهۡلِ يَغۡلِى فِى ٱلۡبُطُونِ (٤٥) كَغَلۡىِ ٱلۡحَمِيمِ (٤٦) خُ

“Sesungguhnya pohon zaqqum adalah makanan orang yang sangat berdosa. Dia seperti cairan logam yang mendidih di dalam perut. Seperti mendidihnya air yang sangat panas.”

(QS Ad Dukhān: 43-46)

Dalam ayat yang lain Allāh mengabarkan bahwasanya zaqqum adalah:

↝ Pohon yang keluar dari dasar neraka.
↝ Mayangnya seperti kepala-kepala syaithān.
↝ Para penghuni neraka akan memakannya dan memenuhi perutnya dengan buah tersebut.

(QS As Sāfaat: 62-66)

· Allāh juga menyebutkan bahwasanya setelah penuh perut mereka dengan buah zaqqum, maka mereka akan meminum dari air yang mendidih seperti unta yang sangat kehausan → (Lihat Al Wāqi’ah: 51-55).

· Di dalam surat Al Kahfi: 29, disebutkan bahwasanya setiap kali mereka meminta air minum, maka mereka akan diberi air minum seperti cairan logam yang mendidih yang akan menghanguskan wajah-wajah mereka. Maksudnya ketika air tersebut mendekat ke mulut mereka. Dan ketika meminumnya, maka air panas tersebut akan memotong-motong usus mereka.

Allāh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَسُقُواْ مَآءً حَمِيمً۬ا فَقَطَّعَ أَمۡعَآءَهُمۡ

“Dan mereka akan diberi air minum yang sangat panas, maka air panas tersebut akan memotong-motong usus-usus mereka.”

(QS Muhammad: 15)

· Dan di antara makanan penghuni neraka adalah ghislīn, yaitu nanah penduduk neraka yang sangat busuk baunya dan sangat tidak enak rasanya.

Allāh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَلَيۡسَ لَهُ ٱلۡيَوۡمَ هَـٰهُنَا حَمِيمٌ۬ (٣٥) وَلَا طَعَامٌ إِلَّا مِنۡ غِسۡلِينٍ۬ (٣٦) لَّا يَأۡكُلُهُ ۥۤ إِلَّا ٱلۡخَـٰطِـُٔونَ (٣٧)

“Maka tidak ada baginya pada hari ini teman dekat di sini. Dan tidak ada makanan bagi mereka kecuali dari ghislīn. Tidak memakannya kecuali orang-orang yang berdosa.”

(QS Al Haqqāh: 35-37)

· Pakaian mereka dari api dan tembaga panas.

Allāh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

فَٱلَّذِينَ ڪَفَرُواْ قُطِّعَتۡ لَهُمۡ ثِيَابٌ۬ مِّن نَّارٍ۬ يُصَبُّ

“Maka orang-orang kāfir akan dipotongkan bagi mereka pakaian-pakaian dari api.”

(QS Al Hajj:19)

 

Dan Allāh berfirman:

سَرَابِيلُهُم مِّن قَطِرَانٍ۬ وَتَغۡشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ

“Pakaian mereka dari tembaga panas dan api akan menutupi wajah-wajah mereka.”

(QS Ibrāhim: 50)

· Kulit penghuni neraka yang begitu tebal akan matang. Namun setiap matang Allāh akan mengembalikan seperti semula, supaya dia merasakan adzab kembali → (Lihat An Nisā : 56).

· Isi perut mereka akan meleleh dan kulit mereka akan hancur setelah disiram dengan air panas. Dan mereka akan dipukul dengan palu-palu dari besi setiap kali mereka berusaha untuk keluar dari siksa → (Al Hajj:19-22).

· Di dalam neraka mereka akan diseret di atas wajah-wajah mereka.

Allāh berfirman:

يَوۡمَ يُسۡحَبُونَ فِى ٱلنَّارِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمۡ

“Pada hari di mana mereka akan diseret di dalam neraka di atas wajah-wajah mereka.”

(QS Al Qāmar: 48)

· Wajah mereka akan menjadi hitam → (Ali Imrān: 106).

· Leher mereka akan dibelenggu dan kaki mereka akan dirantai kemudian diseret di dalam air yang mendidih dan dibakar dengan api → (Lihat Surat Ghāfir: 71-72).

Demikianlah pedihnya adzab bagi penghuni neraka. Mereka berteriak meminta kepada Allāh supaya dikeluarkan dari neraka dan beramal shālih .

Allāh Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَهُمۡ يَصۡطَرِخُونَ فِيہَا رَبَّنَآ أَخۡرِجۡنَا نَعۡمَلۡ صَـٰلِحًا غَيۡرَ ٱلَّذِى ڪُنَّا نَعۡمَلُۚ

“Dan mereka berteriak dari dalam neraka:

‘Wahai Rābb kami, keluarkanlah kami maka kami akan beramal shālih, amalan yang lain dari apa yang sudah kami amalkan’.”

(QS Fāthir: 37)

Namun permintaan mereka tidak berarti. Mereka juga meminta kepada para penjaga neraka supaya mereka berdo’a kepada Allāh agar meringankan adzab kepada mereka, meskipun hanya satu hari, supaya mereka bisa istirahat → (Ghāfir: 49).

Namun permintaan mereka tidak membawa hasil. Mereka juga berkata kepada Malaikat Malik, malaikat penjaga neraka, supaya Allāh mematikan mereka saja.

Allāh berfirman:

وَنَادَوۡاْ يَـٰمَـٰلِكُ لِيَقۡضِ عَلَيۡنَا رَبُّكَ‌ۖ قَالَ إِنَّكُم مَّـٰكِثُونَ

“Dan mereka memanggil, ‘Wahai Malik, hendaklah Rābb-mu mematikan kami’.”

Malik berkata, ‘Sesungguhnya kalian akan terus tinggal di neraka’.”

(QS Az Zukhruf: 77)

Mereka tidak akan keluar dari neraka, tidak akan diringankan adzabnya dan tidak akan dimatikan. Balasan bagi orang-orang yang kāfir kepada Allāh Rābbul ‘Alamiin.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al Madīnah

HSI 5 | Halaqoh 77 – neraka dan adzabnya

AN-NĀR (NERAKA) DAN ADZABNYA (BAGIAN KEDUA)

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-77 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “An-Nār (Neraka) dan Adzabnya (Bagian Kedua)”

Neraka akan dinyalakan dihari kiamat dan apabila sudah meyala dia tidak akan padam.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَإِذَا ٱلۡجَحِيمُ سُعِّرَتۡ

“Dan apabila neraka dinyalakan.”

(QS At-Takwir: 12)

 

Dan Allāh berfirman:

ڪُلَّمَا خَبَتۡ زِدۡنَـٰهُمۡ سَعِيرً۬ا

“Setiap kali neraka akan padam, maka Kami akan menambah nyala apinya.”

(QS Al-Isrā’: 97)

Neraka bisa melihat, mendengar dan berbicara.

Rāsūlullāh shāllallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Akan keluar potongan dari neraka yang berbentuk leher pada hari kiamat. Dia memiliki dua mata yang melihat, dua telinga yang mendengar dan lisan yang berbicara.

Dia berkata:

Aku diberi tugas untuk mengadzab tiga golongan. Setiap orang yang sombong dan keras kepala (maksudnya dalam menentang kebenaran). Orang yang berdoa kepada selain Allāh bersama Allāh. Dan orang-orang yang menggambar (yaitu menggambar mahluk hidup yang bernyawa).”

(Hadits shahih riwayat Tirmidzi).

Pintu-pintu neraka ada tujuh.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

لَهَا سَبۡعَةُ أَبۡوَٲبٍ۬ لِّكُلِّ بَابٍ۬ مِّنۡہُمۡ جُزۡءٌ۬ مَّقۡسُومٌ

“Neraka memiliki tujuh pintu. Setiap pintu ada bagiannya.”

(QS Al-Hijr: 44)

Maksudnya, akan dimasuki penghuni neraka sesuai dengan amalannya. Pintu-pintu tersebut akan dibuka langsung ketika penduduk neraka sampai di depan pintu neraka tanpa adanya syafaat (Lihat QS Az-Zumar: 71).

Di bulan Ramadhan, tujuh pintu ini akan ditutup (HR Bukhari dan Muslim).

Setelah masuk orang-orang kafir ke dalam neraka, maka pintu-pintu tersebut tidak akan dibuka untuk mereka.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

عَلَيۡہِمۡ نَارٌ۬ مُّؤۡصَدَةُۢ

“Bagi mereka neraka yang tertutup.”

(QS Al-Balad: 20)

Neraka memiliki tingkatan-tingkatan sesuai dengan kedahsyatan adzabnya.

Orang-orang munafik berada di tingkat paling bawah.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرۡكِ ٱلۡأَسۡفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ

“Sesungguhnya orang-orang munafik berada di tingkat paling bawah dari neraka .”

(QS An-Nisa: 145)

Dan orang yang paling ringan adzabnya adalah yang disebutkan oleh Rāsūlullāh shāllallāhu ‘alayhi wa sallam:

“Sesungguhnya penghuni neraka yang paling ringan adzabnya adalah orang yang memakai dua sandal dan dua tali sandal dari api. Akan mendidih otaknya dengan sebab keduanya. Seperti mendidihnya periuk. Dia tidak melihat ada orang yang lebih keras adzabnya dari pada dia. Padahal sesungguhnya dialah orang yang paling ringan adzabnya.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Bahan bakar neraka adalah orang-orang kafir, batu dan segala sesuatu yang disembah selain Allāh dan dia ridhā.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

فَٱتَّقُواْ ٱلنَّارَ ٱلَّتِى وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُۖ أُعِدَّتۡ لِلۡكَـٰفِرِينَ

“Maka hendaklah kalian takut dengan neraka, yang bahan bakarnya manusia dan batu, yang disediakan untuk orang-orang kafir.”

(QS Al-Baqārāh: 24)

 

Dan Allāh berfirman:

إِنَّڪُمۡ وَمَا تَعۡبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ حَصَبُ جَهَنَّمَ أَنتُمۡ لَهَا وَٲرِدُونَ

“Sesungguhnya kalian dan apa yang kalian sembah selain Allāh adalah bahan bakar jahannam. Kalian akan memasukinya.”

(QS Al-Anbiya: 98)

Api neraka adalah api yang sangat panas. Dan telah berlalu bahwasanya api di dunia adalah satu dari tujuh puluh bagian api neraka.

Tidak ada kesejukan sama sekali di dalam neraka. Benda-benda sekitar yang diharapkan memiliki kesejukan, ternyata merupakan adzab tersendiri bagi penghuninya. Angin yang sangat panas, air yang mendidih dan teduhan atau naungan dari asap yang sangat hitam.

Allāh berfirman:

وَأَصۡحَـٰبُ ٱلشِّمَالِ مَآ أَصۡحَـٰبُ ٱلشِّمَالِ (٤١) فِى سَمُومٍ۬ وَحَمِيمٍ۬ (٤٢) وَظِلٍّ۬ مِّن يَحۡمُومٍ۬ (٤٣) لَّا بَارِدٍ۬ وَلَا كَرِيمٍ (٤٤)

“Dan golongan kiri, betapa sengsaranya golongan kiri. Di dalam siksaan angin yang sangat panas, air yang mendidih dan teduhan asap yang hitam. Teduhan yang tidak dingin dan tidak menyenangkan untuk dipandang.”

(QS Al-Waqiah: 41-44)

 

Dan Allāh berfirman yang artinya:

“Pergilah kalian kepada teduhan yang memiliki tiga cabang. Yang tidak menaungi dan tidak melindungi dari api neraka. Sungguh neraka akan melemparkan percikan api sebesar istana (maksudnya tinggi dan besar). Percikan api tersebut seperti unta-unta hitam yang condong ke warna kuning.”

(QS Al-Mursalat: 30-33)

Penghuni neraka adalah orang-orang kafir yang terdiri dari orang-orang musyrik, ahlul kitab yaitu Yahudi dan Nasrani dan orang-orang munafik.

Allāh berfirman:

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَـٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَـٰلِدِينَ فِيہَآۚ

“Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahlul kitab dan orang-orang musyrik berada di dalam neraka jahannam, kekal di dalamnya.”

(QS Al-Bayyinah: 6)

 

Dan Allāh berfirman:

إِنَّ ٱللَّهَ جَامِعُ ٱلۡمُنَـٰفِقِينَ وَٱلۡكَـٰفِرِينَ فِى جَهَنَّمَ جَمِيعًا

“Sesungguhnya Allāh akan mengumpulkan orang-orang munafik dan orang-orang kafir di dalam jahannam semuanya.”

(QS An-Nisa: 140)

Di antara penghuni neraka adalah Fir’aun yang ada di zaman Nabi Musa (Lihat QS Hud: 98).

Istri Nabi Nuh dan Nabi Luth (QS At-Tahrim: 10).

Serta Abu Lahab dan istrinya (Lihat QS Al-Massad: 1-5).

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al Madīnah

HSI 5 | Halaqoh 76 – neraka dan adzabnya

AN NĀR (NERAKA) DAN ADZABNYA (BAGIAN PERTAMA)

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-76 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “An Nār (Neraka) dan Adzabnya (Bagian Pertama)”.

An Nār secara bahasa adalah api. Secara syari’at An Nār adalah negeri di akhirat yang penuh dengan adzab yang Allāh sediakan bagi orang-orang kafir.

Adzab yang sangat pedih dan menghinakan. Bagaimanapun pedih manusia, menyiksa manusia yang lain di dunia, maka adzab Allāh di neraka lebih pedih.

Allāh berfirman:

ﻓَﻴَﻮْﻣَﺌِﺬٍ لا ﻳُﻌَﺬِّﺏُ ﻋَﺬَﺍﺑَﻪُ ﺃَﺣَﺪٌ

“Maka hari itu tidak ada yang mengadzab seperti adzab Allāh”.

(QS Al Fajr: 25)

Orang yang masuk ke dalam neraka akan lupa dengan segala kenikmatan dunia.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Akan didatangkan seorang penghuni neraka yang paling banyak mendapatkan kenikmatan di dunia pada hari kiamat. Kemudian dicelupkan sekali celupan di dalam neraka, kemudian ditanya:

~ Wahai anak Adam, pernahkah engkau melihat kebaikan?

~ Apakah pernah engkau mendapatkan kenikmatan?’.

Dia menjawab: ‘Tidak, demi Allāh wahai Rabbku’”.

(Hadits riwayat Muslim)

Karena sangat pedihnya mereka ingin menebus adzab di neraka dengan orang-orang yang sangat mereka cintai di dunia dan seluruh manusia.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

ﻳَﻮَﺩُّ ﺍﻟْﻤُﺠْﺮِﻡُ ﻟَﻮْ ﻳَﻔْﺘَﺪِﻱ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏِ ﻳَﻮْﻣِﺌِﺬٍ ﺑِﺒَﻨِﻴﻪِ ( ١١ ) ﻭَﺻَﺎﺣِﺒَﺘِﻪِ ﻭَﺃَﺧِﻴﻪِ (١٢ ) ﻭَﻓَﺼِﻴﻠَﺘِﻪِ ﺍﻟَّﺘِﻲ ﺗُﺆْﻭِﻳﻪِ ( ١٣ ) ﻭَﻣَﻦْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﺟَﻤِﻴﻌًﺎ ﺛُﻢَّ ﻳُﻨْﺠِﻴﻪِ ( ١٤ )

“Orang kafir berangan-angan seandainya bisa menebus adzab saat itu dengan anak-anak laki-lakinya, istrinya dan saudara laki-lakinya dan keluarganya yang menaunginya dan semua yang ada di permukaan bumi kemudian tebusan itu bisa menyelamatkan dia.”

(QS Al Ma’ārij: 11-14)

Di dunia, seseorang rela berkorban demi keselamatan orang-orang yang dia cintai. Namun di neraka justru dia akan mengorbankan orang-orang yang dia cintai demi keselamatan dirinya.

Di antara nama-nama neraka adalah:

~ Hāwiyah yang artinya jurang yang dalam (QS Al Qāri’ah: 9)

~ Al Huthamah yang artinya yang menghancurkan apa yang ada di dalamnya (QS Al Humazah: 4)

~ Jahīm yaitu api yang menyala-nyala (QS Al Infithār: 14)

~ Saqar yang artinya yang menghanguskan (QS Al Muddatstsir: 26).

Penjaga neraka adalah 19 malaikat yang keras dan kejam, yang mereka menyiksa sesuai dengan perintah Allāh (QS At Tahrīm: 6 dan Al Muddatstsir: 30).

Penduduk neraka sangat banyak jumlahnya. Setiap 1000 orang, 1 orang akan masuk surga, 999 orang akan masuk ke dalam neraka.

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Al Imam Al Bukhari, Allāh Subhānahu wa Ta’āla berkata kepada Nabi Adam: “Keluarkanlah dari setiap 1000, 999 orang.”

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda di dalam hadits ini:

“Bergembiralah kalian, sesungguhnya dari kalian 1 orang dan dari Ya’juj Ma’juj 1000 orang.”

Orang-orang kafir yang jumlahnya sangat banyak tersebut, badannya akan dibuat besar, 1 gigi geraham akan sebesar gunung Uhud dan jarak antar 2 ujung pundak salah seorang mereka, sejauh 3 hari perjalanan bagi pengendara cepat.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Antara 2 ujung pundak orang kafir di dalam neraka, perjalanan orang yang naik kendaraan dengan cepat, selama 3 hari”.

(Hadits riwayat Bukhari dan Muslim).

Dan beliau Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam juga bersabda:

“Sesungguhnya tebal kulit orang kafir 42 hasta dan 1 gigi geraham dia seperti gunung Uhud. Dan sesungguhnya tempat duduk dia di jahannam seperti antara Mekkah dan Madinah”.

(Hadits shahih riwayat Tirmidzi)

* 42 hasta kurang lebih 19 meter
* Tinggi gunung Uhud kurang lebih 128 meter
* Jarak Mekah – Madinah kurang lebih 450 kilometer

Jumlah penghuni neraka yang sangat banyak dengan ukuran tubuh masing-masing yang sangat besar menunjukkan tentang sangat besarnya neraka.

Meskipun demikian masih ada tempat yang tersisa di dalam neraka. Dan neraka masih terus bertanya ‘Apakah masih ada tambahan?’

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

ﻳَﻮۡﻡَ ﻧَـﻘُﻮۡﻝُ ﻟِﺠَﻬَـﻨَّﻢَ ﻫَﻞِ ﺍﻣۡﺘَﻠَـﺌْﺖِ ﻭَﺗَﻘُﻮۡﻝُ ﻫَﻞۡ ﻣِﻦۡ ﻣَّﺰِﻳۡﺪٍ

“Pada hari dimana Kami berkata kepada jahannam : ‘Apakah kamu sudah penuh?’. Dan jahannam berkata: ‘Apakah masih ada tambahan?’”

(QS Qāf: 30)

 

Di dalam sebuah hadits, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

“Senantiasa jahannam berkata ‘Apakah masih ada tambahan ? sampai Rabbul ‘Izzah (yaitu Allah) meletakkan telapak kakinya di neraka kemudian barulah neraka berkata: ‘Cukup, cukup, demi keperkasaan-Mu’. Maka nerakapun saling melipat sebagian ke sebagian yang lain’.”

(Hadits riwayat Bukhari)

Diantara yang menunjukkan besarnya neraka, suatu hari para sahabat Radhiyallāhu ‘anhum sedang bersama Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam, tiba-tiba mereka mendengar suara sesuatu yang jatuh. Maka nabi bertanya: “Tahukah kalian apakah ini?”.

Mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu”.

Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda: “Ini adalah batu yang telah dilempar ke dalam neraka semenjak 70 tahun yang lalu. Maka dia jatuh melesat ke dalam neraka sehingga sekarang sampai di dasarnya.”

(Hadits riwayat Muslim)

Dan diantara yang menunjukkan besarnya neraka, bahwa 4,9 milyar malaikat akan menyeret ke neraka Jahannam pada hari kiamat. Sebagaimana telah berlalu haditsnya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al Madīnah

HSI 5 | Halaqoh 75 – surga dan kenikmatannya

AL-JANNAH DAN KENIKMATANNYA (BAGIAN KELIMA)

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-75 dari Silsilah Beriman Kepada Hari Akhir adalah tentang “Al Jannah dan Kenikmatannya bagian yang ke-5”.

Sebagian besar penduduk surga adalah orang-orang lemah.

Rāsulullāh Shāllallāhu Alaihi Wasallam bersabda:

فَكَانَ عَامَّةُ مَنْ دَخَلَهَا الْمَسَاكِينَ

“Maka sebagian besar orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin.”
(HR Bukhari dan Muslim)

Rāsulullāh Shāllallāhu Alaihi Wasallam telah mengabarkan beberapa nama penduduk surga, di antaranya Abu Bakr, ‘Umar, ‘Utsman dan ‘Ali Radhiallāhuanhum. Sebagaimana di dalam hadits yang shahih yang diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Kenikmatan paling besar bagi penduduk surga di atas segala kenikmatan surga yang mereka rasakan adalah memandang wajah Allāh yang mulia.

Rāsulullāh Shāllallāhu Alaihi Wasallam bersabda:

“Apabila penduduk surga masuk ke dalam surga maka Allāh Tabāroka wa ta’ala akan berkata:

Apakah kalian menginginkan aku tambah kenikmatan kepada kalian?

Mereka berkata:

Bukankah Engkau telah memutihkan wajah-wajah kami? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam surga? Dan menyelamatkan kami dari neraka?

Allāh pun menyingkap hijab, maka mereka tidak diberi sesuatu yang lebih mereka cintai dari pada melihat kepada Rābb mereka ‘Azza wa jalla.”
(HR Muslim)

 

Allāh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لِّلَّذِينَ أَحۡسَنُواْ ٱلۡحُسۡنَىٰ وَزِيَادَةٌ۬ۖ

“Bagi orang-orang yang berbuat baik adalah surga dan tambahan”.
(QS Yunus: 26)

“Tambahan” di dalam ayat di atas adalah memandang wajah Allāh. Sebagaimana datang tafsirnya dari para sahabat seperti Abu Bakr, Abu Musa Al-Asy’ari dan Hudzaifah Radhiallāhuanhum.

Para penduduk surga akan sangat berbahagia dan wajah mereka berseri-seri ketika melihat Allāh ‘Azza wa jalla, Dzat yang selama di dunia mereka imani dan mereka sembah, padahal mereka tidak pernah melihat-Nya.

Mereka taati perintah-Nya, mereka jauhi larangan-Nya, mereka benarkan kabar-kabar-Nya, bersabar atas ujian-Nya, mereka baca dan dengarkan firman-Nya, mereka ikuti Nabi-Nya, menyeru kepada jalan-Nya, dan merindukan pertemuan dengan-Nya. Meskipun dengan segala kekurangan yang mereka miliki.

Allāh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وُجُوهٌ۬ يَوۡمَٮِٕذٍ۬ نَّاضِرَةٌ (٢٢) إِلَىٰ رَبِّہَا نَاظِرَةٌ۬ (٢٣)

“Wajah-wajah pada hari itu berseri-seri, melihat kepada Rābb mereka.”
(QS Al-Qiyamah :22-23)

Saudaraku, jalan ke surga adalah jalan yang penuh dengan rintangan. Tidak sampai ke sana kecuali orang yang bersabar. Ada perintah yang harus dikerjakan, ada larangan yang harus dijauhi, dan ada ujian yang harus kita sabar menghadapinya.

Rāsulullāh Shāllallāhu Alaihi Wasallam bersabda:

حُفَّتِ الْجَنَّةُ بِالْمَكَارِهِ وَحُفَّتِ النَّارُ بِالشَّهَوَاتِ

“Surga dikelilingi perkara-perkara yang dibenci dan neraka dikelilingi perkara-perkara yang menyenangkan”.
(HR Muslim)

Kesenangan dunia adalah kesenangan yang sedikit. Sebentar dan banyak kekurangan. Sedangkan kesenangan akhirat adalah kesenangan yang sangat banyak, kekal selamanya dan tanpa ada kekurangan sedikitpun.

Allāh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

بَلۡ تُؤۡثِرُونَ ٱلۡحَيَوٰةَ ٱلدُّنۡيَا (١٦) وَٱلۡأَخِرَةُ خَيۡرٌ۬ وَأَبۡقَىٰٓ (١٧)

“Akan tetapi kalian mendahulukan kehidupan dunia padahal akhirat lebih baik dan lebih kekal.”
(QS Al-A’la: 16-17)

Dan Allāh Subhanahu Wa Ta’ala berfirman yang artinya:

“Ketahuilah, bahwasanya kehidupan dunia hanyalah permainan, sesuatu yang melalaikan, perhiasan, saling berbangga di antara kalian, saling memperbanyak harta dan juga anak-anak.

Seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, kemudian tanaman itu menjadi kering dan kalian melihat warnanya menjadi kuning kemudian hancur.

Dan di akhirat ada adzab yang keras dan ampunan dari Allāh serta keridhaan-Nya dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.”
(QS Al-Hadid: 20)

Untuk mendapatkan surga bukan berarti seseorang harus meninggalkan seluruh kesenangan dunia. Allāh Subhanahu Wa Ta’ala menciptakan dunia dan kenikmatannya supaya kita manfaatkan dengan baik untuk mencari ridho Allāh dan surga-Nya. Orang yang tercela adalah orang yang mencari kebahagiaan di dunia sebagai tujuan dan melupakan kebahagiaan akhirat.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al Madīnah