Diposkan pada Uncategorized

HSI MAHAZI – 09 KEWAJIBAN HAJI

1.    NIAT DARI MIQAT
Miqat adalah tempat start memulai Ihrom. Seseorang yang ingin Haji dan Umrh tidak boleh melewati Miqot kecuali setelah berniat sebelumnya
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : Miqat2 tsb adalah untuk penduduknya dan untuk setiap orang selain penduduknya yang melewati dari orang2 yang ingin haji dan umroh. HR Bukhari dan Muslim

2.    AL HALQ
Artinya menggundul dengan pisau. Atau At-Taktsiiru yang artinya memendekkan rambut ketika akan halal dari Haji dan Umroh. Dalilnya adalah firman Allah : “Sungguh Allah akan membuktikan kepada Rasulnya tentang kebenaran mimpi. Sungguh kalian akan memasuki masjidil haram jika Allah menghendaki dalam keadaan aman dengan menggundul rambut kalian dan memendekkannya sedangkan kalian tidak merasa takut”. Qs Al Fath 48 : 27.
Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : Ya Allah ampunillah orang2 yang menggundul. Maka mereka berkata : Wahai rasulullah dan orang2 yang memendekkan rambutnya. Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : Ya Allah ampunilah orang2 yang menggundul. Mereka kembali berkata : Wahai rasulullah, dan orang2 yang memendekkan rambutnya. Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : Ya Allah, ampunilah orang2 yang menggundul, maka kembali mereka berkata : Wahai Rasulullah, dan orang2 yang memendekkan rambutnya. Kemudian akhirnya Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : Dan orang2 yang memendekkan rambutnya. HR Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah ra
Ayat diatas menunjukkan disyariatkannya menggundul dan memendekkan rambut ketika akan halal dari Haji dan Umroh

3.     Wukuf di Arafah sampai tenggelam matahari bagi orang yang wukuf dari siang hari.
Berkata Jabir rhadiyallahu anhu menyifati wukuf Nabi, maka senantiasa beliau wukuf sampai tenggelam matahari dan sampai hilang warna kuning sedikit sehingga tenggelam seluruh bulatan matahari (HR Muslim), dan kita diperintahkan mengikuti Nabi dalam manasik Haji
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda hendaklah kalian mengambil dariku manasik kalian, karena sesungguhnya aku tidak tahu mungkin aku tidak haji lagi setelah ini (HR Muslim)
Seandainya meninggalkan Arafah sebelum maghrib diperbolehkan, niscaya beliau sudah memberikan keringanan untuk orang2 yg lemah sebagaimana beliau memberi keringanan bagi mereka ketika meninggalkan Musdalifah menuju Mina pada akhir malam. Ketika beliau tidak memberikan keringanan menunjukkan bahwa wukuf di Arafah sampai tenggelam matahari adalah sebuah kewajiban, dan pendapat bhw wukuf di Arafah merupakan kewajiban haji dan org yg tdk wukuf sampai tenggelam matahari harus membayar dam adalah pendapat al Imam Hambali dan al Imam Ahmad, semoga Allah merahmati keduanya. 

Adapun Imam Syafi’i berpendapat bhw org yg tdk wukuf di Arafah sampai tenggelam matahari dan meninggalkan arafah sebelum terbenam matahari maka tidak terkena dam.

4.    BERMALAM DI MUSDALIFAH, berdasarkan Qs Al Baqarah 198.
Yg dimaksud al masy’aril harrom = muzdalifah. Dulu Nabi bermalam di Musdalifah sampai pagi dan beliau memberikan keringanan bagi orang2 yang lemah, para wanita dan anak2 untuk meninggalkan Musdalifah menuju Mina di akhir malam (HR Bukhari dan Muslim)
Keringanan bagi golongan 2 ini menunjukkan bhw bermalam di Musdalifah hukumnya wajib. Ini pendapat kebanyakan para ulama diantaranya al imam Asy-Syafi’i rahimahullah
Menurut pendapat al imam syafii dan al imam ahmad ibnu hambal – semoga Allah merahmati keduanya, orang yang datang sebelum pertengahan malam diwajibkan bermalam di musdalifah sampai pertengahan malam dan orang yg dtg setelah pertengahan malam maka seandainya dia berdiam sesaat di musdalifah maka itu sudah mencukupi.

5.    MELEMPAR JUMROH al-Aqobah pada hari an-Nahr, yaitu 10 Dzulhijjah baik sebelum zawwal (tergelincirnya matahari), atau masuknya shalat dzuhur, atau sesudahnya; serta melempar 3 jumroh : Suro, Wustho dan Kubro/Aqobah pada hari2 tasyrik setelah tergelincirnya matahari.
Dalil atas wajibnya melempar jumroh adalah hadits Ashim ibnu Adi rhadiyallahu anhu bahwa Rasulullah memberikan keringanan pada para gembala dalam bermalam. Mereka melempar pada hari Raya, dan 2 hari setelahnya yaitu tgl 11 dan 12 mrk kumpulkan pada salah satu diantara keduanya (shahih, HR an-Nasa’i). Penggembala = orang2 yang menggembala hewan2 yang akan dipotong di musim haji. Bermalam = bermalam di Mina. Beliau tetap mengharuskan para penggembala untuk melempar walau dijamak lemparan 2 hari.
Dalil bahwa melempar jumroh aqobah bisa sebelum atau setelah dzuhur : Hadits Jabir : Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam melempar jumroh pd hari raya ketika waktu dhuha, adapun setelah itu maka beliau melempar setelah tergelincir matahari (HR Muslim)
Dalam hadits yang lain : Disaat hari raya aku melempar setelah aku melewati waktu sore, maka Nabi menjawab tidak mengapa, shahih HR Bukhari. Dan dalil bahwa melempar pada tgl 11, 12, dan 13 wajib dilakukan setelah waktu dzuhur selain pada hadits Jabir adalah hadits Ibnu Umar r anhuma : Kami dulu menunggu waktu maka jika matahari tergelincir, kamipun melempar. HR Bukhari.


6.    BERMALAM DI MINA, pada hari2 tasyrik (tgl 11, 12 dan 13) 3 malam bagi yang mutaakhirin dan 2 malam bagi yang mutaajilin.
·      Muta’akhirin adalah orang2 yang menunda kepulangan dan meninggalkan Mina tanggal 13 Dzulhijjah setelah melempar jumroh Kubro, Wustho dan Aqobah. ·      Muta’ajilin adalah orang2 yang menyegerakan kepulangan dan meninggalkan Mina tgl 12 Dzhj setelah melempar jumroh pda waktunya
Dalil : Dan ingatlah Allah pada hari2 yang terhitung, barangsiapa yang menyegerakan pada 2 hari maka tidak ada dosa baginya, dan barangsiapa yang menunda maka tidak ada dosa baginya bagi siapa yang bertakwa. Qs 2:203
Dahulu Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bermalam 3 malam di Mina dan meninggalkan Mina pd tanggal 13 Dzh setelah melempar 3 jumroh setelah tergelincirnya matahari.
Dan didalam hadits Ashim Ibnu Adi rhadiyallahu anhu Nabi memberikan keringanan pada orang2 yang bertugas menggembala untuk tidak bermalam di Mina, demikian pula memberikan keringanan bagi orang2 yang memberikan minum sebegaimana dalam Hadits Ibnu Umar rahiyallahu anhuma : Abbas Ibnu Abdil Muththolib meminta ijin kepada Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam untuk bermalam di Mekkah pada malam2 Mina karena untuk menyediakan minum, yaitu menyediakan minum untuk jamaah haji. Makan Nabi pun mengijinkan. HR Bukhari dan Muslim
Adanya rukhsoh / keringanan bagi orang2 tertentu spt org2 yang memberi minum dan mengurus binatang menunjukkan bahwa bermalam di Mina adalah WAJIB
7.   THOWAF WADA
Wada artinya Perpisahan. Thowaf Wada adalah thowaf yang dilakukan oleh jamaah Haji menjelang safar untuk pulang dan akan berpisah dengan Baitullah
Berkata Abdullah ibnu Abbas : Thowaf wada disyariatkan krn dahulu Nabi Shalallahu Alaihi Wassalah thowaf wada ketika keluar dari kota Mekkah, dan berkata Abdullah Ibnu Abbas : Manusia diperintahkan spy amalan yang terakhir adalah dengan rumah Allah, tapi hal ini diringankan untuk wanita haid. Muttafaqun alaih Yang dimaksud amalan yang terakhir dengan rumah Allah adalah thowaf wada. Segi pendalilan ini : ·      Manusia diperintahkan maksudnya diperintah oleh Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam, dan perintah asalnya menunjukkan kewajiban ·      Keringanan bagi wanita haid (dan nifas) menunjukkan bhw hukum thawaf wada selain orang haid dan nifas adalah WAJIB

Penulis:

Hanya Seorang Abdulloh, yang mengharapkan diri ini, keluarga yang dibina, keturunan-keturunan hingga akhir zaman, kedua orang tua kandung maupun mertua dan saudara-saudara kandung maupun ipar, istiqomah di atas agama Islam sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW, wafat dalam keadaan Mukmin dan khusnul khotimah di hari Jum'at atau dalam keadaan syuhada, dan berkumpul dengan Nabi dan seuluruh kaum muslimin maupun mukminin di Jannatul Firdaus, Aaamiiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.