Diposkan pada hsi

HSI Pembatal Keislaman 15

══════❁﷽❁══════
_Ada diantara saudara kita yang membolehkan *bertawasul* dengan cara meminta kepada orang yang shaleh yang sudah meninggal, berdoa kepada mereka, meminta syafaat kepada mereka, dengan alasan² diantaranya_
① *Yang pertama*
_Bahwasanya_ orang-orang yang shaleh tersebut mereka *dalam keadaan hidup*, _apabila hidup_ maka *dia mendengar*, _apabila dia mendengar_ maka kita *boleh* meminta doa dari mereka. Sebagaimana seseorang *“`ketika hidupnya (orang yang shaleh tersebut hidup)“`* maka boleh kita meminta doa dari orang yang shaleh tersebut. 
_Kita katakan_

1. *Benar orang-orang yang shaleh & juga para Nabi dalam keadaan hidup dialam kubur mereka,* _sebagaimana manusia yang lain, mereka juga dalam keadaan hidup  dialam kubur mereka._ *Karena manusia* apabila meninggal dunia kemudian di kuburkan akan ada disana *azab kubur & akan ada disana nikmat kubur*. Ada diantara manusia yang hidup di alam kubur dalam keadaan di _azab_ seperti *orang-orang munafik, orang-orang kafir, orang-orang musyrikin,* _demikian pula_ *sebagian orang-orang yang beriman yang mereka melakukan dosa diazab karena dosanya dialam kubur, diazab dalam keadaan hidup.*
Demikian pula disana ada *nikmat kubur para Nabi, para Rasul, orang-orang yang meninggal sabilillah, orang-orang yang shaleh, orang-orang yang beriman mendapatkan kenikmatan dialam kubur & mereka dalam keadaan hidup tetapi kehidupan mereka kehidupan yang lain dengan kehidupan kita di dunia. Mereka hidup tetapi di alam yang lain yang dinamakan dengan alam barzah atau alam kubur. Ada diantara mereka yang hidup dalam keadaan baik mendapatkan kenikmatan & ada diantara mereka yang hidup dalam keadaan tersiksa mendapatkan azab kubur.*
_Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:_
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ فَرِحِينَ بِمَا آَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

[QS Al-imron 169-170]
_Allāh mengabarkan tentang orang-orang yang syuhada (yang syahid fisabilillah)_

_“janganlah engkau menyangka bahwasanya orang-orang yang meninggal yang terbunuh fisabilillah mereka adalah – أَمْوَاتًا – meninggal dunia_
بَلْ أَحْيَاءٌ

_*Akan tetapi mereka dalam keadaan hidup*_
 عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
_Disisi Rabb mereka, mereka mendapatkan rezeki ”._
*“`Allāh mengabarkan di dalam ayat ini bahwasanya orang-orang yang terbunuh fisabilillah, mereka dalam keadaan hidup.“`* 
Maksudnya adalah _hidup dengan kehidupan di alam Barzah, kehidupan di alam kubur, bukan kehidupan seperti kita_
عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
_“Di sisi Rabb mereka, mereka hidup & juga mendapatkan rezeki, mendapatkan kenikmatan dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla”._
 فَرِحِينَ

_“Mereka dalam keadaan bergembira”._
 بِمَا آَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
_“Dengan apa yang Allāh berikan kepada mereka berupaya karunia”._
وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ
_“Dan mereka memberikan kabar gembira kepada saudara-saudara mereka yang belum mendapatkan syahadah fisabilillah”._
 أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
_“Supaya mereka jangan takut & jangan mereka bersedih”._
Demikianlah Allāh menggambarkan kehidupan *orang-orang syuhada,* mereka _mendapatkan rezeki di alam kubur bahkan mereka berkeinginan, mereka memberikan kabar gembira kepada saudara² mereka yang belum mendapatkan syahadah fisabilillah supaya mereka tidak bersedih & jangan mereka takut._
Dan ini yang dimaksud dengan kehidupan *Barzakiyyah*, _*kehidupan di alam Barzah yang berbeda dengan kehidupan kita.*_ 

_*Abdullāh Roy*_

_Di kota Al-Madīnah_

Iklan
Diposkan pada hsi

HSI Pembatal Keislaman 14

══════❁﷽❁══════
*“`Dalil yang kedua“`*

② _Firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla_
 ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

[QS Az-Zumar 3]
_“dan orang-orang yang menjadikan sekutu bagi Allāh._
*“`apa yang mereka katakan?“`*
مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ 
_dan orang-orang yang menjadikan sekutu / tandingan-tandingan bagi Allāh yang mereka namakan *syufaat,* mereka mengatakan_
مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ

_*tidaklah* kami menyembah kepada mereka /menyerahkan ibadah kepada mereka berdoa kepada mereka_ 

 إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ 
_Supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allāh ”._
Kami adalah orang jauh dari Allāh, kami adalah orang yang banyak berbuat maksiat, banyak melakukan dosa, banyak lalai kepada Allāh, sedangkan orang-orang yang shaleh tersebut mereka adalah memiliki *derajat yang tinggi disisi Allāh.*

مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ
_“Tidaklah kami beribadah kepada mereka, berdoa kepada mereka, meminta syafaat kepada mereka kecuali supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla”._
Ini adalah *tujuan* orang-orang musyrikin, _ingin dekat kepada Allāh dengan cara berdoa kepada orang-orang yang shaleh._
*“`Kemudian Allāh membantah & mengatakan:“`*
 إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ 
_*“sesungguhnya Allāh akan menghukumi diantara mereka”.*_
Yaitu antara *Rasulullãh ﷺ dan orang-orang musyrikin tersebut,* siapa yang benar diantara mereka, apakah *Rasulullãh ﷺ yang mengajak kepada tauhid & memperingatkan kepada mereka dari kesyirikan* ataukah yang benar adalah _orang-orang musyrikin tersebut yang mereka berdoa & beribadah kepada orang-orang yang shaleh dengan maksud mendekatkan diri mereka kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla._ 
إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ 
_*“sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan menghukumi diantara mereka di dalam apa yang perselisihkan”.*_
إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ
_“sesungguhnya Allāh tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang_
كاذب كفاف 
*Orang yang berdusta & dia kufur kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla”.*
Ini menunjukkan bahwasanya _apa yang diucapkan oleh orang-orang musyrikin tersebut_ yang pertama ini adalah *kedustaan,* _karena Allāh mengatakan_
إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ 
*“Allāh tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang dusta”.*
Menunjukkan bahwasanya ucapan mereka 
مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ
Adalah ucapan yang *“`tidak benar.“`*
_Tidak benar bahwasanya orang-orang shaleh tersebut mendekatkan diri mereka (orang-orang yang menyembahNya kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla)_ 
*Allāh katakan ini adalah kedustaan,* kedustaan atas nama Allāh & Allāh lebih tahu tentang hakikat. 
Kemudian Allāh mensifati sebagai *- كفار  -* menunjukkan bahwasanya perbuatan ini adalah termasuk *kekufuran,* bahkan _kekufuran yang sangat._ *Karena Allāh mengatakan – كفار – dan orang-orang Arab membedakan antara kaffar dengan kafir, kafir artinya adalah orang yang kafir, tapi kalau sudah mengatakan kaffar berarti orang yang sangat kafir.*
إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّار
_“Allāh tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang dusta dan dia sangat kufur kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla”._
Menunjukkan bahwasanya cara seperti ini adalah cara yang *tidak dibenarkan* secara syariat *tidak diajarkan* oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, *tidak diajarkan* Rasulullãh ﷺ, demikian pula ini adalah _dien ini adalah agama orang-orang musyrikin yang diperangi Rasulullãh ﷺ._

_*Abdullāh Roy*_

_Di kota Al-Madīnah_
 Materi audio ini disampaikan di d
alam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*

═══════ ❁ ❁ ═══════

Diposkan pada hsi

HSI Pembatal Keislaman 13

══════❁﷽❁══════
*“`Kenapa mereka berdoa kepada orang-orang yang shaleh tersebut?“`*
_Mereka mengatakan_
  هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ 
“kami berdoa kepada mereka bukan berkeyakinan bahwasanya mereka mencipta, memberikan rizky & juga mengatur alam semesta akan tetapi tujuan kami berdoa kepada mereka adalah 
 شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ 
*_Supaya mereka memberikan syafa’at bagi kami disisi Allāh ”._*
_Inilah_ tujuan orang-orang musyrikin & ini dikabarkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla didalam Al-Qur’an, _ini adalah hakikat ibadah sebagian orang-orang musyrikin._ Ketika mereka datang ke kuburan Latta ada yang mengatakan Latta ini adalah orang yang shaleh yang dahulu apabila datang musim haji dia sering datang memberi makan kepada orang-orang yang melakukan ibadah haji, ketika dia meninggal dunia dijadikanlah dia sebagai salah satu berhala, datang orang-orang musyrikin ke kuburannya dengan maksud untuk _meminta syafaat._ 
هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ 
_“mereka adalah pemberi syafa’at bagi kami disisi Allāh”._
Ini adalah _ucapan orang-orang musyrikin,_ beralasan *supaya mendapatkan syafaat disisi Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan cara beribadah kepada orang-orang shaleh tersebut, bergantung kepada mereka, berdoa kepada mereka, beritikaf disisi kuburan mereka, bertakarub kepada mereka supaya mereka memberikan syafa’at mereka disisi Allāh Subhānahu wa Ta’āla.* 
*“`Kemudian Allāh Subhānahu wa Ta’āla membantah aqidah ini, membantah keyakinan orang-orang musyrikin.“`* 
Allāh mengatakan 
قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ 
*“katakanlah wahai Muhammad kepada orang-orang musyrikin, apakah kalian (wahai orang-orang musyrikin) mengabarkan kepada Allāh sesuatu yang Allāh tidak ketahui di langit maupun di bumi”.*
Dari mana kalian tahu bahwasanya orang-orang shaleh tersebut yang mereka sudah meninggal dunia – Dari mana kalian tahu _bahwasanya mereka kelak akan memberikan syafa’at bagi kalian, dengan cara kalian berdoa kepada mereka yaitu dengan cara seperti ini._
*“`Apakah kalian mengabarkan kepada Allāh, sesuatu yang Allāh tidak ketahui?“`*
*Ini adalah bantahan Allāh terhadap orang-orang musyrikin, mereka berkata atas nama Allāh yang tidak mereka ketahui,* padahal Allāh Subhānahu wa Ta’āla *tidak pernah* mengabarkan, Allāh *tidak pernah* mengabarkan _bahwasanya untuk mendapatkan syafaat dari orang-orang saleh pada hari kiamat dengan cara mendekatkan diri kepada mereka, beribadah kepada mereka, berdoa kepada mereka._
*Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak pernah mengabarkannya demikian, demikian pula Rasulullãh ﷺ. Lalu dari mana cara seperti ini.*
Cara seperti ini berasal dari diri mereka sendiri, *persangkaan* dari mereka. 
_Kemudian Allāh mengatakan_
سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
_“Maha suci Allāh & Maha Tinggi dari apa yang sekutukan”._
Allāh mengatakan :
عَمَّا يُشْرِكُونَ

Allāh mengatakan bahwasanya perbuatan ini adalah *termasuk syirik,* _karena Allāh mengatakan_
سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
_*“Maha suci Allāh & Maha Tinggi dari apa yang sekutukan”.*_
Allāh memberi nama perbuatan yang mereka lakukan sebagai *perbuatan syirik.*
Oleh karena itu disini beliau mengatakan:
كَفَرَ إِجْمَاعًا.

*“`Ini adalah perbuatan kufur, ini adalah termasuk perbuatan syirik.“`*
“`Ini dalil yang pertama“`

_*Abdullāh Roy*_

_Di kota Al-Madīnah_
 Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*

═══════ ❁ ❁ ═══════