Diposkan pada hsi

HSI 08 – Kajian 25 – buah beriman kepada para rasul

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke Dua Puluh Lima dari Silsilah Ilmiyah Beriman Kepada para Rasul alaihimus salam adalah *Buah Dari Beriman Kepada Para Rasul Alaihiussalam*.

Diantara Buah Beriman kepada Para Rasul Alaihiussalam

① Seseorang jadi mengetahui rahmat Allāh & perhatian Allāh yang besar terhadap hamba²Nya dengan cara mengutus para Rasul kepada mereka supaya memberikan petunjuk kepada mereka & menjelaskan kepada mereka beribadah kepada Allāh & bagaimana cara beribadah kepada Allāh, karena akal manusia tidak bisa berdiri sendiri tanpa wahyu dari Allāh ajja wajalla

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

لَقَدْ مَنَّ اللَّهُ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ إِذْ بَعَثَ فِيهِمْ رَسُولًا مِنْ أَنْفُسِهِمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَإِنْ كَانُوا مِنْ قَبْلُ لَفِي ضَلَالٍ مُبِينٍ

[QS Ali ‘Imran 164]

“sungguh Allāh telah memberikan karunia kepada orang² yang beriman ketika Allāh mengutus diantara mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri yang membacakan atas mereka ayat²Nya & membersihkan mereka & mengajarkan kepada mereka Al Kitab & hikmah. Dan sungguh mereka sebelumnya berada didalam kesesatan yang nyata”.

② Bersyukur kepada Allāh atas nikmat diutus nya para Rasul Alaihiussalam.

③ Mencintai para Rasul Alaihiussalam, menghormati mereka, memuji mereka sesuai dengan kedudukan mereka karena mereka adalah para utusan Allāh, para hamba² Allāh yang beribadah kepada Allāh sekaligus menyampaikan risalah Allāh & menasihati para hamba Allāh.

Allāh berfirman:

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

[QS Al-Fath 8/9]

“Sesungguhnya kami telah mengutusmu sebagai seorang saksi memberikan kabar gembira & memberikan peringatan, supaya kalian beriman kepada Allāh & juga RasulNya & supaya menolong dia & menghormati dia”.

④ Mengetahui kekuasaan Allāh & bagaimana Allāh memilih para Nabi & Rasul.

⑤ Mengetahui bahwa beriman dengan mereka adalah sebab kebahagiaan didunia & di akhirat.

⑥ Mengetahui bahwa berpegang teguh dengan apa yang dibawa oleh para Rasul Alaihiussalam adalah sebab diangkatnya derajat seseorang di sisi Allāh & sebab diampuni dosa nya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah terakhir dari Silsilah Beriman Kepada para Rasul Alaihiussalam.

Kita berdoa kepada Allāh ajja wajalla semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjadikan kita termasuk orang² yang beriman & meninggal dunia diatas keimanan & sampai bertemu kembali pada Silsilah ilmiah berikutnya yaitu *Silsilah Beriman Dengan Takdir*.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

_*Abdullāh Roy*_

Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*

Iklan
Diposkan pada hsi

HSI 08 – Kajian 24 – cara beriman

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke Dua Puluh empat dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul alaihimus salam adalah *Cara Beriman Kepada Para Rasul Bag 22*.

Diantara cara beriman kepada para rasul alaihimus salam adalah mengetahui beberapa persamaan antara Nabi & Rasul. Mereka semua adalah manusia

Laki-laki

&

merdeka

.

Mereka adalah manusia maksudnya adalah bukan dari kalangan Jin & bukan dari kalangan Malaikat.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَمَا مَنَعَ النَّاسَ أَنْ يُؤْمِنُوا إِذْ جَاءَهُمُ الْهُدَىٰ إِلَّا أَنْ قَالُوا أَبَعَثَ اللَّهُ بَشَرًا رَسُولًا

[QS Al-Isra’ 94]

_”Dan tidaklah menghalangi manusia untuk beriman ketika datang kepada mereka petunjuk kecuali ucapan mereka, apakah Allāh mengutus seorang manusia sebagai seorang Rasul”_

Dan Allāh mengatakan:

وَوَهَبْنَا لَهُ إِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِ النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ…

[QS Al-Ankabut 27]

_”Dan Kami telah memberikan Ishak & juga Yakub kepada Ibrahim & kami jadikan kenabian & kitab didalam keturunannya… “_

Di dalam ayat ini Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengabarkan bahwasanya kenabian ada pada keturunan Ibrahim alaihi salam & keturunan Nabi Ibrahim alaihi salam adalah keturunan dari kalangan manusia bukan dari Jin & bukan dari Malaikat.

Dan mereka (yaitu para Nabi & Rasul) adalah dari kalangan laki-laki & bukan dari kalangan wanita.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ مِنْ أَهْلِ الْقُرَىٰ ۗ…

[QS Yusuf 109]

_”Dan tidaklah kami mengutus sebelummu para Rasul kecuali mereka adalah laki-laki yang Kami wahyu kan kepada mereka diantara penduduk negeri… “_

Dan mereka adalah orang-orang yang merdeka & bukan budak karena perbudakan adalah sifat yang tidak sesuai dengan kedudukan Nabi & waktu seorang budak adalah sepenuhnya bagi tuannya, maka kapan dia pergi & menghadapi lawan²nya. Adapun yang terjadi pada Nabi Yusuf alaihi salam ketika beliau menjadi budak bagi salah seorang dimesir, maka asalnya Yusuf adalah orang yang merdeka, kemudian saudara² nya yg telah menipu daya beliau

adapun sabda Rasulullãh ﷺ :

وسلم: مَا بَعَثَ اللَّهُ نَبِيًّا إِلَّا رَعَى الْغَنَمَ

“Tidaklah Allāh mengutus seorang Nabi kecuali mengembala kambing”

[HR Bukhori ]

Maka para Nabi tersebut bukan mengembala karena dia seorang budak akan tetapi mengembala Kambing nya sendiri atau mengembala milik orang lain dengan dibayar, sebagaimana Rasulullah ﷺ mengembala untuk penduduk Makkah [hadits riwayat Bukhori] dan Nabi Musa alaihi salam mengembala untuk seorang laki-laki yang shaleh dari Madyan. Sebagaimana didalam QS Al QOSHOS 27 .

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

_*Abdullāh Roy*_

Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*

Diposkan pada hsi

HSI 08 – Kajian 23 – cara beriman

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke Dua Puluh tiga dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul alaihimus salam adalah *Cara Beriman Kepada Para Rasul Bag 21*.

Setelah kita memahami mukjizat, Al Karomah & Al Akhwal assyaithoniyyah dan yang berkaitan dengannya maka melanjutkan poin² tentang tata cara beriman kepada para rasul.

Diantara tata cara beriman kepada para rasul alaihimus salam adalah beriman dengan nama-nama para Nabi Rasul yang Allāh telah sebutkan namanya didalam Alquran mereka berjumlah 25 orang, 18 Diantaranya disebutkan berturut-turut didalam surat Al An’am & 7 orang berpisah² didalam surat yang lain. 18 nama didalam surat Al An’am adalah

1. Ibrahim

2. Ishaq

3. Ya’qub

4. Nuh

5. Daud

6. Sulaiman

7. Ayyub

8. Yusuf

9. Musa

10. Harun

11. Zakaria

12. Yahya

13. Isa

14. Ilyas

15. Ismail

16. Al Yasa

17. Yunus

18. Luth

Alaihimus salam

[QS Al An’am 83-86]

Adapun 7 orang yang lain adalah

1. Nabi Adam

20 kali nama Nabi Adam disebutkan di dalam Alquran, yg pertama didalam surat Al-Baqarah ayat 31.

2. Nabi Idris

Sekali disebutkan didalam Alquran dalam surat Maryam 56.

3. Nabi Dzulkifli

Dua kali disebutkan didalam Alquran, yang pertama surat Al Anbiya & surat Shod ayat yang ke48.

4. Nabi Hud

Sepuluh kali disebutkan didalam Alquran yang pertama Al-Baqarah 1 11.

5. Nabi Sholeh

7kali disebutkan pertama kali didalam surat Al A’rof 77.

6. Nabi Syuaib

Sepuluh Kali disebutkan didalam Alquran yg pertama didalam surat Al A’rof 85.

7 Nabi Muhammad ﷺ

Empat kali disebutkan, yang pertama didalam surat Al Imran 124.

Kemudian diantara beriman dengan para Rasul alaihimus salam. Adalah meyakini adanya kekhususan  Nabi Muhammad ﷺ dibandingkan dengan Nabi² yang lain & diantaranya :

① Beliau diutus untuk segenap Manusia & Jin.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan:

قُلْ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا

[QS Al-A’raf 158]

“katakanlah wahai manusia sesungguhnya aku adalah Rasulullãh untuk kalian semuanya”

Dan Nabi ﷺ bersabda:

كان النبي يبعث إلى قومه خاصة وبعثت إلى الناس كافة

“Dan dahulu para Nabi diutus kepada kaumnya secara khusus & aku diutus kepada seluruh manusia secara umum”

HR Bukhori

Dan beliau ﷺ diutus kepada Jin sebagaimana kisah yang Allāh sebutkan di dalam surat Al Jin

② Allāh telah menjadikan beliau sebagai Nabi yang terakhir.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَٰكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ ۗ…

[QS Al-Ahzab 40]

“Tidaklah Muhammad bapak salah seorang diantara laki-laki kalian akan tetapi dia adalah Rasulullãh & penutup para Nabi”

Dan Rasulullãh ﷺ bersabda :

▪️

 كانتْ بنو إسرائيلَ تسوسُهمُ الأنبياءُ ، كلَّما هلَكَ نبيٌّ خلَفَهُ نَبِيٌّ ، وإِنَّه لا نَبِي بعدِي ،…

“dahulu Bani Israel dipimpin oleh para Nabi, setiap kali meninggal seorang Nabi akan digantikan Nabi yang lain & sesungguhnya tidak ada Nabi setelahku”

HR Al Bukhori & Muslim

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini  & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

_*Abdullāh Roy*_

Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*

Diposkan pada hsi

HSI 08 – Kajian 22 – cara beriman

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke Dua Puluh dua dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul alaihimus salam adalah *Cara Beriman Kepada Para Rasul Bag 20*.

④ Al Karomah menambah keimanan, ketakwaan & kerendahan hati pada pemiliknya, sedangkan Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah menambah kekufuran & kejauhan dari Allāh ajja wajalla.

Didalam kitab Hilyatul Auliya Abu Nu’āim rahimahullah membawakan dengan sanadnya kisah Abu Muslim Al Khaulani seorang yang shaleh dengan Al Aswad Al Amsyi orang yang mengaku menjadi Nabi berkata Syaroh bin Al Khaulani ketika Al Aswad bin qois bin dimar Al Amsyi di Yaman muncul dipanggilah Abu Muslim maka Al Amsyi berkata “apakah engkau bersaksi bahwa Muhammad adalah Rasulullãh? ”

berkata ABU muslim “Iya”

kembali Al Amsyi bertanya

“apakah engkau bahwa aku adalah Rasulullãh? ”

berkata ABU muslim “aku tidak mendengar”

Maka dinyalakanlah api yang besar kemudian dilemparkan Abu Muslim kedalam api tersebut, tetapi beliau tidak termudhoroti, maka penduduk kerajaan Al Aswad Al Amsyi berkata kepadanya apabila engkau biarkan Abu Muslim berada dinegeri mu maka dia akan merusak urusan mu, usirlah dia maka Abu Muslim pun datang kekota Madinah dan saat itu Rasulullãh ﷺ sudah wafat & digantikan Abu Bakar, kemudian Abu Muslim menambatkan unta nya dipintu masjid Nabawi kemudian shalat menuju salah satu tiang diantara tiang² Masjid maka Umar bin khotob melihatnya & mendatanginya & berkata

“darimana asal mu ”

Abu Muslim mengatakan :

” dari Yaman ”

Berkata Umar

“apa yang dilakukan musuh² Allāh terhadap saudara kita yang dibakar & tidak mempan”

Abu Muslim berkata:

“itu adalah Abdullah Ibn saub”

Berkata Umar:

“aku meminta dengan Nama Allāh apakah dia adalah dirimu? ”

berkata Abu muslim:

“Iya”

Berkata syarah bil maka Umar antara kedua mata Abu Muslim kemudian membawanya & mendudukannya antara Abu Bakar & Umar

Berkata Umar Ibn Khotob

” segala puji bagi Allāh yang belum mematikan ku dari dunia sehingga melihatkan kepada diriku diantara umat Muhammad orang yang dibakar seperti dibakar nya Nabi Ibrahim kekasih Allāh”

Lihatlah bagaimana ucapan Abu Muslim ketika ditanya oleh Umar Ibn khotob beliau berusaha untuk menutupi identitas beliau & mengatakan “itu adalah Abdullah bin saub” seakan-akan orang tersebut bukan dirinya.

⑤ Al Karomah digunakan untuk sesuatu kebaikan /perkara yang diperbolehkan sedangkan Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah digunakan untuk perkara yang diharamkan seperti menyakiti orang lain atau menyombongkan diri dll.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

_*Abdullāh Roy*_

Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*

Diposkan pada hsi

HSI 08 – Kajian 21 – cara beriman

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang Ke Dua Puluh Satu dari Silsilah Ilmiyyah Beriman Kepada para Rasul alaihimus salam adalah *Cara Beriman Kepada Para Rasul Bag 19*.

Diantara hal yang perlu diketahui seorang muslim adalah perbedaan Al Karomah & Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah, karena sering terjadi seseorang menganggap Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah sebagai Al Karomah, menganggap seorang wali syaitan sebagai wali Allāh.

Berikut adalah perbedaan antara Al Karomah & Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah (semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memberikan Taufik kita semua & menerangi diri kita dengan ilmu agama, diantara perbedaan antara Al Karomah & Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah :

① Melihat perjalanan hidup orang tersebut, kalau dia adalah seorang mukmin yang bertakwa maka ini adalah Al Karomah dan kalau sebaliknya dia bukan seorang yang mukmin & bukan orang yang bertakwa maka itu adalah Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah.

Berkata syaikh Abdul Aziz bin baz rahimahullah

وشرط كونها كرامةً أن يكون من جرت على يده هذه الكرامةُ مستقيمًا على الإيمان ومتابعة الشريعة فإن كان خلاف ذلك فالجاري على يده من الخوارق يكون من الأحوال الشيطانية 1:49

“Dan sesuatu yang luar biasa menjadi Karomah di syarat kan orang yang mendapatkan Karomah tersebut adalah orang yang istiqomah diatas iman & mengikuti syariat. Adapun apabila sebaliknya maka sesuatu yang luar biasa yg terjadi pada dirinya adalah termasuk Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah.

② Al Karomah adalah anugerah dari Allāh tidak bisa dipelajari & diusahakan sedangkan Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah adalah bantuan dari syaitan bisa dipelajari & diusahakan yaitu dengan berbuat sesuatu yang membuat ridha syaitan, seperti berbuat kufur kepada Allāh (meninggalkan shalat & kewajiban² yang lain) menghalalkan sesuatu yang Allāh haram kan & RasulNya dll. Oleh karena itu Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah memiliki sekolah² perguruan² untuk mempelajari perkara² yang luar biasa tersebut dan disana ada buku² yang dijual bebas yang mengajarkan Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah yang dikenal dengan Al Mujarobat

③ Al Karomah tidak bisa di lawan sedangkan Al Akhwal Asy-Syaithoniyyah bisa di lawan dengan beberapa dzikir & doa didalam Alquran & As-Sunnah.

Berkata Syaikhul Islam rahimahullah :

وهكذا أهل الأحوال الشيطانية تنصرف عنهم شياطينهم إذا ذكر عندهم ما يطردها مثل آية الكرسي 4.11

“Dan demikianlah orang-orang yang memiliki Akhwal Asy-Syaithoniyyah syaitan² mereka akan meninggalkan mereka apabila disebutkan disamping mereka apa yang mengusir syaitan² tersebut seperti ayat Kursi.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada Halaqah kali ini & sampai bertemu kembali pada Halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

_*Abdullāh Roy*_

Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*

Diposkan pada hsi

HSI Pembatal Keislaman 15

══════❁﷽❁══════
_Ada diantara saudara kita yang membolehkan *bertawasul* dengan cara meminta kepada orang yang shaleh yang sudah meninggal, berdoa kepada mereka, meminta syafaat kepada mereka, dengan alasan² diantaranya_
① *Yang pertama*
_Bahwasanya_ orang-orang yang shaleh tersebut mereka *dalam keadaan hidup*, _apabila hidup_ maka *dia mendengar*, _apabila dia mendengar_ maka kita *boleh* meminta doa dari mereka. Sebagaimana seseorang *“`ketika hidupnya (orang yang shaleh tersebut hidup)“`* maka boleh kita meminta doa dari orang yang shaleh tersebut. 
_Kita katakan_

1. *Benar orang-orang yang shaleh & juga para Nabi dalam keadaan hidup dialam kubur mereka,* _sebagaimana manusia yang lain, mereka juga dalam keadaan hidup  dialam kubur mereka._ *Karena manusia* apabila meninggal dunia kemudian di kuburkan akan ada disana *azab kubur & akan ada disana nikmat kubur*. Ada diantara manusia yang hidup di alam kubur dalam keadaan di _azab_ seperti *orang-orang munafik, orang-orang kafir, orang-orang musyrikin,* _demikian pula_ *sebagian orang-orang yang beriman yang mereka melakukan dosa diazab karena dosanya dialam kubur, diazab dalam keadaan hidup.*
Demikian pula disana ada *nikmat kubur para Nabi, para Rasul, orang-orang yang meninggal sabilillah, orang-orang yang shaleh, orang-orang yang beriman mendapatkan kenikmatan dialam kubur & mereka dalam keadaan hidup tetapi kehidupan mereka kehidupan yang lain dengan kehidupan kita di dunia. Mereka hidup tetapi di alam yang lain yang dinamakan dengan alam barzah atau alam kubur. Ada diantara mereka yang hidup dalam keadaan baik mendapatkan kenikmatan & ada diantara mereka yang hidup dalam keadaan tersiksa mendapatkan azab kubur.*
_Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:_
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ فَرِحِينَ بِمَا آَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

[QS Al-imron 169-170]
_Allāh mengabarkan tentang orang-orang yang syuhada (yang syahid fisabilillah)_

_“janganlah engkau menyangka bahwasanya orang-orang yang meninggal yang terbunuh fisabilillah mereka adalah – أَمْوَاتًا – meninggal dunia_
بَلْ أَحْيَاءٌ

_*Akan tetapi mereka dalam keadaan hidup*_
 عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
_Disisi Rabb mereka, mereka mendapatkan rezeki ”._
*“`Allāh mengabarkan di dalam ayat ini bahwasanya orang-orang yang terbunuh fisabilillah, mereka dalam keadaan hidup.“`* 
Maksudnya adalah _hidup dengan kehidupan di alam Barzah, kehidupan di alam kubur, bukan kehidupan seperti kita_
عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
_“Di sisi Rabb mereka, mereka hidup & juga mendapatkan rezeki, mendapatkan kenikmatan dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla”._
 فَرِحِينَ

_“Mereka dalam keadaan bergembira”._
 بِمَا آَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
_“Dengan apa yang Allāh berikan kepada mereka berupaya karunia”._
وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ
_“Dan mereka memberikan kabar gembira kepada saudara-saudara mereka yang belum mendapatkan syahadah fisabilillah”._
 أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
_“Supaya mereka jangan takut & jangan mereka bersedih”._
Demikianlah Allāh menggambarkan kehidupan *orang-orang syuhada,* mereka _mendapatkan rezeki di alam kubur bahkan mereka berkeinginan, mereka memberikan kabar gembira kepada saudara² mereka yang belum mendapatkan syahadah fisabilillah supaya mereka tidak bersedih & jangan mereka takut._
Dan ini yang dimaksud dengan kehidupan *Barzakiyyah*, _*kehidupan di alam Barzah yang berbeda dengan kehidupan kita.*_ 

_*Abdullāh Roy*_

_Di kota Al-Madīnah_

Diposkan pada hsi

HSI Pembatal Keislaman 14

══════❁﷽❁══════
*“`Dalil yang kedua“`*

② _Firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla_
 ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

[QS Az-Zumar 3]
_“dan orang-orang yang menjadikan sekutu bagi Allāh._
*“`apa yang mereka katakan?“`*
مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ 
_dan orang-orang yang menjadikan sekutu / tandingan-tandingan bagi Allāh yang mereka namakan *syufaat,* mereka mengatakan_
مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ

_*tidaklah* kami menyembah kepada mereka /menyerahkan ibadah kepada mereka berdoa kepada mereka_ 

 إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ 
_Supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allāh ”._
Kami adalah orang jauh dari Allāh, kami adalah orang yang banyak berbuat maksiat, banyak melakukan dosa, banyak lalai kepada Allāh, sedangkan orang-orang yang shaleh tersebut mereka adalah memiliki *derajat yang tinggi disisi Allāh.*

مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ
_“Tidaklah kami beribadah kepada mereka, berdoa kepada mereka, meminta syafaat kepada mereka kecuali supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla”._
Ini adalah *tujuan* orang-orang musyrikin, _ingin dekat kepada Allāh dengan cara berdoa kepada orang-orang yang shaleh._
*“`Kemudian Allāh membantah & mengatakan:“`*
 إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ 
_*“sesungguhnya Allāh akan menghukumi diantara mereka”.*_
Yaitu antara *Rasulullãh ﷺ dan orang-orang musyrikin tersebut,* siapa yang benar diantara mereka, apakah *Rasulullãh ﷺ yang mengajak kepada tauhid & memperingatkan kepada mereka dari kesyirikan* ataukah yang benar adalah _orang-orang musyrikin tersebut yang mereka berdoa & beribadah kepada orang-orang yang shaleh dengan maksud mendekatkan diri mereka kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla._ 
إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ 
_*“sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan menghukumi diantara mereka di dalam apa yang perselisihkan”.*_
إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ
_“sesungguhnya Allāh tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang_
كاذب كفاف 
*Orang yang berdusta & dia kufur kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla”.*
Ini menunjukkan bahwasanya _apa yang diucapkan oleh orang-orang musyrikin tersebut_ yang pertama ini adalah *kedustaan,* _karena Allāh mengatakan_
إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ 
*“Allāh tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang dusta”.*
Menunjukkan bahwasanya ucapan mereka 
مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ
Adalah ucapan yang *“`tidak benar.“`*
_Tidak benar bahwasanya orang-orang shaleh tersebut mendekatkan diri mereka (orang-orang yang menyembahNya kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla)_ 
*Allāh katakan ini adalah kedustaan,* kedustaan atas nama Allāh & Allāh lebih tahu tentang hakikat. 
Kemudian Allāh mensifati sebagai *- كفار  -* menunjukkan bahwasanya perbuatan ini adalah termasuk *kekufuran,* bahkan _kekufuran yang sangat._ *Karena Allāh mengatakan – كفار – dan orang-orang Arab membedakan antara kaffar dengan kafir, kafir artinya adalah orang yang kafir, tapi kalau sudah mengatakan kaffar berarti orang yang sangat kafir.*
إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّار
_“Allāh tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang dusta dan dia sangat kufur kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla”._
Menunjukkan bahwasanya cara seperti ini adalah cara yang *tidak dibenarkan* secara syariat *tidak diajarkan* oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, *tidak diajarkan* Rasulullãh ﷺ, demikian pula ini adalah _dien ini adalah agama orang-orang musyrikin yang diperangi Rasulullãh ﷺ._

_*Abdullāh Roy*_

_Di kota Al-Madīnah_
 Materi audio ini disampaikan di d
alam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*

═══════ ❁ ❁ ═══════