Diposkan pada Uncategorized

HSI MAHAZI – 03 PENGERTIAN, CIRI, KEUTAMAAN HAJI MABRUR DAN CARA MENDAPATKANNYA

Tidak semua orang yang melakukan ibadah haji mendapatkan haji yang mabrur. 
Haji yang mabrur adalah haji yang seseorang mendapatkan pahala yang besar didalamnya.
Dan ciri haji yang mabrur = haji tersebut membawa perubahan pada dirinya kepada yang lebih baik.
Diantara keutamaan haji yang mabrur :

1.    Balasan surga bagi orang yang mendapatkannya. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : “Dan haji yang mabrur, tidak ada balasan baginya kecuali surga HR al-Bukhari dan Muslim

2.    Diampuni dosa-dosanya.
Didalam sebuah hadits, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam mengatakan “Barangsiapa yang berhaji karena Allah kemudian ia tidak melakukan rofats dan tidak melakukan kefasikan maka ia akan kembali seperti ketika dilahirkan oleh ibunya.” HR al-Bukhari dan Muslim

3.    Haji yang mabrur termasuk amalan yang paling afdhol. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam pernah ditanya tentang amalan apa yang paling afdhol, beliau berkata : –       beriman pada Allah dan RasulNya –       jihad di jalan Allah –       haji yang mabrur HR Bukhari dan Muslim



CARA MENDAPATKAN HAJI YANG MABRUR DIANTARANYA  :
1. Ikhlas, yaitu mengharap pahala dari Allah Azza wa Jalla. Allah berfirman “Dan hendaklah kalian menyempurnakan haji dan umroh karena Allah” Qs Al Baqarah 196. Dalam Hadits Qudsi Allah Sunbhanahu wa Ta’ala berkata : “Aku adalah Dzat yang paling tidak butuh dengan sekutu. Barangsiapa yang melakukan sebuah amalan dia menyekutukan Aku didalam amalan tersebut maka Aku tinggalkan dia dan sekutunya” HR Muslim. Maksud Allah meninggalkan dia dan sekutunya adalah Allah tidak memberikan pahala kepadanya. Oleh karena itu seorang calon jamaah haji hendaknya memohon kepada Allah supaya dimudahkan untuk ikhlas dalam beramal, menjauhi riya (ingin dipuji) dan sum’ah (ingin didengar) atau ingin lebih dihormati oleh masyarakatnya atau ingin dipanggil pak haji dan bu haji, karena ini semua bisa menjadi sebab ketidak mabruran haji seseorang
2.    Mengikuti sunnah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam didalam ibadah hajinya.  Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam  bersabda “Hendaklah kalian mengambil dariku manasik kalian, karena sesungguhnya aku tidak tahu mungkin aku tidak haji lagi setelah hajiku ini” HR Muslim.
Oleh karena itu calon jemaah haji hendaknya bersungguh-sungguh dalam mempelajari tatacara haji Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam yang berdasarkan dalil yang shohih dan pemahaman yang benar dan mengamalkannya supaya mendapatkan haji yang mabrur.

3.    Tidak melakukan kemaksiatan dan pelanggaran. Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda “Barangsiapa yang berhaji karena Allah kemudian dia tidak melakukan rofats dan tidak melakukan kefasikan, maka ia akan kembali seperti ketika dilahirkan oleh ibunya” HR Bukhari dan Muslim. Yang dimaksud denga rofats disini adalah jima’ (mendatangi istri) atau pembukaan dari jima’ ketika dalam ihrom. Dan yang dimaksud kefasikan adalah kemaksiatan. Oleh karena itu hendaknya jemaah haji menjaga hati, lisan. Takut kepada Allah dimanapun dia berada, dan apabila dia melakukan kemaksiatan maka hendaknya bersegera bertaubat kepada Allah dengan taubat yang nasuha dan menjaga larangan-larangan ketika berhaji.
4.    Berakhlak yang baik kepada orang lain diantaranya memberi makan kepada orang lain, menyebarkan salam, memperbaiki tutur katanya, dan lain lain. Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda ketika ditanya oleh para Sahabat tentang haji yang mabrur “memberi makan, dan menyebarkan salam”. Didalam riwayat yang lain beliau mengatakan : “memberi makan dan ucapan yang baik” HR Ahmad dalam musnadnya dan Al Hakim dalam Al Mustadrok dan dishahihkan oleh Syaikh Albani rahimahullah.

5.    Menggunakan harta yang halal. Wajib bagi seorang muslim menggunakan harta yang halal supaya menjadi haji yang mabrur. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wassalam bersabda : “Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik, tidak menerima kecuali yang baik” HR Muslim.

6.    Memperbanyak mengingat Allah dalam rangkaian ibadah hajinya. Hendaknya seorang jemaah haji memperbanyak mengingat Allah dengan hatinya, lisannya, mengingat keagunganNya, keEsaanNya, dan tidak menyia-nyiakan masa ibadah haji yang sebentar ini dengan pekerjaan yang sia-sia dan tidak bermanfaat.

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan Bapak dan Ibu untuk mendapat haji yang mabrur.

Iklan

Penulis:

Hanya Seorang Abdulloh, yang mengharapkan diri ini, keluarga yang dibina, keturunan-keturunan hingga akhir zaman, kedua orang tua kandung maupun mertua dan saudara-saudara kandung maupun ipar, istiqomah di atas agama Islam sesuai Sunnah Nabi Muhammad SAW, wafat dalam keadaan Mukmin dan khusnul khotimah di hari Jum'at atau dalam keadaan syuhada, dan berkumpul dengan Nabi dan seuluruh kaum muslimin maupun mukminin di Jannatul Firdaus, Aaamiiin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.