Diposkan pada hsi

HSI 07 – Kajian 15 – al Qur’an 1

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-15 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitab Al-Qurān (Bagian 1)”.

● PENGERTIAN AL-QURĀN SECARA BAHASA

Al-Qurān secara bahasa adalah mashdar dari قَرَأَ, artinya جَمَعَ (yaitu mengumpulkan).

Dinamakan demikian karena Al-Qurān mengumpulkan kisah-kisah, perintah-perintah, larangan-larangan, pahala dan juga ancaman dan juga mengumpulkan ayat-ayat serta surat-surat satu dengan yang lain.

● PENGERTIAN AL-QURĀN SECARA SYARI’AT

Adapun secara syari’at, maka Al-Qurān adalah kalāmullāh yang diturunkan kepada Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam melalui Jibrīl ‘alayhissalām dan ditulis di dalam mushaf dari awal surat Al-Fātihah sampai akhir surat An-Nās.

Allāh telah memberikan keistimewaan yang banyak terhadap Al-Qurān yang tidak dimiliki kitab-kitab sebelumnya, diantaranya:

■ Keistimewaan Pertama | Al-Qurān wajib diimani secara terperinci.

Yaitu dengan:

✓Dibenarkan kabar-kabarnya.

✓Dijalankan perintahnya.

✓Dijauhi larangan-larangannya.

✓Dilaksanakan nasehatnya.

✓Berhukum dengan Al-Qurān di dalam perkara yang kecil maupun yang besar.

✓Dan beribadah kepada Allāh dengan cara yang tercantum di dalamnya dan di dalam sunnah RasulNya shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

■ Keistimewaan Kedua | Al-Qurān adalah mu’jizat yang abadi.

Seandainya seluruh ahli bahasa bersatu untuk mendatangkan yang semisal Al-Qurān, niscaya mereka tidak akan mampu.

Allāh berfirman:

قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الْإِنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآَنِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيراً

“Katakanlah: Seandainya manusia dan jin berkumpul untuk mendatangkan yang semisal dengan Al-Qurān niscaya mereka tidak bisa mendatangkan yang semisalnya meskipun sebagian membantu sebagian yang lain.” (QS Al-Isrā: 88)

Dan di dalam hadits Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَا مِنَ الأَنْبِيَاءِ نَبِيٌّ إِلّاَ أُعْطِيَ مَا مِثْلهُ آمَنَ عَلَيْهِ الْبَشَرُ وَإِنَّمَا كَانَ الَّذِي أُوتِيتُ وَحْيًا أَوْحَاهُ اللَّهُ إِلَيَّ فَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَكْثَرَهُمْ تَابِعًا يَوْمَ الْقِيَامَة

“Tidak ada seorang Nabi kecuali diberi ayat-ayat (yaitu tanda-tanda kekuasan Allāh atau mu’jizat) yang seharusnya beriman dengannya manusia. Dan sesungguhnya yang diberikan kepadaku adalah wahyu yang Allāh wahyukan kepadaku (yaitu Al-Qurān) maka aku berharap menjadi orang yang paling banyak pengikutnya di hari kiamat.” (HR Bukhāri dan Muslim)

Diantara keistimewaan Al-Qurān,

■ Keistimewaan Ketiga | Allāh telah berjanji untuk menjaganya dari pengubahan, baik lafazh maupun maknanya.

⇒ Dijaga lafazhnya sehingga tidak bisa ditambah dan tidak dikurangi.

⇒ Dan dijaga maknanya dari makna-makna yang menyimpang.

Allāh berfirman:

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan Adz-Dzikr (yaitu Al-Qurān) dan sesungguhnya Kamilah yang menjaganya.” (QS Al-Hijr: 9)

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

لَا يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْنِ يَدَيْهِ وَلَا مِنْ خَلْفِهِ تَنْزِيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ

“Al-Qurān tidak didatangi kebathilan, baik dari depan maupun dari belakang, diturunkan dari Dzat Yang Maha Bijaksana Lagi Maha Terpuji.” (QS Fushshilat: 42)

Oleh karena itu, Allāh menyiapkan di sana;

• Orang-orang yang menghafal Al-Qurān.

• Para ulama yang menerangkan pemahaman yang benar tentang ayat-ayat Al-Qurān dari masa ke masa, dari zaman Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam sampai zaman kita dan sampai waktu yang Allāh kehendaki.

Mereka;

✓Menghafal dan memahami maknanya dan istiqamah di dalam mengamalkannya.

✓Mengkhidmah Al-Qurān dengan berbagai cara;

• Ada yang menulis tafsirnya baik yang singkat maupun yang panjang lebar.

• Ada yang mengarang tentang:

⑴ Cara penulisannya

⑵ Cara membacanya

⑶ Tentang i’rabnya

⑷ Dan lain-lain.
itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

Iklan
Diposkan pada hsi

HSI 07 – Kajian 14 – injil 3

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-14 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitab Al-Injīl (Bagian 3)”.

Diantara kesalahan yang ada di dalam Al-Injīl yang tersebar sekarang adalah penyebutan nasab Nabi ‘Īsā ‘alayhissalām kepada laki-laki.

[Sebagaimana dalam Injil Matius pasal 1 ayat 1-17 dan di dalam Injil Lucas pasal 3 ayat 23-38]

Padahal Allāh telah mengabarkan di dalam Al Qurān bahwa Nabi ‘Īsā ‘alayhissalām lahir dari:

✓Seorang wanita tanpa disentuh laki-laki

✓Seorang wanita yang shālihah, bukan wanita pezina

✓Bukan wanita yang bersuami

Sebagai tanda kekuasaan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

قَالَتْ أَنَّى يَكُونُ لِي غُلَامٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِي بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا قَالَ كَذَلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَيَّ هَيِّنٌ وَلِنَجْعَلَهُ آيَةً لِلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِنَّا وَكَانَ أَمْرًا مَقْضِيًّا

“Maryam berkata, “Bagaimana aku memiliki anak laki-laki, padahal tidak ada laki-laki yang menyentuhku dan aku bukan wanita pezina.” Jibrīl berkata, “Demikianlah dikatakan oleh Rabbmu. Dia berkata, ‘Yang demikian mudah bagiKu dan supaya Kami jadikan dia (yaitu ‘Īsā) sebagai tanda kekuasaan Kami bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami. Dan itu adalah perkara yang sudah diputuskan’.” (QS Maryam: 20-21)

Oleh karena itu, Allāh menyebutkan di dalam Al Qurān:

• ‘ĪSĀ BIN MARYAM

⇒ Sebagaimana dalam Surat Al-Baqarah 87 dan juga yang lain.

• AL-MASĪH BIN MARYAM

⇒ Sebagaimana dalam Surat Al-Māidah ayat 17 dan juga yang lain.

• AL-MASĪH ‘ĪSĀ BIN MARYAM

⇒ Sebagaimana dalam QS Āli ‘Imrān ayat 45 dan juga yang lain.

Apa yang tertulis di dalam Injil yang sekarang justru membenarkan aqidah orang Yahudi yang mengatakan bahwa “Nabi ‘Īsā adalah anak zina”.

Dan di sana ada perbedaan antara nasab ‘Īsā antara Injil Matius dan Injil Lukas;

● INJĪL MATIUS

Di dalam Injil Matius disebutkan bahwa Nabi ‘Īsā adalah:

• Anak Yūsuf bin Ya’qūb bin Matan bin Ilyāzar dan seterusnya.

• Termasuk keturunan Nabi Sulaimān bin Dāwūd ‘alaihimāssalām.

● INJĪL LUKAS

Adapun di dalam Injil Lukas disebutkan bahwa beliau adalah:

• Anak Yūsuf bin Eli bin Matat bin Lewi dan seterusnya.

• Termasuk keturunan Natan bin Dāwūd ‘alaihissalām.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

Diposkan pada hsi

HSI 07 – Kajian 13 – injil 2

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-13 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitab Al-Injīl (Bagian 2)”.

Diantara kabar yang kita ketahui tentang Al-Injīl di dalam Al-Qurān dan juga hadits-hadits Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam,

■ Ketiga | Tentang sebagian yang terkandung di dalam Al-Injīl.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla menyebutkan diantara kandungan Kitab Injīl adalah:

● ⑴ KABAR GEMBIRA TENTANG KEDATANGAN NABI MUHAMMAD ﷺ .

[Sebagaimana dalam QS Al-A’rāf: 157]

Demikian pula,

● ⑵ PENYEBUTAN SIFAT SHAHĀBAT RASŪLULLĀH ﷺ .

[Sebagaimana dalam QS Al-Fath: 29]

Dan Allāh juga menyebutkan di dalamnya bahwa,

● ⑶ ALLĀH MEMBELI JIWA DAN HARTA ORANG YANG BERIMAN DENGAN SURGA.

[Sebagaimana di dalam QS At-Taubah: 111]

Dan diantara kabar yang kita ketahui tentang Kitab Injīl di dalam Al-Qurān dan Al-Hadits;

■ Keempat | Diturunkan Kitab Injīl malam tanggal 14 Ramadhān.

Rasūlullāh ﷺ bersabda:

وأنزلت التوراة لست مضين من رمضان وأنزل الانجيل لثلاث عشرة مضت من رمضان

“Dan Taurat diturunkan setelah 6 hari berlalu di bulan Ramadhān (yaitu malam tanggal 7) dan Injīl diturunkan setelah 13 hari berlalu di bulan Ramadhān (yaitu malam tangal 14).”

(HR Ath-Thabrāniy di dalam Al-Mu’jamul Kabīr dan dihasankan oleh Syaikh Al-Albāniy rahimahullāh)

Perlu diketahui bahwa Al-Injīl yang ada sekarang bukanlah Injīl yang asli yang diturunkan kepada Nabi ‘Īsā ‘alayhissalām.

Al-Injīl yang Allāh turunkan kepada Nabi ‘Īsā tidak diketahui bekasnya, yang ada hanyalah tulisan orang-orang yang tidak jelas riwayat hidupnya dan tidak ada sanad yang shahih, yang mereka hidup berpuluh-puluh tahun setelah Nabi ‘Īsā diangkat oleh Allāh, sehingga banyak kesalahan dan perbedaan yang banyak sekali di antara Injil-injil tersebut.

Oleh karena itu mereka menamakan Injil-injil tersebut dengan nama penulisnya;

• Injil Mathius
• Injil Markus
• Injil Lukas
• Injil Yohana
• Dan lain-lain.

Dan mereka tidak mengatakan bahwa itu Injil dari ‘Īsā ‘alayhissalām.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

Diposkan pada hsi

HSI 07 – Kajian 12 – injil 1

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-12 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitāb Al-Injīl (Bagian 1)”.

Ada yang mengatakan bahwa kata Al-Injīl berasal dari bahasa Yunani yang artinya kabar gembira.

Diantara kabar yang kita ketahui tentang Al-Injīl didalam Alqur’an dan Al Hadits :

⑴ Al-Injīl diturunkan kepada Nabi Isa alaihi salam.

Allāh berfirman :

ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ…

“Kemudian Kami susulkan setelah mereka yaitu Nabi Nuh & Nabi Ibrahim Rasul-rasul Kami & kami susulkan pula Isa Putra Maryam dan Kami berikan Injīl kepadanya… ”

[Surat Al-Hadid 27]

⑵ Al-Injīl diturunkan untuk membenarkan At Taurat mengikutinya dan tidak menyelisihinya.

Allāh berfirman :

وَقَفَّيْنَا عَلَىٰ آثَارِهِمْ بِعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ ۖ وَآتَيْنَاهُ الْإِنْجِيلَ فِيهِ هُدًى وَنُورٌ وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ التَّوْرَاةِ وَهُدًى وَمَوْعِظَةً لِلْمُتَّقِينَ

” Dan Kami susulkan setelah mereka dengan Isa putra Maryam yang membenarkan apa yang datang sebelumnya berupa kitab Taurāt dan Kami berikan Injīl kepadanya didalamnya ada petunjuk dan cahaya dan Injīl tersebut datang untuk membenarkan kitab yang datang sebelumnya yaitu kitab Taurāt dan petunjuk serta nasehat bagi orang-orang yang bertaqwa ”

[Surat Al-Ma’idah 46]

Kitab Injīl isinya mengikuti isi Taurāt kecuali dalam beberapa hukum yang sedikit.

Allāh berfirman menceritakan ucapan Nabi Isa kepada bani Isra’il :

وَمُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَلِأُحِلَّ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي حُرِّمَ عَلَيْكُمْ ۚ

” Dan Aku membenarkan kitab yang datang sebelumku yaitu Taurāt dan aku menghalalkan sebagian dari apa yang sebelumnya diharamkan atas kalian”

[Surat Al-Imran 50]

Berkata Ibn Katsir ketika menafsirkan ayat ini :

ولهذا كان المشهور من قولي العلماء أن الإنجيل نسخ بعض أحكام التوراة

“oleh karena itu yang masyhur dari dua Pendapat ulama bahwa injil menghapuskan sebagian hukum-hukum Taurāt ”

Datang di Perjanjian Baru Injil Matheus pasal 5 ayat 17-19 yang menguatkan hal ini disebutkan didalamnya bahwa Nabi Isa berkata :

” Janganlah kamu menyangka bahwa aku datang untuk meniadakan hukum Taurāt atau kitab para Nabi, aku datang bukan untuk meniadakannya melainkan untuk menggenapinya karena aku berkata kepadamu sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini satu huruf atau satu titik pun tidak akan di tiadakan dari hukum Taurāt sebelum semuanya terjadi, karena itu siapa yg meniadakan salah satu perintah hukum Taurāt sekalipun yang paling kecil dan mengajarkannya demikian kepada orang lain, ia akan menduduki tempat yang paling rendah didalam kerajaan Surga ”

Oleh karena itu Nabi Isa berkhitan sebagaimana dalam Perjanjian Baru Injil Lukas pasal 2 ayat 21, yang demikian karena beliau alaihi salam mengikuti syariat Nabi Musa alaihi salam sebagaimana disebutkan di dalam perjanjian lama kejadian pasal 17 ayat 9-14.

⇒ Adapun Paulus dia telah merusak ajaran Nabi Musa dan Nabi Isa & membatalkan hukum sunat dan mengatakan “bahwa sunat adalah sunat dalam hati” sebagaimana dlm Perjanjian Baru Roma pasal II ayat 24-29

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

Diposkan pada hsi

HSI 07 – Halaqoh 11 – taurat 4

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-11 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitāb At-Taurāh (Bagian 4)”.

Diantara yang menunjukkan At Taurat sudah mengalami perubahan bahwasanya Taurāt yang sekarang yang dinamakan oleh orang Nashrani dengan perjanjian lama didalamnya ada perkara² yang bertentangan dengan Al-Quran.

Diantaranya :

⑴ Mensifati Allāh dengan sifat-sifat yang tidak layak baginya. Diantaranya mereka Mensifati Allāh Subhānahu wa Ta’āla:

⇒ Dengan rasa letih.

Didalam Perjanjian Lama keluaran pasal 31 ayat 17, disebutkan didalamnya sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan Langit dan Bumi dan pada hari yang ke-7 Ia berhenti bekerja untuk beristirahat & Allāh telah membantah ucapan mereka ini didalam firman-Nya :

وَلَقَدْ خَلَقْنَا السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَمَا مَسَّنَا مِنْ لُغُوبٍ

“Dan sungguh Kami telah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya dalam enam hari & Kami tidak tertimpa rasa letih ”
[Surat Qaf 38]

⇒ Dengan Sifat penyesalan

Didalam keluaran pasal ke-32 ayat-14 disebutkan

“dan menyesalah Tuhan karena malapetaka yang dirancang-Nya atas umatNya”

Padahal sifat penyesalan hanya timbul dari zat yang tidak mengetahui akibat sesuatu & Allāh Maha Mengetahui segala sesuatu yang sudah berlalu maupun yg akan datang.

Allāh Berfirman :

… ۗ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

“Sesungguhnya Allāh Maha Mengetahui segala sesuatu”
[Surat Al-Anfal 75]

Allāh Berfirman :

… ۚ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۖ..

“Dia Mengetahui apa yang didepan mereka yaitu apa yang telah berlalu dan apa yang berada dibelakang mereka yaitu apa yang akan datang ”
[Surat Al-Baqarah 255]

⑵ Diantara perkara-perkara yang bertentangan dengan Al-Quran yang ada didalam Perjanjian Lama, mereka mensifati beberapa orang Nabi dengan sifat yang tidak layak, diantaranya :

⇒ Bahwa Nabi Nuh alaihi wa sallam pernah mabuk dan telanjang, didalam Perjanjian Lama kejadian pasal ke-9 ayat 20-21 disebutkan

“Nuh menjadi petani dialah yang mula-mula membuat kebun anggur setelah ia minum anggur mabuklah ia dan ia telanjang dalam kemahnya”

Mereka juga menyebutkan bahwa Nabi Nuh alaihi salam berzina dengan dua orang anak wanitanya sampai keduanya hamil dan melahirkan, sebagaimana disebutkan kisah nya didalam kejadian pasal ke-19 ayat 30-38, padahal para Nabi & Rasul adalah maksum terjaga dari dosa-dosa besar mereka adalah manusia pilihan Allāh yang kita diperintahkan untuk meneladani mereka.

Allāh berfirman :

اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ النَّاسِ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ

“Allāh memilih utusan-utusan dari kalangan Malaikat dan dari kalangan manusia, sesungguhnya Allāh Maha Mendengar dan Maha Melihat ”
[Surat Al-Hajj 75]

Allāh berfirman :

أُولَٰئِكَ الَّذِينَ هَدَى اللَّهُ ۖ فَبِهُدَاهُمُ اقْتَدِهْ ۗ قُلْ لَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَالَمِينَ

” mereka yaitu para Nabi adalah orang-orang yang telah Allāh berikan petunjuk maka dengan petunjuk mereka hendaklah engkau meneladani ”
[Surat Al-An’am 90]

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

Diposkan pada hsi

HSI 07 – Halaqoh 10 – taurat 3

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-10 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitāb At-Taurāh (Bagian 3)”.

Dan diantara kabar yang kita ketahui tentang Kitab Taurat di dalam Al-Qurān dan Al-Hadīts,

● Kelima | Bahwasanya Kitab Taurat adalah kitab yang Allāh turunkan khusus untuk Bani Isrāīl.

Allāh berfirman:

وَآتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ وَجَعَلْنَاهُ هُدًى لِّبَنِي إِسْرَائِيلَ

“Dan Kami telah berikan kepada Mūsā Al-Kitāb (yaitu Taurat) dan Kami jadikan kitab tersebut sebagai petunjuk bagi Bani Isrāīl.” (QS Al-Isrā: 2)

● Keenam | Bahwasanya Kitab Taurat diturunkan dengan bahasa ‘Ibrāni.

Berkata Abū Hurairah radhiyallāhu ‘anhu:

كان أهل الكتاب يقرؤون التوراة بالعبرانية ويفسرونها بالعربية لأهل الإسلام

“Dahulu Ahlul Kitāb (yaitu orang-orang Yahudi) membaca Taurat dengan bahasa ‘Ibrāni dan menerjemahkannya ke dalam bahasa Arab untuk orang-orang Islam.”

(Atsar ini dikeluarkan oleh Al-Imām Al-Bukhāri di dalam Shahīhnya)

● Ketujuh | Sebagian Kitab Taurat telah diubah oleh orang-orang Yahudi dan disesuaikan dengan hawa nafsu mereka.

Sebagaimana firman Allāh:

فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ يَكْتُبُونَ الْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَٰذَا مِنْ عِندِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۖ فَوَيْلٌ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَّهُم مِّمَّا يَكْسِبُونَ

“Maka sungguh kecelakaan bagi orang-orang yang menulis Al-Kitāb dengan tangan-tangan mereka kemudian berkata, ‘Ini adalah dari sisi Allāh’ untuk menjualnya dengan harga murah. Maka kecelakaan bagi mereka karena apa yang ditulis tangan-tangan mereka dan kecelakaan bagi mereka karena apa yang mereka usahakan.” (QS Al-Baqarah: 79)

Dan sebagaimana firman Allāh:

وَإِنَّ مِنْهُمْ لَفَرِيقًا يَلْوُونَ أَلْسِنَتَهُمْ بِالْكِتَابِ لِتَحْسَبُوهُ مِنَ الْكِتَابِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَقُولُونَ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللَّهِ وَيَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُمْ يَعْلَمُونَ

“Dan sungguh diantara mereka ada sekelompok orang yang membolak-balik lisan-lisan mereka dengan Al-Kitāb supaya mereka kalian menyangka bahwa itu adalah Al-Kitāb dan mereka berkata, ‘Ini adalah dari sisi Allāh’ padahal itu bukan dari sisi Allāh dan mereka mengatakan kedustaan atas nama Allāh padahal mereka mengetahui.” (QS Āli ‘Imrān: 78)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

Diposkan pada hsi

HSI 07 – Halaqoh 09 – taurat 2

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-9 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Kitab-kitab Allāh adalah tentang “Kitab At-Taurāh (Bagian 2)”.

Diantara kabar yang kita ketahui tentang Kitab Taurat di dalam Al-Qurān dan Al-Hadits,

● Ketiga | Bahwasanya Allāh telah menulis At-Taurāh dengan tanganNya.

Di dalam sebagian riwayat dari kisah percakapan antara Nabi Ādam dan Mūsā ‘alayhimassalām, Nabi Ādam berkata kepada Mūsā:

وخَطَّ لك التوراة بيده

“Dan Dialah yang telah menulis untukmu At-Taurāh dengan tanganNya.” (HR Abū Dāwūd, Ibnu Mājah dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albāniy rahimahullāh)

Diantara kabar yang kita ketahui tentang Taurat adalah,

● Keempat | Sebagian yang terkandung di dalam kitab ini.

Dan diantara kandungan Taurat:

⑴ BEBERAPA PERKARA YANG TERKANDUNG DI DALAM SHUHUF IBRĀHĪM ‘ALAYHISSALĀM

⇒ Sebagaimana telah berlalu penjelasannya.
⇒ Ini bagi yang berpendapat bahwa Shuhuf Mūsā adalah Taurat.

⑵ HUKUM-HUKUM UNTUK BANI ISRĀĪL

Allāh berfirman:

إِنَّا أَنْزَلْنَا التَّوْرَاةَ فِيهَا هُدًى وَنُورٌ يَحْكُمُ بِهَا النَّبِيُّونَ الَّذِينَ أَسْلَمُوا لِلَّذِينَ هَادُوا

“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Taurat, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya yang dengan kitab tersebut para Nabi yang berserah diri memberi keputusan atau menghukumi untuk orang-orang Yahudi.” (QS Al-Māidah: 44)

Kemudian di dalam ayat setelahnya, Allāh mengabarkan sebagian hukum-hukum tersebut yaitu tentang Hukum Qishāsh.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَكَتَبْنَا عَلَيْهِمْ فِيهَا أَنَّ النَّفْسَ بِالنَّفْسِ وَالْعَيْنَ بِالْعَيْنِ وَالْأَنْفَ بِالْأَنْفِ وَالْأُذُنَ بِالْأُذُنِ وَالسِّنَّ بِالسِّنِّ وَالْجُرُوحَ قِصَاصٌ ۚ فَمَنْ تَصَدَّقَ بِهِ فَهُوَ كَفَّارَةٌ لَهُ ۚ

“Dan Kami tetapkan bagi mereka dalam Taurat bahwa jiwa dibalas dengan jiwa, mata dibalas dengan mata, hidung dibalas dengan hidung, telinga dibalas dengan telinga, gigi dibalas dengan gigi dan luka-lukapun ada qishashnya. Maka barangsiapa bershadaqah dengannya (yaitu dengan melepas hak qishashnya) maka itu menjadi penebus dosa baginya.” (Al-Māidah: 45)

Dan diantara kandungan At-Taurāh,

⑶ KABAR GEMBIRA TENTANG KEDATANGAN NABI MUHAMMAD SHALLALLĀHU ‘ALAYHI WA SALLAM

Allāh berfirman:

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّ الْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِي التَّوْرَاةِ وَالْإِنجِيلِ

“Yaitu orang-orang yang mengikuti Rasul lagi Nabi yang ummi, (yaitu tidak membaca dan tidak menulis) yang namanya mereka temukan tertulis di sisi mereka di dalam Taurāt dan Injīl.” (QS Al-A’rāf: 157)

Diantara kandungan Taurat adalah tentang,

⑷ PENYEBUTAN SEBAGIAN SIFAT SHAHĀBAT RASŪLULLĀH SHALLALLĀHU ‘ALAYHI WA SALLAM

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

مُحَمَّدٌ رَّسُولُ اللَّهِ ۚ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ ۖ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا ۖ سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِم مِّنْ أَثَرِ السُّجُودِ ۚ ذَٰلِكَ مَثَلُهُمْ فِي التَّوْرَاةِ ۚ وَمَثَلُهُمْ فِي الْإِنجِيلِ

“Muhammad adalah Rasūlullāh, dan orang-orang yang bersamanya (yaitu para shahābat) keras terhadap orang-orang kafir, saling menyayangi di antara mereka. Engkau melihat mereka rukū’ lagi sujud mencari karunia dan keridhaan dari Rabb mereka. Tanda mereka ada di wajah-wajah mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka di dalam Taurat dan sifat-sifat mereka di dalam Injīl.” (QS Al-Fath: 29)

Diantara kandungan Taurat,

⑸ BAHWASANYA ALLĀH MEMBELI JIWA DAN HARTA ORANG-ORANG YANG BERIMAN DENGAN SURGA

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ اللّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُم بِأَنَّ لَهُمُ الجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْداً عَلَيْهِ حَقّاً فِي التَّوْرَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالْقُرْآنِ وَمَنْ أَوْفَى بِعَهْدِهِ مِنَ اللّهِ فَاسْتَبْشِرُواْ بِبَيْعِكُمُ الَّذِي بَايَعْتُم بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ

“Sesungguhnya Allāh telah membeli dari orang-orang yang beriman diri-diri mereka dan harta-harta mereka dengan surga. Mereka berperang di jalan Allāh kemudian mereka membunuh dan dibunuh. Janji Allāh yang haq di dalam Taurāt, Injīl dan Al-Qurān. Dan siapa yang lebih menyempurnakan janji daripada Allāh? Maka hendaklah kalian bergembira dengan jual beli yang kalian lakukan, yang demikian adalah keuntungan yang besar.” (QS At-Taubah: 111)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah