Diposkan pada Uncategorized

HSI MAHAZI – 08 RUKUN HAJI

11.    Niat Haji atau Ihrom Haji, yaitu bermaksudnya hati untuk masuk kedalam ibadah haji. Dinamakan ihrom karena apabila sudah niat maka diharamkan apa yang sebelumnya dihalalkan seperti memotong kuku, memotong rambut, memakai minyak wangi, dll
Dalil bahwa niat haji adalah rukun adalah sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam : “innamal a’malu bin niat.>> Sesungguhnya amalan-amalan adalah dengan niat”. HR Bukhari dan Muslim

Dan niat dalam ibadah haji sebagaimana ibadah-ibadah yang lain dilakukan dengan hati, dan bukan dengan lisan. Adapun ucapan labbaik allhumma hajjan ini dinamai dengan talbiyyah dan hukumnya sunnah.  Apabila seseorang niat didalam hati dan tidak mengucapkan talbiyyah maka sah hajinya dan orang yang melakukan amalan-amalan haji seperti thawaf, sa’i dan lain-lain kemudian tidak ada niat di dalam hatinya untuk melakukan ibadah haji maka tidak sah hajinya.
22.    WUKUF DI ARAFAH, dan Arafah adalah tempat yang memiliki batas-batas tertentu, dan wukuf di Arafah adalah rukun yang terbesar didalam ibadah haji. Apabila sampai tidak wukuf di Arafah maka tidak sah hajinya. Dalil dalam Al Quran Maka apabila bertolak dari Arafah didalam AlQuran adalah firman Allah Qs 2:198. Firman Allah yang artinya : “apabila kalian bertolak dari Arafah” menunjukkan bahwa mereka dari Arafah sebelumnya, yaitu untuk melakukan wukuf.

Dalam sebuah hadits Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda “Al hajju Arofah >> Haji adalah wukuf di Arafah” Shahih, HR Imam Abu Dawud, At Tirmidzi, An Nasai dan Ibnu Majjah.

Berkata Ibnu Mundzir didalam kitabnya Al Ijma al Ajma’u alla annal wukufa bi Arofah fardhun laa hajjan liman fatahul wukufu bihaa >> dan mereka bersepakat bahwa wukuf di Arafah adalah kewajiban. Tidak ada haji bagi yang tidak wukuf di Arafah”


33.    Thowaf ifadhoh/ thowaf ziaroh / thowaf haji. Yang dimaksud dengan thowaf adalah mengelilingi Ka’bah 7x dengan sifat2 tertentu : Thowaf ifadhoh dilakukan setelah wukuf di arofah dan mabit / bermalam di Musdalifah. Dalilnya adalah firman Allah “Dan hendaklan mereka thawaf dirumah yang kuno yaitu Ka’bah” Qs Al Hajj 29. 

Didalam hadits Aisyah Rhadiyallahu anha menceritakan “Kami haji bersama Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam dan kami telah melakukan thowaf ifadhoh pada hari Kurban yaitu tanggal 10 Dzulhijjah, maka Shofiyyah (salah seorang istri Nabi) haid dan beliau Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam menginginkan seperti yang diinginkan seorang suami kepada istrinya. Maka aku berkata Wahai Rasulullah, sesungguhnya di haid. Nabi bersabda “: Apakah ia akan menghalangi kita ? (apakah dia akan menunda kepulangan kita karena harus menunggu shofiyah suci dan melakukan thowaf ifadhah). Aisyah menjawab : dia telah melakukan thowaf ifadhah pada hari Kurban. beliau Shalallahu Alaihi Wassalam berkata : Kalau demikian keluarlah kalian (maksudnya : keluarlah kalian meninggalkan kota Mekkah menuju Madinah). 

Berkata Ibnu Qudamah (madzhab Hambali), thowaf ifadhah adalah yang tidak sempurna haji seseorang apabila tidak dilakukan, kami tidak mengetahui perselisihan pendapat didalamnya
44.   SA’I yaitu melakukan perjalanan antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak 7x.
Dari Shofa ke Marwah dihitung 1x, dan sebaliknya. Allah berfirman : “Innal shoffa wal marwata min sya’airillah….Qs 2:158

Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda “Hendaklah kalian sa’i karena sesungguhnya Allah telah mewajibkan sa’i atas kalian” HR Ahmad, dishahihkan oleh Syaikh al-Albani

Allah tidak akan menyempurnakan haji dan umroh seseorang yang tidak melakukan thowaf dan sa’i HR Bukhari dan Muslim

Mayoritas ulama diantaranya Imam Malik, Imam Syafii dan Imam Ahmad berpendapat bahwa sai haji adalah rukun2 diantara rukun haji

Iklan

Penulis:

Hanya Seorang Abdulloh, yang mengharapkan diri ini, keluarga yang dibina, keturunan-keturunan hingga akhir zaman, kedua orang tua kandung maupun mertua dan saudara-saudara kandung maupun ipar, istiqomah di atas agama Islam sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW, wafat dalam keadaan Mukmin dan khusnul khotimah di hari Jum'at atau dalam keadaan syuhada, dan berkumpul dengan Nabi dan seuluruh kaum muslimin maupun mukminin di Jannatul Firdaus, Aaamiiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.