Diposkan pada Uncategorized

HSI MAHAZI – 05 MAHROM WANITA KETIKA HAJI

Sebagian ulama mengatakn : termasuk kemampuan bagi seorang wanita muslimah adalah apabila dia mempunyai mahrom. Artinya bila ia punya mahrom maka ia dianggap mampu dan jika tidak punya mahrom dianggap tidak mampu. Bila tidak punya mahrom maka ia tidak diwajibkan melakukan ibadah haji, dan tidak berdosa jika tidak melakukan ibadah haji.
Jika ia berhaji tanpa mahrom dan memenuhi rukun-rukun haji maka HAJINYA SAH namun ia BERDOSA karena menyelisihi syariat. Diantara yang berpendapat demikian adalah al-Imam Ibnu Hanifah dan Imam Ibnu Hambal. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasssalam bersabda : Seorang wanita tidak boleh safar kecuali ada mahromnya dan tidak boleh seorang laki-laki masuk ketempat wanita kecuali wanita tersebut bersama mahrom. Bertanya seorang laki-laki “ Wahai Rasulullah sesungguhnya aku ingin keluar bersama pasukan ini dan itu sedangkan istriku ingin melakukan haji”Maka Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasssalam bersabda : Keluarlah bersama istrimu” HR Muslim
Didalam hadits ini Rasulullah menyuruh suami tersebut untuk meninggalkan jihad dan menemani istrinya berhaji. Ini menunjukkan bahwa wanita diharuskan bepergian bersama mahrom, baik bepergian untuk urusan dunia maupun urusan ibadah. Pendapat inilah yang dikuatkan oleh sebagian besar guru kami dan ulama di Saudi Arabia, Allahu Ta’ala a’lam.
Adapun Imam Malik dan Imam Syafii beliau berdua tidak memiliki mahrom. Mereka mensyaratkan adanya rombongan yang terpercaya sehingga wanita tersebut aman.
Yang dimaksud mahrom adalah suami dan semua laki-laki yang diharamkan untuk menikah dengan wanita itu selama-lamanya. Mahrom karena nasab : bapak, anak laki2, saudara laki2, paman dari pihak Bapak, paman dari pihak Ibu Mahrom karena sebab yang boleh seperti sebab penyusuan, contoh suami dari Ibu yang menyusui pada seorang wanita Mahrom karena sebab perkawinan = bapak mertua, menantu laki-laki, dll. Adapaun saudara sepupu dan ipar bukanlah mahrom

Dalam Islam mahrom sudah ada dalam syariat, dan tidak ada dalam Islam istilah mahrom titipan

Iklan

Penulis:

Hanya Seorang Abdulloh, yang mengharapkan diri ini, keluarga yang dibina, keturunan-keturunan hingga akhir zaman, kedua orang tua kandung maupun mertua dan saudara-saudara kandung maupun ipar, istiqomah di atas agama Islam sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW, wafat dalam keadaan Mukmin dan khusnul khotimah di hari Jum'at atau dalam keadaan syuhada, dan berkumpul dengan Nabi dan seuluruh kaum muslimin maupun mukminin di Jannatul Firdaus, Aaamiiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.