Diposkan pada Uncategorized

HSI MAHAZI – 06 BADAL HAJI ATAU MEWAKILI ORANG LAIN DALAM IBADAH HAJI

Disyariatkan untuk mewakili orang lain dalam ibadah haji, baik itu keluarga mapun bukan. 1 orang hanya boleh mewakili 1 orang Orang yang mewakili disyaratkan harus sudah pernah berhaji sebelumnya
Dari Abdullah Ibnu Abbas rhadiyallahu anhuma, Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam mendengar seorang laki2 berkata “labbaika an shubrumah (aku memenuhi panggilanMu ya Allah, untuk shubrummah) , maka Nabi bertanya : siapa subrummah ? saudara laki2ku. Nabi bertanya apakah kamu sudah berhaji untuk dirimu sendiri ? Laki2 itu menjawab belum. Maka Nabi berkata “ Hajilah untuk dirimu sendiri dahulu, kemudian berhajilah untuk shubrumah” shahih HR Abu Dawud dan Ibnu Majjah
Orang yang diwakili hendaknya yang mengetahui amanatnya dan tatacara ibadah haji sesuai sunnah Rasul dan bukan karena harta. Lebih baik keluarga sendiri krn biasanya lebih ikhlas dan lebih sungguh2 didalam mewakili keluarganya untuk berhaji
Orang yang bisa diwakili dalam ibadah Haji ada 3 golongan : 

  1. Yg sudah meninggal. Dalil dari Ibnu Abbas rhadiyallahu anhuma, seorang wanita dari kabilah Juhainnah datang kepada Nabi dan berkata : sesungguhnya ibuku bernadzar untuk berhaji tapi beliau belum berhaji sehingga meninggal dunia. Bolekah aku menghajikan beliau ? Nabi bersabda : Ya, berhajilah untuknya. Apa pendapatmu seandainya Ibumu memilihi kutang, apakah engkau akan membayarkannya ? Tunaikanlah hutang kepada Allah karena Allah lebih berhak kamu tunaikan hutang kepadanya. HR al Bukhori.
  2. Yg sudah tua renta tidak mampu melakukan perjalanan. Hadits Abu Rozin rhadiyallahu anhu (halaqoh 4)
  3. Orang yg sakit dan tidak diharapkan kesembuhannya menurut dokter yang terpercaya, hal ini dikiaskan pada orang tua yang tidak bisa melakukan bepergian.  

aa. Seorang laki-laki boleh mewakili laki-laki (HR Abu Rozin) bb. Seorang wanita boleh mewakili wanita lain sebagaimana kisah wanita dari kabilah Juhainah (HR Ibnu Abbas) cc. Seorang wanita boleh menghajikan laki2 sebagaimana Kisah wanita dari kabilah Qhot’am berkata kepada Rasulullah : Wahai Rasulullah sesungguhnya kewajiban Haji dari Allah atas hamba-hambaNya telah datang sedangkan bapakku dalam keadaan sudah tua renta, tidak bisa tegak diatas kendaraan, bolehkah aku menghajikan untuk beliau ? Rasulullah menjawab : Iya. Kejadian ini terjadi pada saat haji Wada. (Hadits al Bukhari dan Muslim). d.  Seorang laki2 boleh mewakili wanita sebagaimana hadits Ibnu Abbas rhadiyallahu anhuma. Sesungguhnya saudariku bernadzar untuk berhaji dan ia sudah meninggal. Rasul berkata kalau ia punya hutang…dst
Pahala dari haji tersebut adalah untuk yang dihajikan; sedangkan yang mewakili pahala berbuat baik kepada orang lain dan dia bisa mendapat manfaat2 misalnya saat berdoa di Arafah, ketika diatas Safa dan Marwa saat sa’i dll

Iklan

Penulis:

Hanya Seorang Abdulloh, yang mengharapkan diri ini, keluarga yang dibina, keturunan-keturunan hingga akhir zaman, kedua orang tua kandung maupun mertua dan saudara-saudara kandung maupun ipar, istiqomah di atas agama Islam sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW, wafat dalam keadaan Mukmin dan khusnul khotimah di hari Jum'at atau dalam keadaan syuhada, dan berkumpul dengan Nabi dan seuluruh kaum muslimin maupun mukminin di Jannatul Firdaus, Aaamiiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.