Diposkan pada hsi

HSI Pembatal Keislaman 12

══════❁﷽❁══════
*“`Pembatal keIslaman yang kedua“`*
_Beliau rahimahullahu berkata :_

*الثَّانِي*: مَنْ جَعَلَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ وَسَائِطَ يَدْعُوهُمْ وَيسْأَلُهُمْ الشَّفَاعَةَ، وَيَتَوَكَّلُعَلَيْهِمْ كَفَرَ إِجْمَاعًا.
*Yang Kedua* kata beliau diantara pembatal-pembatal keIslaman:

 _“barangsiapa yang menjadikan antara dia dengan Allāh perantara-perantara berdoa kepada mereka & meminta kepada mereka syafaat & bertawakkal kepada mereka *«  كَفَرَ إِجْمَاعًا »* maka dia telah kufur dengan kesepakatan para ulama”._
Ini adalah pembatal keIslaman yang kedua 
Yang *bisa mengeluarkan seseorang dari agamanya, membatalkan amalannya dan seandainya dia meninggal dalam keadaan dia tidak bertaubat dari perbuatan ini maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak akan mengampuni dosanya. Dan ini adalah termasuk kufur termasuk kesyirikan* sebagaimana nanti akan kita jelaskan. 
Beliau mengatakan
_“diantara pembatal-pembatal keIslaman adalah orang yang menjadikan antara dia dengan Allāh perantara-perantara dimana dia berdoa kepada perantara-perantara tersebut & meminta kepadanya syafaat & bergantung kepadanya”._
*Maka* perbuatan seperti ini adalah perbuatan yang *diharamkan* didalam agama Islām & dia adalah termasuk *syirik* termasuk *kekufuran kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.*
_Barangsiapa yang menjadikan antara dia dengan Allāh perantara,_ *_maksudnya_ adalah didalam ibadah menjadikan disana makhluk baik seorang Nabi, atau seorang Malaikat atau orang yang shaleh atau yang lain sebagai perantara didalam ibadah dia kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, mendekatkan dia kepada Allāh atau menjadikan dia sebagai syufaa / yang memberikan syafa’at baginya disisi Allāh & bergantung kepada perantara tersebut, bertawakkal kepada perantara tersebut, maka ini adalah perbuatan yang diharamkan.*
*“`Betul“`* _Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah mengutus para Rasul, para Nabi sebagai perantara, antara Allāh dengan makhluk-Nya,_ *namun perantara disini maksudnya didalam menyampaikan risalah.* Allāh menjadikan disana *Malaikat sebagai rasul, Allāh menjadikan disana manusia sebagai rasul yaitu sebagai perantara Allāh dengan manusia.*
Allāh _tidak_ mewahyukan kepada masing-masing dari kita, memberitahukan kepada masing-masing dari kita *secara langsung* akan tetapi _Allāh mengangkat disana para rasul menyampaikan risalah dari Allāh, menyampaikan Al-Qur’an, menyampaikan Al-Kitab, menyampaikan wahyu disampaikan kepada kita, para rasul alaihim salam adalah perantara di dalam menyampaikan risalah Allāh kepada manusia._ 
اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ النَّاسِ ۚ 

[Surat Al-Hajj 75]
*“`“Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah memilih para utusan dari kalangan malaikat dan juga dari kalangan manusia”.“`*
Malaikat & juga para rasul mereka adalah _perantara_ bukan di dalam ibadah kita kepada Allāh akan tetapi di dalam menyampaikan risalah dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla kepada kita. _Adapun orang yang didlm ibadahnya menjadikan disana perantara antara dia dengan Allāh dan dia berdoa kepada perantara tersebut & meminta kepadanya syafaat, bertawakkal kepadanya maka ini tidak diperbolehkan di dalam agama Islām & ini adalah termasuk syirik._
Di antara dalilnya Allāh sebutkan di dalam Al-Qur’an tentang *agama orang-orang musyrikin yaitu kaumnya Rasulullãh ﷺ (orang-orang quraish),* Allāh sebutkan didalam dua ayat didalam Al-Qur’an yang menyebutkan diantara kesyirikan yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin quraish 
① firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla 

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

[QS Yunus 18]

_“dan mereka (orang-orang musyrikin quraish)_

يَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ
_menyembah kepada selain Allāh_

 مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُم
_yang tidak memberikan mudharat mere
ka & juga tidak memberikan manfaat_

وَيَقُولُونَ
_Kemudian mereka mengatakan_

هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ
_Mereka ini (orang-orang shaleh) kami sembah_

شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ
_Mereka adalah orang-orang yang memberikan syafa’at kepada kami disisi Allāh_

قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ 
_Apakah kalian memberitahu kepada Allāh sesuatu yang tidak Allāh ketahui dilangit maupun dibumi Maha suci Allāh &Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan”._
Dalam ayat ini Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengabarkan kepada kita tentang hakikat dari peribadatan *“`sebagian orang-orang musyrikin yang ada di zaman nabi ﷺ.“`*
_Bahwasanya ada diantara mereka yang menjadikan orang-orang yang shaleh sebagai *syufaa* menjadikan mereka sebagai orang-orang yang memberikan syafa’at bagi mereka disisi Allāh._
“`Bagaimana caranya?“`
Caranya adalah menyerahkan sebagian ibadah kepada orang-orang shaleh tersebut, baik dengan berdoa, seperti yang disampaikan disini mengatakan 
_“ya Fulan berikanlah aku ini, jauhkanlah aku dari ini”._
Atau meminta kepada mereka syafaat dengan mengatakan:

_“ya Fulan berilah aku syafaat disisi Allāh”._
*Allāh berfirman:*
وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ
_“dan mereka (orang-orang musyrikin quraish) beribadah kepada selain Allāh yang tidak memberikan mudharat kepada mereka & juga tidak memberikan manfaat”._
Di antara ibadahnya kepada orang-orang shaleh tersebut berdoa & _*doa adalah ibadah*_, mengatakan “ya Fulan” ini adalah permintaan dan ini adalah doa, *berdoa kepada selain Allāh yang tidak memberikan mudharat & juga tidak memberikan manfaat.* Seseorang beribadah harusnya kepada Dzat yang memberikan mudharat dan juga memberikan manfaat yaitu *“`Allāh Subhānahu wa Ta’āla.“`*
_Dialah Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang kebaikan ditangan-Nya,_ *“`apabila Allāh menghendaki kebaikan bagi seseorang / memberikan manfaat kepada seseorang maka tidak ada yang bisa menolaknya & apabila Allāh menghendaki mudharat maka tidak ada yang bisa menolaknya.“`*
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

[Surat Yunus 107]
_“kita beribadah kepada Dzat yang memberikan manfaat & juga memberikan mudharat”_
Adapun orang-orang musyrikin quraish Allāh mengatakan 
وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ
_“mereka menyembah kepada selain Allāh yang tidak memberikan mudharat dan juga tidak memberikan manfaat”_
“`Yaitu kepada orang-orang yang shaleh tersebut yang mereka sudah meninggal dunia, menolong diri mereka sendiri tidak mampu, bagaimana mereka bisa menolong orang lain“`

_*Abdullāh Roy*_

_Di kota Al-Madīnah_
 Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*

═══════ ❁ ❁ ═══════

Iklan
Diposkan pada hsi

HSI Pembatal Keislaman 11

══════❁﷽❁══════
Oleh karena itu seorang muslim _jangan_ dia menunda *taubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla,* _selama dia masih diberikan kesempatan & nafas oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla_ *maka hendaklah dia bersegera bertaubat kepada Allāh dengan taubat yang nashuha* _dari segala dosa yang besar maupun dosa yang kecil._
_Sebelum datang waktunya_ dimana tidak diterima taubat seseorang, *apabila sudah datang ajal* tidak bermanfaat ucapan seseorang. 

تُبْتُ

_“aku bertaubat kepada Allāh”._
وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ 

 [QS An Nisa : 18]
_“Taubat tidak diberikan oleh Allāh kepada orang-orang yang melakukan (assayyiat/dosa²) kemudian apabila sudah datang ajal kepada salah seorang diantara mereka”._ 
قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ 
_Kemudian baru dia mengatakan “sesungguhnya aku bertaubat kepada Allāh sekarang”._

*Kalau sudah datang ajal / kematian maka tidak akan bermanfaat taubat seseorang.*
Firaun bertaubat ketika dia *sudah datang ajal,* beriman dengan Allāh Subhānahu wa Ta’āla, _tapi tidak diterima oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla_ 

آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ

[QS.Yunus:91] 

_“Sekarang engkau bertaubat padahal sebelumnya engkau telah bermaksiat kepada Allāh & kau termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”._

وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاء 
_“Dan Allāh masih mengampuni”._
مَا دُونَ ذَلِكَ 

_“Yang lebih rendah dari itu (yang lebih rendah dari syirik)”._
 لِمَنْ يَشَاء 

_“Bagi siapa yang dikehendaki”._

_Dosa-dosa yang masih ada dibawah syirik_ *maka diampuni oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla,* _bagi siapa yang dikehendaki oleh Allāh._
● *Berzina : Dosa besar*

● *Riba : Dosa besar*

● *Membunuh : Dosa besar*
_*Tapi*_ dia (duuna syirk) ini adalah dosa-dosa besar yang dibawah kesyirikan. _Orang yang melakukannya didalam bahaya yang besar  memang, akan tetapi tidak sampai kepada mengeluarkan dia dari Islām._ 
Orang yang melakukan dosa besar *berkurang keimanannya* & semakin banyak dia melakukan dosa besar semakin banyak imannya yang berkurang & _dikhawatirkan dosa besar tersebut lama kelamaan bisa membuat dia kepada *kekufuran.*_
_Orang yang melakukan dosa besar dalam keadaan bahaya tetapi tidak sampai mengeluarkan dia dari keIslaman._
وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ 
_“dan masih mengampuni yang lebih bawah dari itu”._
Yang lebih rendah dari kesyirikan *“`bagi orang yang dikehendaki oleh Allāh“`*. 
_Berarti disana ada orang yang dikehendaki di ampuni oleh Allāh dari para pelaku dosa besar & ada disana ada orang yang dikehendaki tidak diampuni oleh Allāh. Artinya harus diazab_

Oleh karena itu nanti dihari kiamat ketika kaum muslimin, *orang-orang yang beriman* melewati jembatan As-shiroth _maka ada diantara mereka yang *selamat,* menyebrangi Jahanam diatas jembatan As-shiroth tersebut._ Ada diantara mereka yang selamat & *tidak* terkena luka sedikit pun, seperti *“`para Nabi, para Rasul“`* dan ada diantara mereka yang selamat sampai kesebrang akan tetapi terdapat luka, _karena diatas jembatan As-shiroth atau disekitar shiroth ada besi-besi pengait yang akan *menyambar* orang yang diperintahkan oleh Allāh untuk disambar sesuai dengan dosa yang dia lakukan,_ ada diantara *orang-orang yang beriman yang sampai kesebrang akan tetapi dalam keadaan terluka* & ada diantara orang yang beriman yang jatuh kedalam Neraka.
*Berarti orang yang jatuh kedalam Neraka inilah yang Allāh kehendaki tidak diampuni, artinya Allāh menghendaki untuk di azab, kalau diampuni maka Allāh akan selamatkan dia diatas dari Jahanam dan diselamatkan bisa menyebrangi Jembatan As-shiroth, akan tetapi Allāh menghendaki sebagian pelaku dosa besar diantara orang yang beriman dihendaki untuk tidak diampuni artinya tidak diampuni harus di azab terlebih dahulu dimasukkan ke dalam Neraka di azab sesuai dengan hak nya kemu
dian nanti akhirnya akan di masukan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla ke dalam surga. Setiap muslim akan masuk ke dalam surga sampai para pelaku dosa besar, tapi ada diantara mereka yang langsung & ada diantara mereka yang di azab terlebih dahulu karena dosa yang dilakukan.*

_Pelaku dosa besar_ sebagaimana *“`ini adalah akidah Ahlu Sunnah wal Jamaah di hari kiamat adalah“`*
تحت مشيئة الله
_“Dibawah kehendak Allāh Subhānahu wa Ta’āla”._
*Jika* “`Allāh menghendaki maka Allāh akan mengampuni & kalau Allāh menghendaki maka Allāh tidak mengampuni.“`
وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ
_“dan Allāh masih mengampuni yang selain/yang dibawah itu ”._
لِمَنْ يَشَاء 
_“Bagi siapa yang dikehendaki oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla”._
*“`Di antara contoh kesyirikan adalah menyembelih untuk selain Allāh“`* 

*Menyembelih adalah ibadah*
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

[QS Al-An’am 162, 163]
_“katakanlah sesungguhnya shalatku dan sembelihanku, hidup & matiku adalah untuk Allāh Rabbul ‘alamin”._
Shalatnya adalah untuk Allāh tidak boleh seseorang melakukan shalat untuk selain Allāh  Subhānahu wa Ta’āla, 
وَنُسُكِي 

Demikian pula untuk sesembelihannya – نُسُكِي – artinya sesembelihan, Sebagaimana Sabda Nabi ﷺ. 

Hendaklah engkau menyembelih sebuah sesembelihan 
_“katakanlah sesungguhnya shalatku dan sembelihanku, hidup & matiku_

لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
 Hanya untuk Allāh”.
*“`Tidak boleh diserahkan kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla.“`* 
_Orang yang menyerahkan sembelihan kepada selain Allāh maka dia telah menyekutukan Allāh didalam ibadah tersebut._
Demikian pula firman Allāh 
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

[QS Al-Kautsar 2]
_*“hendaklah engkau shalat untuk Rabb mu & hendaklah engkau menyembelih untuk Rabb”.*_
“Shalat untuk Allāh”.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ 
Demikian pula 

 وَانْحَرْ
*“Hendaklah engkau menyembelih hanya untuk Allāh Subhānahu wa Ta’āla”.*
_Dalam sebuah hadits, Ali bin Abi Tholib radiallahu anhu mengatakan_
حدثن رسول الله صلى الله عليه وسلم بأربعة كلمة 
“Rasulullãh mengabarkan kepada dengan *empat kalimat*”.
_yang pertama_
لَعَنَ اللهُ مَن ذَبَحَ لِغَيرِ اللهِ
_“Allāh melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla”._
*“`Dilaknat oleh Allāh & di doakan oleh Rasulullãh supaya orang tersebut mendapatkan laknat dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla“`*
Yang dimaksud dengan _*laknat adalah dijauhkan dari rahmat Allāh*_ 
Diantaranya adalah _orang yang menyembelih untuk selain Allāh._
“`Apa yang dimaksud menyembelih untuk selain Allāh?“`
*Menyembelih seekor hewan dengan tujuan bertakarub / mendekatkan dirinya kepada makhluk tersebut.*
_Kata beliau disini_

كمن يذبح للجن 
Seperti orang yang menyembelih dengan maksud bertakarub & mendekatkan diri kepada Jin 

*Maka* ini Adalah termasuk *syirik kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.* Dan Jin disini oleh manusia dinamakan dengan banyak nama, ada yg dinamakan *“`penguasa laut selatan, dinamakan dengan mbah fulan, kiyai fulan, nyai fulan, mereka semua adalah Jin.“`* Meskipun diberi nama oleh manusia dengan berbagai nama, seperti yang terjadi misalnya di negara kita terkadang setiap tahun atau setiap waktu tertentu menyembelih seekor kerbau atau menyembelih seekor hewan kemudian di lempar ke laut atau dilempar ke sungai dan tujuannya adalah untuk mendekatkan diri kepada yang menunggu dari sungai ataupun laut tersebut, supaya tidak terjadi banjir, supaya tidak memudharati orang-orang yang tinggal di sekitar sungai tersebut. *Maka ini adalah termasuk syirik kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla & bahkan ini adalah termasuk syirik besar, yang mengeluarkan seseorang dari Islām membatalkan amalannya, kalau dia meninggal dunia dalam keadaan berbuat syirik ini maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak akan mengampuni dosanya.* 
كمن يذبح للجن أو للقبر

_“Atau dia menyembelih untuk kuburan”._
Maksudnya adalah untuk yang dikuburkan di tempat tersebut, meskipun yg dikuburkan a
dalah *seorang Nabi,* kalau dia menyembelih seekor hewan dengan tujuan untuk *bertakarub kepada yang dikuburkan baik itu seorang nabi atau seorang wali atau orang yang sholeh sekalipun maka ini adalah termasuk syirik* 
إن الله لا يغفر أن يشرك به 
_“Allāh tidak akan mengampuni dosa syirik”._
واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئا 
_“Hendaklah kalian menyembah Allāh & janganlah menyekutukan Allāh dengan sesuatu apapun”._
Sesuatu apapun masuk didalamnya adalah para nabi, oleh karena itu orang-orang nashrani, mereka adalah orang-orang _*musyrik*_ meskipun mereka menyembah seorang Nabi sekalipun, *Nabi Isa alaihi salam yang disembah oleh orang-orang nashrani adalah seorang Nabi yang mulia, bahkan termasuk Ulul ajmi, termasuk 5 Nabi yang paling utama /yang afdhol, disembah oleh orang-orang Nashrani.* 
_Disembah oleh orang-orang Nashrani, apakah berarti mereka bukan orang-orang yang musyrik?_
*kita katakan tetap orang musyrik*
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ 

[QS Al-Ma’idah 72]
_“Sungguh kafir orang-orang yang mengatakan bahwasanya Al-Masih (Nabi Isa) adalah Allāh”._
“`Dan apa yang beliau sebutkan hanyalah sekedar contoh, disana banyak contoh² kesyirikan yang tidak beliau sebutkan disini karena ini adalah kitab yang ringkas.“` 

_*Abdullāh Roy*_

_Di kota Al-Madīnah_
 Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*

═══════ ❁ ❁ ═══════

Diposkan pada hsi

HSI Pembatal Keislaman 10

══════❁﷽❁══════
*_Syirik menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’ala pembatal ke-Islaman yang paling besar._*
“`Dalilnya adalah firman Allāh Subhānahu wa Ta’ala:“`
,إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
_Allāh sebutkan ayat ini dengan lafadz yang sama dengan dua tempat didalam surat An-Nisa_
,إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاء

[QS An-Nisa:48]
*”Sesungguhnya Allāh tidak akan mengampuni dosa syirik “*
_Allāh mengatakan:_
لَا يَغْفِرُ
*” Allāh tidak akan mengampuni dosa syirik”*
_Padahal Allāh Subhānahu wa Ta’ala adalah Al-Ghofur – Yang Maha Pengampun, Al-Ghofar, Al-Ghofir,_ *tapi ketika Allāh Subhānahu wa Ta’ala dimaksiati dengan As-Syirk – dengan menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’ala maka Allāh tidak akan mengampuni dosa tersebut*
,إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ 
“sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta’ala tidak akan mengampuni dosa syirik”
Orang yang melakukan *dosa syirik* dan dia bertemu dengan Allāh Subhānahu wa Ta’ala dalam keadaan membawa dosa syirik _maka dia akan diadzab dan tidak ada ampunan bagi orang yang melakukan dosa syirik._
Yang dimaksud dengan bahwasanya Allāh _tidak mengampuni dosa syirik ini_ adalah “`apabila seseorang bertemu dengan Allāh Subhānahu wa Ta’ala pada hari kiamat, mati dalam keadaan membawa dosa syirik ini dan dia tidak bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta’ala.“`
Apabila dia bertemu pada hari kiamat dengan Allāh Subhānahu wa Ta’ala dengan *membawa dosa syirik* ini dan dia _tidak bertaubat_ ketika masih hidup *maka inilah dosa yang tidak akan diampuni oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala.*
Adapun _orang yang dimasa hidupnya meskipun dia melakukan dosa syirik yang besar yang membatalkan ke-Islaman_ apabila *dia bertaubat* sebelum dia meninggal dunia *maka Allāh akan dosanya.* Yang dimaksud dengan 
,إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ 
_Adalah apabila seseorang meninggal dunia bertemu kepada Allāh Subhānahu wa Ta’ala (bertemu dengan Allāh) dalam keadaan membawa dosa Syirik besar ini._
_Dan yang menjelaskan ini disebutkan didalam hadits,_
Rasulullãh mengatakan 
من مات وهو يدعو من دون الله ندا دخل النار

*”Barangsiapa yang mati dalam keadaan dia menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’ala*
دخل النار
_*”maka ia masuk kedalam Neraka”*_
“`Beliau mengatakan:“`
من مات وهو يدعو من دون الله ندا 
_”seorang yang yang meninggal dunia dalam keadaan dia berdoa kepada selain Allāh, dalam keadaan ia menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’ala “_
*Inilah orang yang masuk kedalam Neraka dan dialah yang tidak akan diampuni oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala.*
Dalam hadits yang lain beliau mengatakan 
مَنْ لَقِيَ اللَّهَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، 
_”barangsiapa yang bertemu dengan Allāh”_
يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا

_”dalam keadaan dia menyekutukan Allāh”_
دَخَلَ الْجَنَّةَ
*”maka dia masuk kedalam Neraka”*
Menunjukkan bahwasanya maksud firman Allāh Subhānahu wa Ta’ala:
,إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ 
Adalah apabila seseorang _meninggal dunia dalam keadaan tidak bertaubat_ dari kesyirikan tersebut bertemu dengan Allāh dihari Kiamat dalam keadaan membawa dosa Syirik. 
Inilah yang dimaksud dengan *tidak diampuni.* Adapun _orang yang sebelum dia meninggal dunia bertaubat kepada Allāh_ dengan *Taubat yang nashuha* sebesar apapun dosanya akan *diampuni oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala,* _semuanya, baik berupa Syirik, berupa Kufur, berupa Nifaq kalau dia bertaubat sebelum waktunya / sebelum dia meninggal dunia maka akan diampuni oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala._
 {قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ}

[QS Az Zumar :53]
“`”Katakanlah wahai hamba²-Ku“`
الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ 
“`”yang telah berlebih-lebihan terhadap dirinya sendiri”

Yaitu melakukan ke
maksiatan.“`
 لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ 
“`”Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allāh Subhānahu wa Ta’ala ““`
*Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allāh.* Allāh Subhānahu wa Ta’ala melarang hamba-Nya berputus asa dari rahmat-Nya 
إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا 
*” sesungguhnya Allāh mengampuni seluruh dosa”*
_Allāh mengatakan – جميعا – semuanya tidak ada yang dikecualikan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala._ Maksudnya adalah dosa yang dilakukan & seseorang yang melakukannya bertaubat sebelum ia meninggal dunia. 
إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا 
_Selama dia bertaubat sebelum dia meninggal dunia_ *maka Allāh Subhānahu wa Ta’ala mengampuni dosanya,* meskipun berupa kesyirikan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’ala. 
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيم

*”sesungguhnya Allāh Dia-lah Yang Maha Pengampun & juga Maha Penyayang”*
_Maksud dari_
إِنَّ اللَّه لا يغفر انيكسرت به 
Maksudnya adalah apabila seseorang bertemu dengan Allāh Subhānahu wa Ta’ala dalam keadaan membawa dosa Syirik. 
_*Abdullāh Roy*_

_Di kota Al-Madīnah_
Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*
═══════ ❁ ❁ ═══════

Diposkan pada hsi

HSI Pembatal Keislaman 09

══════❁﷽❁══════
“`Penjelasan Kitāb Nawāqidhul Islām IX“`

_Didalam Al-Quran Allah Subhanahu wa Ta’ala,_ ketika menyebutkan *perkara² yg diharamkan* _pertama kali yang Allāh sebutkan adalah masalah_ *Syirik kepada Allāh Subhānahu wa Ta’ala*
قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ 

[QS Al-An’am 151]
_”Katakanlah wahai Muhammad -wahai orang-orang musyrikin kemarilah kalian aku bacakan kepada kalian perkara yang diharamkan  Rabb kalian yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala._
_Karena orang-orang musyrikin mereka sangat berdusta atas nama Allah subhanahu wa Ta’ala . Mengharamkan sesuatu yang dihalalkan._
*Maka* Allah berkata kepada Nabi-Nya

_”Katakanlah wahai Muhammad” -wahai orang-orang musyrikin kemarilah kalian aku bacakan kepada kalian perkara2 yang diharamkan  Rabb kalian yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala”_
أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

_*Supaya kalian tidak menyekutukan Allah sedikitpun.*_
Disebutkan disini yang pertama kali yaitu *masalah Syirik*
Dan Allah Subhānahu wa Ta’ala ketika menyebutkan tentang _hak-hak yang 10 didalam surat An-Nisa,_ *Hak yang pertam* yang Allah sebutkan adalah *hak untuk Allah Subhānahu wa Ta’ala, sebelum hak yang lain*
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ…

[QS An-Nisa 36]
Disebutkan didalam ayat ini *10 hak,* “`hak untuk Allah , hak untuk keluarga, hak untuk orang miskin, anak yatim, seorang yg musafir, seorang tetangga. Yang pertama kali adalah untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.“`
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
*”Hendaklah kalian menyembah kepada Allah”*
 وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
*”Dan janganlah kalian menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”.*
_Sehingga tidak heran disini, mualif/pengarang menjadikan yang nomor satu adalah_
*الشرك في عبادة الله تعالى*
_Pembatal keIslaman yang pertama adalah *syirik didalam beribadah kepada Allah.*_
“`Kenapa bisa menjadi pembatal?“`
*Karena* Orang yang mengucapkan:
الشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ 
*”Asyhadu an Lā ilāha illallāh”*
_Maknanya dia telah bersaksi dan berikrar dan bersumpah dan mengatakan kepada orang lain bahwasanya *”Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah”*_
 لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ 
 لَا إِلَهَ

Berarti dia telah *menafikan/mengingkari* _ada sesembahan yang berhak disembah kecuali_ *Allah*
Ketika dia mengucapkan

إِلَّا اللَّهُ
*Kecuali Allah* _berarti dia telah menetapkan bahwasanya Allah sebagai satu-satunya sesembahan._
“`Orang yang mengatakan“`
الشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ 
_”Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah dan berhak diibadahi kecuali Allah”_
*Berarti* konsekwensinya *tidak boleh* dia serahkan sebagian ibadah sekecil apapun kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.
_Siapapun dia_ kalau itu selain Allah berarti tidak halal kita serahkan *ibadah* kepadanya. 
_Selain Allah mencangkup diantaranya :_

“`Jin / pohon / batu atau bahkan nabi sekalipun, dia adalah selain Allah, demikian pula Malaikat dia adalah  selain Allah , selain Allah adalah makhluk dan Al-Kholik hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.“`
_Seorang yang mengatakan_
الشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ 
“`Janji dari dia, ikrar dari dia bahwasanya ibadah sekecil apapun tidak akan dia serahkan kepada selain Allah.“`
_Pantang seorang Muslim yang sudah mengatakan_
ْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ 
Menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. 
_Jika seseorang menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allah,_ baik dengan ucapan lisan atau dengan perbuatan atau dengan hatinya , karena ini yang namanya ibadah maka akan kita sebutkan kadang  berupa lisan kadang berupa hati kadang berupa perbuatan.
Apabila ibadah tersebut diserahkan kepada selai
n Allah berarti dia telah *membatalkan ucapannya*
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ 
الشرك في عبادة الله تعالى
Menyekutukan didalam beribadah kepada Allah.
Yang dimaksud dengan Iibadah disebutkan oleh para ulama adalah 
 اسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضاه، من الأقوال والأعمال الباطنة والظاهرة،
Apa yang dimaksud *ibadah* : _yang tidak boleh kita serahkan kepada selain Allah,_ para ulama telah menerangkan yang dimaksud dengan ibadah adalah:
*_Seluruh perkara yang dicintai dan yang diridhoi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik berupa ucapan maupun perbuatan yang dhohir maupun yang batin._* Hendaklah seorang muslim memahami perkara ini jangan sampai dia tidak mengetahui apa makna ibadah apa perkara yang harus diserahkan kepada Allah yang berupa ibadah dan apa yang *tidak boleh* diserahkan kepada selain Allah. Orang yang tidak mengetahui makna ibadah _dikhawatirkan dia akan menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allah,_ segala sesuatu yang dicintai yang diridhoi oleh Allah _*itulah yang dinamakan ibadah.*_
Dari mana kita tahu bahwa itu sesuatu ucapan atau perbuatan dicintai dan diridhoi oleh Allah, tidak ada jalan lain kecuali dari kabar yang Allah kabarkan didalam *Al-quran atau melewati lisan Rasulullãh ﷺ, , sebagai utusan.* Itulah sumber dimana kita bisa mengetahui sesuatu itu ibadah atau tidak, sesuatu itu dicintai oleh Allah. 
Kita akan mengetahui disana ibadah berupa ucapan maupun perbuatan yang dicintai dan diridhai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala. 
Terkadang Allāh Subhānahu wa Ta’ala menyebutkan didalam Al-Quran, Allāh mencintai golongan fulan 
والله يحب الصابرين 
*”Allāh mencintai orang-orang yang bersabar”*
Allāh mengabarkan bahwasanya disini Allāh mencintai orang-orang yang bersabar. Menunjukkan bahwasanya *sabar adalah ibadah,* _kenapa demikian?_
*Karena* Allāh mengabarkan Allāh mencintai orang-orang yang bersabar. 
إن الله يحب المحسنين 
*”sesungguhnya Allāh mencintai orang-orang yang berbuat baik”*
Menunjukkan bahwasanya ikhsan / berbuat baik kepada orang lain adalah ibadah, karena dia dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala. 
Dan Allāh mengabarkan bahwasanya Allāh mencintai orang-orang yang bertaubat kepada-Nya, menunjukkan bahwasanya *Taubat adalah termasuk ibadah.*
_Dan terkadang Allah mencintai sebuah amalan ataupun ucapan, dari mana kita tahu? Karena diperintahkan oleh  Allāh Subhānahu wa Ta’ala._
Allāh Subhānahu wa Ta’ala mengatakan :
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ 
*”dan hendaklah kalian mendirikan shalat, membayar zakat “*
Disini Allāh tidak mengatakan, Allāh mencintai orang-orang yang shalat, tetapi Allāh mengatakan :
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ 
*” dan hendaklah kalian mendirikan shalat “*
_Dari mana kita tahu bahwasanya shalat adalah ibadah?_
*Karena* Allāh memerintahkan dan Allāh tidak memerintahkan dengan sesuatu kecuali sesuatu tersebut dicintai dan diridhai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala. Berarti kita tahu bahwasanya _*shalat adalah ibadah karena ibadah diperintahkan oleh Allāh dan segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allāh berarti itu adalah dicintai oleh Allāh & diridhai, dan kalau dicintai & diridhai berarti dia adalah ibadah.*_
Dan terkadang kita mengetahui ketika Allāh Subhānahu wa Ta’ala memuji sebagian orang, sebagaimana ketika Allāh memuji orang yang menunaikan nazarnya 
 يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا 

[QS Al-Insan 7]
يُوفُونَ بِالنَّذْر
*”Allāh memuji orang-orang yang menyempurnakan Nazarnya”*
_Ketika dia bernazar mewajibkan atas dirinya sesuatu yang sebenarnya tidak wajib, bernazar dengan ke-Ta’atan, kemudian dia menyempurnakan nazarnya maka ini dipuji oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala, adapun orang yang tidak menunaikan nazarnya maka ini adalah tercela. Allah Subhānahu wa Ta’ala memuji, menunjukkan bahwasanya Allāh mencintai perbuatan tersebut_
اسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضاه، 
Segala perkara yang dicintai dan diridhai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala 
 من الأقوال والأعمال 
“`Baik berupa ucapan maupun perbuatan 
Dzikir kepada Allāh, membaca Al-quran, mengucapkan tasbih, tahmid, tahlil, shalawat ini semua ad
alah ibadah yang berupa ucapan dicintai dan diridhai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala. 
Berupa amalan seperti melakukan shalat, atau amalan harta dia melakukan zakat, bershodaqoh maka ini adalah berupa amalan“` 
الظاهرة والباطنة
_”Yang dhohir maupun  yang batin”_
*Yang dhohir* artinya kelihatan oleh orang lain, adapun yang batin apa yang ada di dalam hati manusia, rasa tawakal kepada Allāh, rasa cinta kepada Allāh, rasa takut kepada Allāh, Al-inabah kepada Allāh Subhānahu wa Ta’ala. _Ini adalah amalan-amalan hati dan semuanya masuk didalam kategori ibadah._
Semua ibadah tersebut harus diserahkan hanya kepada *Allāh* _tidak boleh sedikitpun / secuil pun_ diserahkan kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta’ala. _Barang siapa yang menyerahkan sebagian ibadah dari ibadah² tadi kepada selain Allāh maka dia telah masuk didalam_
 الشرك في عبادة الله 
*Menyekutukan didalam beribadah kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta’ala & ini adalah pembatal ke-Islam-an yang paling besar.*

*_Abdullāh Roy_*

_Di kota Al-Madīnah_
Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*
═══════ ❁ ❁ ═══════

Diposkan pada hsi

HSI Pembatal Keislaman 08

═════❁﷽❁═════
“`Penjelasan Kitāb Nawāqidhul Islām VIII“`

*بِــسم الله الرحمن الرحيم*
آعلم أنّ من أعظم نواقض الإسلام عشرة:
_Beliau mengatakan_ :

“`”ketahuilah sesungguhnya termasuk Nawāqidhul Islām (pembatal-pembatal keIslaman) yang paling besar ada 10″.“`
*’ilam – آعلم – artinya adalah ketahuilah.*
Dan kalimat ini digunakan oleh _orang arab_ untuk memberi tahu bahwasanya apa yang akan dia katakan adalah sesuatu yang *penting.* Dia mengatakan kepada orang yang diajak bicara *- آعلم -* _ketahuilah_, supaya orang yang mendengar yang diajak bicara *memperhatikan & dia sadar* bahwasanya dia akan mendengar sesuatu yang sangat penting, sehingga dia mengatakan *-  آعلم  – ketahuilah*, _karena Allāh menggunakan kalimat ini didalam Al-Qur’an_, diantaranya adalah :
“`Firman Allāh 
فَاعْلَمْ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ… 

[QS Muhammad 19]
“ketahuilah bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allāh ““`
Digunakan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla didalam Al-Qur’an  menggunakan kalimat *-  فَاعْلَمْ -* _untuk menunjukkan setelahnya adalah perkara yang besar yang hendaknya kita seksama didalam mendengarkan perkara yang besar tersebut._
أنّ *من أعظم* نواقض الإسلام 
*Diantara pembatal-pembatal keIslaman yang besar – عشرة – ada sepuluh.*
_Ucapan beliau_ *- من أعظم -* diantara yang paling besar menunjukkan bahwasanya disana sebenarnya _banyak pembatal-pembatal keIslaman,_ *akan tetapi* yang paling besar / yang paling penting / yang sering terjadi adalah _sepuluh perkara – sepuluh pembatal yang akan beliau disebutkan,_ dan sebenarnya pembatal-pembatal keIslaman banyak bukan hanya terbatas pada apa yang akan beliau sebutkan. *Bahkan* disana ada sebagian ulama yang menghitung _sampai 400 pembatal,_ tapi disini _beliau rahimahullah_ menyebutkan 10 dan ini adalah yang paling besar /yang paling penting. 
① *Al-awalu* yang pertama kata beliau 
*الاول*: الشرك في عبادة الله تعالى
*”Syirik didalam beribadah kepada Allāh Ta’āla’*
“`؛ والدليل قوله تعالى : 

إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ 

[QS An-Nisa’ 48]

 ومـنه : الذبح لغير الله؛ كمن يذبح للجن، أو القبر
Dalilnya Adalah firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla:
“sesungguhnya Allāh tidak mengampuni dosa syirik & masih mengampuni dosa yang lain bagi siapa yang dikehendaki ““`
_Diantara contoh nya_
ومـنه : الذبح لغير الله؛ كمن يذبح للجن، أو القبر
Adalah *menyembelih untuk selain Allāh,* seperti orang yang menyembelih untuk _jin atau untuk kuburan._ 
*Ini* adalah _pembatal keIslaman yang pertama_ beliau sebutkan secara ringkas dengan menyebutkan salah satu diantara dalilnya *- الأول – yang pertama adalah syirik didalam beribadah kepada Allāh.*
Kenapa beliau disini menyebutkan *syirik* pada _nomor yang pertama?_
_*Karena syirik adalah Dosa yang paling besar.*_
Tidak ada dosa yang Allāh dimaksiati dengannya _yang lebih besar daripada syirik kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla._
Rasulullãh ﷺ bersabda :
أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ ؟
“maukah aku kabarkan kepada kalian ِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ  *dosa² besar yang paling besar* ”
_Lebih besar dari berzina, lebih besar dari membunuh._ Seandainya seseorang berzina 1000 kali & membunuh 1000 kali, _maka dosa syirik ini lebih besar dari pada dosa tersebut._
*Akbarul kabair –  أَكْبَرِ الْكَبَائِرِ  – kata Rasulullãh ﷺ ini adalah Dosa yang paling besar  tidak ada dosa yang lebih besar daripada syirik.*
Kemudian beliau mengatakan 
*الإِشْرَاكُ بِاللهِ*
_Diantaranya yang pertama yang paling besar adalah_ *”menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’āla”* 
Di dalam hadits yang lain beliau ditanya oleh sebagian shahabat 
يا رسول الله :أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ عِنْدَ اللهِ ؟
“`“Ya Rasulullãh, Dosa apa yang paling besar disisi Allāh?”
Dosa yang paling besar disisi Allāh, apakah dosa tersebut? Beliau bertanya kepada Rasulullãh ﷺ, maka Rasulullãh ﷺ mengatakan :

أَنْ تَجْعَلَ لِلّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَك
َ.
“Engkau menjadikan sekutu bagi Allāh & engkau tau bahwasanya Dia-lah yang telah menciptakan dirimu ”
أَنْ تَجْعَلَ لِلّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ.
” engkau menjadikan sekutu bagi Allāh didalam beribadah kepada-Nya, menyerahkan ibadah kepada Allāh dan juga menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla ”
وهو خلقك 
” Dan engkau tau bahwasanya Dia (Allāh) Dia-lah yang telah menciptakan dirimu ““`

Seharusnya orang yang *sadar dan beriman* dengan Rububiah Allāh & beriman bahwasanya _Allāh yang mencipta, mencipta dia dan orang-orang sebelumnya, menciptakan langit & menciptakan bumi & menciptakan seluruh alam semesta & tidak ada yang melakukan itu semua kecuali Allāh,_ *seharusnya* orang yang demikian hanya menyerahkan ibadah nya kepada *Allāh Subhānahu wa Ta’āla.*
Ini adalah tuntutan keimanan dia, tuntutan keimanan dia *_bahwasanya Allāh satu – satunya yang mencipta._* Hendaklah dia hanya menyembah kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla 

ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ ۚ.. 

_[Surat Al-An’am 102]_
_”itulah Rabb kalian yang tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Dia, خَالِقُ كُلِّ شَيْ Dia lah yang menciptakan segala sesuatu – فَاعْبُدُوهُ – maka hendaklah kalian menyembahNya “_

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

_[QS Al-Baqarah 21]_

_” wahai manusia sembahlah Rabb kalian – اعْبُدُوا رَبَّكُم – sembahlah Rabb kalian,_
_*Siapa Rabb kalian?*_
الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
*_”Rabb kalian yang berhak untuk disembah adalah yang menciptakan kalian & menciptakan orang-orang sebelum kalian supaya kalian bertakwa “_*
Inilah *Dzat yang berhak untuk disembah, yang mencipta, adapun yang tidak mencipta, seekor lalat pun dia tidak bisa mencipta maka bagaimana dia berhak untuk disembah.* 
أَنْ تَجْعَلَ لِلّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ
_Dosa yang paling besar adalah engkau menyekutukan atau menjadikan sekutu bagi Allāh, sedangkan engkau tahu bahwasanya Allāh yang telah menciptakan kamu._ 
“`Oleh karena itu disini beliau menyebutkan pada nomor yang pertama.“`

*_Abdullāh Roy_*

_Di kota Al-Madīnah_
Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*
═══════ ❁ ❁ ═══════

Diposkan pada hsi

HSI Pembatal Keislaman 07

══════❁﷽❁══════
“`Penjelasan Kitāb Nawāqidhul Islām VII“` 
_Beliau mengatakan :_
*بِــسم الله الرحمن الرحيم*
“`”Dengan nama Allāh yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang ““`
_Dan beliau memulai kitab beliau dengan_ *Basmallah*, meniru didalam Al-Qur’an. “`Dimana Allāh Subhānahu wa Ta’āla memulai Al-Qur’an dengan Basmallah.“`
Demikian pula meneladani Rasulullãh ﷺ karena dahulu beliau menulis surat² maka beliau memulai dengan *Basmallah*. _Sebagaimana ketika beliau menulis kepada Raja Romawi, Raja Persia & juga  yang lain, dan didalam Al-Qur’an ketika Nabi Sulaiman ‘alaihi salam mengirim surat kepada Bilqis, beliau memulai dengan Basmallah_
“`إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
“kata Ratu Bilqis – ini adalah dari Sulaiman – dan isinya – بِــسم الله الرحمن الرحيم  – ”

[QS An-Naml 30]“`
*Memulai sebuah risalah memulai sebuah kitab dengan Basmallah maka ini meniru apa yang ada di dalam Al-Qur’an dan juga dilakukan oleh sebagian Nabi demikian pula dilakukan Rasulullãh ﷺ.*
Makna memulai dengan Basmallah maksudnya adalah _memohon pertolongan kepada Allāh._ Karena – ب – didalam ucapan bismillah ini adalah – ب – al istianah (yang maknanya istianah). 
_Istianah artinya memohon pertolongan._

*بِــسم الله*
“`”Dengan menyebut Nama Allāh ““`
Maksudnya adalah *aku memohon pertolongan kepada Allāh, dengan menyebut nama-Nya. Ismullah : dengan  nama Allāh. Nama Allāh disini mencakup semua nama Allāh.* Didalam _bahasa Arab_ apabila kalimat yang mufrad kata yang mufrad (tunggal) disandarkan maka dia maknanya adalah umum 
*أذكروا نعمة الله* 
“`”hendaklah kalian mengingat nikmat Allāh ““`
Nikmat disini adalah mufrad (tunggal), tapi maksudnya adalah” sebutlah / *ingatlah Nikmat-nikmat Allāh Subhānahu wa Ta’āla* ” 
Demikian pula dalam kalimat Basmallah 
*بِــسم الله*
“`”Dengan menyebut nama Allāh”“`
_Ini Adalah nama-nama Allāh Subhānahu wa Ta’āla, dimana Allāh Subhānahu wa Ta’āla memiliki Asmaul husna,_
“`…وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَىٰ فَادْعُوهُ بِهَا ۖ 

[Surat Al-A’raf 180]
“Dan Allāh memiliki Asmaul husna hendaklah kalian berdoa dengan-Nya ““`
Orang yang mengatakan *bismillah, berarti dia telah ber-Isti’anah,* dengan menyebut _seluruh nama Allāh Subhānahu wa Ta’āla,_ baik yang dia maupun yg tidak dia ketahui. 
*Allāh adalah lafdzul dzalallah, dan dia adalah nama Allāh yang paling A’dzom yang paling besar, nama-nama yang lain dsandarkan kepada nama Allāh.*
_Seseorang mengatakan *Ar-Rohman (الرحمن)* adalah diantara nama Allāh, *Ar-Rohim* adalah diantara nama Allāh, *Al-Azis* adalah diantara nama *Allāh*, _tetapi tidak mengatakan,_ “`”Allāh adalah diantara nama Ar-Rohman” .“`
_Kenapa demikian?_
*Karena lafdzul Dzalallah yaitu Allāh adalah nama Allāh yang paling besar.*
_Disandarkan nama-nama yang lain kepada lafdzul Dzalallah yaitu kepada lafadz Allāh Subhānahu wa Ta’āla._ 
Makna dari Allāh / lafdzul Dzalallah di ambil dari kata _Al-uluhah_ yang artinya adalah *ibadah*, “`Al-illah artinya adalah Al-Ma’bud (yang disembah),“` oleh karena itu makna atau nama Allāh, ini mengandung makna bahwasanya *Allāh Subhānahu wa Ta’āla dialah satu²nya yang disembah*
“`Allāh berasal dari kata Al-Illah & Al-Illah artinya adalah Al-Ma’bud : yang disembah.
Ana Rohman ( الرحمن ) juga termasuk nama Allāh dan maknanya adalah yang maha penyayang diambil dari kata Rohmah. Dan nama Allāh Ar-Rohman mengandung sifat Ar-Rohmah yaitu mengandung sifat kasih sayang. Nama Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah nama yang memiliki makna. Oleh karena itu dinamakan dengan Asmaul husna yang baik karena dia mengandung makna yang paling baik berbeda dengan nama makhluk terkadang seseorang memiliki nama yang baik akan tetapi belum tentu orang yang memiliki nama tersebut adalah orang yang baik. Terkadang seorang pencuri namanya Muhammad, terkadang seorang penjahat namanya Abdullāh. Karena nama yang dimiliki manusia belum tentu dia memiliki sifat didalam nama tersebut
.“`
*Adapun Allāh maka nama-nama Allāh mengandung sifat-sifat, Ar-Rohman dia adalah Maha Penyayang mengandung makna mengandung sifat Rohmah, Ar-Rohim ( الرحيم  ) juga demikian, berasal dari Rohmah dan mengandung makna Rohmah yaitu kasih sayang.*
_Perbedaan antara Ar-Rohman  dengan Ar-Rohim disebutkan oleh para ulama bahwasanya Ar-Rohman adalah kasih sayang Allāh yang mencakup seluruh makhluk / kasih sayang Allāh mencakup seluruh makhluk yang beriman maupun yg tidak beriman, orang yang kafir pun didunia mendapatkan sebagian dari rahmat Allāh, diberikan rezeki, diberikan kenikmatan dan ini semua adalah termasuk Rahmat dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla._
*Adapun Ar-Rohim maka ini adalah kasih sayang Allāh yang Allāh khususkan bagi orang-orang yang beriman, berupa hidayah, berupa ketenangan hidup didunia, berupa kenikmatan dialam kubur, kenikmatan di surga. Ini adalah rahmat Allāh yang Allāh khususkan bagi orang-orang yang beriman.*
“`Ini adalah perbedaan antara Ar-Rohman dengan Ar-Rohim.“`
Oleh karena itu Allāh berfirman:
“`… ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

[QS Al-Ahzab 43]
“dan Dia (Allāh Subhānahu wa Ta’āla) sangat sayang kepada orang-orang yang beriman ““`
*Ar-Rohim adalah kasih sayang Allāh yang khusus Allāh berikan kepada orang yang beriman*
*_Abdullāh Roy_*

“`Di kota Al-Madīnah“`
Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*
═══════ ❁ ❁ ═══════

Diposkan pada hsi

HSI Pembatal Keislaman 06

“`Penjelasan Kitāb Nawāqidhul Islām VI“`
_*Tidak semua orang*_ yang mengucapkan ucapan kekufuran atau mengatakan amalan yang kufur kemudian dihukumi sebagai orang yang musyrik atau kafir, _*karena ada syarat-syarat*_ diantaranya disebutkan oleh para ulama :
“`Orang yang mengatakan itu adalah orang yang baligh / berakal.“`
_Apabila dia belum baligh / anak kecil (misalnya) mengatakan “aku adalah Tuhan” ucapan dia adalah ucapan kufur & tidak diragukan, ini adalah ucapan kufur tapi karena mengucapkan seorang anak kecil yang belum baligh maka tidak dihukumi dia sebagai orang yang kafir._
*رفع القلم عن ثلاثة*
_Diantaranya adalah dari anak kecil sampai dia dewasa, pencatat amal diangkat dari tiga orang diantaranya dari anak kecil sampai dia dewasa_
*و عن الصبي حتى يكبر*
_Demikian pula berakal bila ada seorang muslim yang gila atau tidak waras kemudian dia mengucapkan ucapan yang kufur maka tidak dianggap dia sebagai orang yang kafir, karena dia mengucapkan ucapan ini  dalam keadaan tidak berakal._
Demikian pula orang yang _mabuk_ misalnya dia mengucapkan ucapan yang _kufur_ maka dia tidak dianggap sebagai orang yang *kafir.* Ucapan dia adalah ucapan yang kufur tetapi dia _tidak dianggap sebagai orang yang kafir._ Ini maksudnya. 
Demikian pula diantara syaratnya adalah dia dalam keadaan memiliki _kehendak_ memiliki _pilihan_ & bukan sedang _dipaksa_ oleh orang lain, terkadang seseorang dipaksa untuk mengucapkan ucapan yang kufur atau melakukan perbuatan yang kufur “`padahal didalam hatinya dia mengingkari & tidak mau & beriman kepada Allāh & beriman kepada Rasul & dia merasa yakin dengan seyakin yakinnya dengan Islām tetapi diancam akan dibunuh /akan disiksa dipaksa untuk mengucapkan kalimat kufur. Apabila dia mengucapkan dalam keadaan terpaksa dan dipaksa maka ini tidak mengeluarkan dia dari Islām.“`
*Ucapan dia adalah ucapan yang kufur akan tetapi  tidak dihukumi dia sebagai seorang yang kafir atau musyrik*
“`مَنْ كَفَرَ بِاللَّهِ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِهِ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ وَلَكِنْ مَنْ شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا…. 
“Barangsiapa yang kufur dengan  Allāh setelah keimanan dia 
إلاَّ مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ 
kecuali orang yang dipaksa sedangkan hatinya dalam keadaan –  مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ  – dalam keadaan hatinya tenang &  beriman”

[QS. An-Nahl : 106]“`
Dan ayat ini turun _ketika Ammar bin Yasir radhiallahu anhu dipaksa oleh orang-orang musyrikin untuk mengucapkan kalimat yang kufur, disuruh untuk mencela Rasulullãh ﷺ & saat itu beliau dalam keadaan disiksa sehingga beliau terpaksa mengucapkan ucapan yang kufur padahal didalam hati beliau, beliau tenang dengan keimanan beliau._ 
*إلاَّ مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالْإِيمَانِ*
Rasulullãh ﷺ bersabda 
إِنَّ اللهَ تَـجَاوَزَ لِـيْ عَنْ أُمَّتِيْ الْـخَطَأَ وَالنِّسْيَانَ وَمَا اسْتُكْرِهُوْا عَلَيْهِ. حَسَنٌ رَوَاهُ ابْنُ مَاجَهْ وَالْبَيْهَقِيُّ وَغَيْرُهُمَـا
_”sesungguhnya Allāh telah memaafkan dari umatku kesalahan & juga lupa & apa yang mereka dipaksa untuk melakukan “_
Terkadang seseorang melakukan perbuatan yang kufur mengucapkan ucapan² yang kufur akan tetapi dalam keadaan terpaksa. 
_Ini Adalah diantara Qoidah-qoidah yang disebutkan oleh para ulama._ Jadi mereka *sangat berhati-hati* sekali didalam masalah ini, _tidak mengucapkan ucapan ini tidak meyakini kecuali dengan berdasarkan dalil yang jelas dari Al-Qur’an & Hadits nabi ﷺ._
Dalam suatu hadits Rasulullãh ﷺ bersabda :
“`من  قال لِأَخِيْهِ : يَا كَافِرُ, فَقَدْ بَاءَ بِهَا أَحَدُهُمَا 
“Barangsiapa yang mengatakan kepada saudaranya “hai Kafir”, maka sungguh kekafiran ini kembali kepada salah satu diantara keduanya ““`
Menunjukkan tentang _bahayanya_ hukum ini, yaitu masalah *kekufuran, masalah syirik, masalah nifaq,* seseorang hendaklah _berhati-hati_ didalam masalah ini & *menghukumi dengan jelas* bahwasanya bahwasanya” si Fulan adalah kafir /si fula
n adalah musyrik ” *ini dilakukan oleh para ulama yang sudah dalam keilmuannya yang terpenuhi didalamnya syarat-syarat seorang Mufti.*
_Maka inilah ulama ulama yang *berhak* mengatakan” si fulan adalah kafir, si fulan adalah Musrik._

_*Abdullāh Roy*_

_Di kota Al-Madīnah_
Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*