Diposkan pada hsi

HSI 2 Silsilah Mengenal Alloh | Halaqoh 10. Mengenal Alloh Subhanahu wa Ta’ala Dengan Nama & SifatNya

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-10 dari Silsilah Mengenal Alloh adalah tentang “Mengenal Alloh Subhānahu wa Ta’āla Dengan Nama & SifatNya”. Alloh Subhānahu wa Ta’āla telah mengabarkan di dalam Al Qurān bahwa Alloh memiliki nama & sifat.

Alloh berfirman :

ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﭐﻟۡﺄَﺳۡﻤَﺎٓﺀُ ﭐﻟۡﺤُﺴۡﻨَﻰ

“Dan Alloh memiliki nama-nama yang paling baik.”

(QS Al-A’rāf: 180)

Dan Alloh berfirman :

ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﭐﻟۡﻤَﺜَﻞُ ﭐﻟۡﺄَﻋۡﻠَﻰ

“Dan Alloh memiliki sifat-sifat yang paling tinggi.”

(QS An-Nahl: 60)

Kita mengenal Alloh dengan nama & juga sifat tersebut.

✓Kita mengenal Alloh sebagai Dzat Yang Maha Penyayang karena Dia adalah Ar Rahmān Ar Rahīm.

✓Dan kita mengenal Alloh sebagai Dzat Yang Maha Pengampun karena Dia adalah Al-Ghafūr, dan seterusnya.

✓Dan Alloh mengabarkan di dalam Al-Qurān bahwasanya di antara sifat Alloh adalah:

  • Alloh beristiwa’ di atas ‘Arsy.
  • Alloh memiliki dua tangan.
  • Alloh berada di atas.

✓Dan Rasūlullāh shallAllohu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwasanya,

  • Alloh Subhānahu wa Ta’āla turun ke langit dunia pada setiap sepertiga malam yang terakhir.
  • ✓Dan juga sifat-sifat yang lain.

Kewajiban kita sebagai seorang Muslim adalah menetapkan nama & juga sifat tersebut, karena Alloh Subhānahu wa Ta’āla lebih tahu tentang diri-Nya daripada kita semua.

Dan Rasūlullāh shallAllohu ‘alayhi wa sallam lebih tahu tentang Alloh daripada kita.

Tidak boleh seorang Muslim menolak nama-nama dan juga sifat-sifat tersebut.

Dan tidak boleh dia menyerupakan, karena Alloh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

ﻟَﻴۡﺲَ ﻛَﻤِﺜۡﻠِﻪِۦ ﺷَﻰۡﺀٌ۬ۖ ﻭَﻫُﻮَ ﭐﻟﺴَّﻤِﻴﻊُ ﭐﻟۡﺒَﺼِﻴﺮ

“Tidak ada yang serupa dengan Alloh dan Dia adalah Dzat Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

(QS Asy-Syūrā: 11)

Jadi yang benar, yang seharusnya dilakukan oleh seorang Muslim adalah:

◆ Menetapkan nama & sifat tersebut sebagaimana datangnya, sesuai dengan keagungan & kebesaran Alloh Subhānahu wa Ta’āla, tanpa menyerupakan dan tanpa mentakwil nama & juga sifat tersebut.

⇒ Mentakwil adalah menafsirkan nama & sifat Alloh bukan dengan maknanya yang benar.

Seperti;

  • Mentakwil istiwā dengan kekuasaan.
  • Mentakwil turunnya Alloh dengan turunnya rahmat Alloh.
  • Dan lain-lain.

Ini adalah halaqah yang terakhir dari Silsilah Mengenal Alloh.

Dan sampai bertemu kembali pada Silsilah berikutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

‘Abdullāh Roy

Iklan
Diposkan pada hsi

HSI 2 Silsilah Mengenal Alloh | Halaqoh 9. Mengenal Alloh Dengan Makhluk-makhlukNya

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-9 dari Silsilah Mengenal Alloh adalah “Mengenal Alloh Dengan Makhluk-Nya”.

Alloh Subhānahu wa Ta’āla telah menciptakan makhluk-makhluk supaya manusia yang berakal memikirkan makhluk-makhluk tersebut, sehingga mereka bisa mengenal Dzat yang telah menciptakan mereka.

  1. Besarnya makhluk dan luasnya (seperti langit yang tujuh & bumi, kursi Alloh & ‘Arsy-Nya) menunjukkan tentang kebesaran Alloh.
  2. Keteraturan gerakan & perjalanan (seperti perjalanan matahari & bulan) menunjukkan kekuasaan dan pengawasan Alloh yang tidak pernah berhenti.
  3. Kejelian dalam penciptaan menunjukkan hikmah-Nya dan keluasan ilmu-Nya.

Manfaat yang ada di dalam ciptaan tersebut menunjukkan:

  1. Rahmat yang luas.
  2. Karunia yang meliputi segala sesuatu.

Alloh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّماواتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلافِ اللَّيْلِ وَالنَّهارِ لَآياتٍ لِأُولِي الْأَلْبابِ (١٩٠) الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيامًا وَقُعُوداً وَعَلى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّماواتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنا مَا خَلَقْتَ هَذَا باطِلاً سُبْحانَكَ فَقِنا عَذابَ النَّارِ (١٩١)

“Sesungguhnya di dalam penciptaan langit & bumi dan pergantian siang & malam ada tanda-tanda bagi orang yang memiliki akal, yaitu orang-orang yang mengingat Alloh, baik dalam keadaan berdiri, duduk & berbaring dan mereka memikirkan penciptaan langit dan bumi.

Wahai Rabb kami, tidaklah engkau menciptakan ini semua dengan bathil (sia-sia). Maha Suci Engkau, maka jagalah kami dari adzab neraka.”

(QS Āli ‘Imrān: 190-191)

Hendaknya seorang Muslim meluangkan waktunya untuk memikirkan makhluk-makhluk Alloh supaya dia:

  1. Semakin mengenal Alloh penciptanya.
  2. Semakin yakin dan mantap dalam menjalankan syariat Alloh.
  3. Merasa takut dengan adzab-Nya.
  4. Semakin dekat dengan Alloh.
  5. Semakin meng-Esakan Dia di dalam beribadah.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini. Dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Diposkan pada hsi

HSI 2 Silsilah Mengenal Alloh | Halaqoh 8. Contoh Kesyirikan Orang-Orang Musyrikin Quroisy

Halaqah yang ke-8 dari Silsilah Mengenal Alloh adalah tentang “Contoh Kesyirikan Orang-Orang Musyrikin Quraisy”.

Diantara bentuk kesyirikan mereka adalah:

  1. Berdo’a dan bertaqarrub kepada orang-orang shālih yang sudah meninggal.
  2. Menyerahkan sebagian ibadah kepada mereka dengan tujuan supaya:
    1. Mendapatkan syafa’at orang-orang shālih tersebut di sisi Alloh.
    2. Mencari kedekatan kepada Alloh.

Alloh sendiri telah menceritakan keyakinan mereka ini di dalam Al Qurān dan Alloh mengingkarinya.

Alloh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Dan mereka menyembah kepada selain Alloh, sesuatu yang tidak memudharati mereka dan tidak pula memberi manfaat.

Dan mereka berkata, ‘Mereka adalah pemberi syafa’at bagi kami di sisi Alloh.’

Katakanlah: ‘Apakah kalian akan mengabarkan kepada Alloh sesuatu yang Alloh tidak ketahui di langit maupun di bumi?’

Maha Suci Alloh dan Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan.”

(QS Yūnus :18)

⇒ Dalam ayat ini Alloh menamakan perbuatan mereka sebagai bentuk menyekutukan Alloh.

Dan Alloh Subhānahu wa Ta’āla juga berfirman :

أَلَا لِلَّهِ الدِّينُ الْخَالِصُ ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

“Ketahuilah bahwa milik Alloh-lah agama yang tulus.

Dan orang-orang yang menjadikan selain Alloh sekutu, (mereka mengatakan) ‘Tidaklah kami menyembah mereka melainkan supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Alloh.’

Sesungguhnya Alloh akan menghukumi diantara mereka di dalam apa yang mereka perselisihkan.

Sesungguhnya Alloh tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang berdusta lagi sangat ingkar.”

(QS Az Zumar: 3)

⇒ Ayat ini menunjukan bahwa tujuan mereka menyembah orang-orang shālih tersebut adalah supaya mereka mendekatkan penyembahnya kepada Alloh.

Dan cara meraih syafa’at di hari kiamat bukanlah demikian.

◆ Cara meraih syafa’at di hari kiamat adalah dengan memurnikan tauhid, bukan dengan kesyirikan.

◆ Dan cara dekat dengan Alloh adalah mendekatkan diri kepadaNya dengan iman dan amal shālih, yang wajib maupun yang sunnah, sebagaimana orang-orang shālih tersebut melakukannya.

Tidak boleh seseorang menyamakan Alloh dengan seorang kepala negara yang sulit menyampaikan hajat kepadanya kecuali melalui perantara dan para pembantunya.

Tidak boleh seseorang menyerupakan Alloh dengan siapapun karena Alloh Maha Mendengar, Maha Melihat, Maha Mengetahui dan Maha Berkuasa.

Sedangkan seorang kepala negara, maka dia adalah makhluq yang lemah, tidak mampu melakukan seluruh pekerjaannya kecuali dibantu oleh para pembantunya.

Demikianlah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Diposkan pada hsi

HSI 2 Silsilah Mengenal Alloh | Halaqoh 7. Pengertian Ibadah Dan Macam-Macamnya

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Ibadah adalah seluruh perkara yang dicintai dan diridhai oleh Alloh Subhānahu wa Ta’āla, baik berupa ucapan maupun perbuatan yang zhahir maupun yang bathin.

Seseorang bisa mengetahui sesuatu dicintai oleh Alloh Subhānahu wa Ta’āla dengan beberapa cara, di antaranya :

⑴ APABILA SESUATU TERSEBUT DIPERINTAHKAN OLEH ALLOH SUBHĀNAHU WA TA’ĀLA

Maka kita mengetahui bahwasanya sesuatu tersebut adalah ibadah, karena Alloh Subhānahu wa Ta’āla tidak memerintah kecuali dengan sesuatu yang Alloh cintai.

Termasuk di antaranya:

⑵ APABILA ALLOH SUBHĀNAHU WA TA’ĀLA DIKETAHUI MEMUJI PELAKUNYA

Maka kita mengetahui bahwasanya sesuatu tersebut adalah dicintai oleh Alloh Subhānahu wa Ta’āla.

⑶ DOA ADALAH IBADAH KARENA ALLOH SUBHĀNAHU WA TA’ĀLA MEMERINTAHKAN.

ٱدۡعُونِىٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ

“Berdo’alah kalian kepadaKu niscaya Aku akan mengabulkan.”

(QS Ghāfir: 60)

Rasūlullāh shallAllohu ‘alayhi wa sallam bersabda di dalam sebuah hadīts :

الدُّعَاءُهُوَ الْعِبَادَةُ

“Do’a itu adalah ibadah.”

(HR Abū Dāwūd no. 1479, At-Tirmidzi no. 2969, Ibnu Mājah no. 3828 dan Ahmad 4/267; dari shahābat Nu’man bin Basyīr)

Dengan demikian syirik hukumnya (apabila) berdo’a kepada selain Alloh, baik kepada seorang Nabi, seorang malaikat, seorang jin, orang yang shalih dan lain-lain.

⑷ MENYEMBELIH ADALAH IBADAH

Alloh berfirman :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ

“Hendaklah engkau shalat untuk Rabb-mu dan juga menyembelih untuk Rabb-mu.”

(QS Al-Kautsar: 2 )

Dan Rasūlullāh shallAllohu ‘alayhi wa sallam bersabda :

لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ

“Alloh Subhānahu wa Ta’āla melaknat seseorang yang menyembelih untuk selain Alloh.”

(HR Muslim 1978, dari shahābat ‘Ali radhiyAllohu ‘anhu)

Dengan demikian termasuk syirik hukumnya (apabila) seseorang menyembelih untuk jin, atau untuk syaikh atau untuk yang lain, selain Alloh Subhānahu wa Ta’āla.

⇒ Seperti bernadzar, ber-istighatsah, bersumpah, bertawakal, rasa takut, rasa cinta, maka semua ini termasuk jenis-jenis ibadah.

◆ Tidak boleh sekali-kali seorang Muslim menyerahkan salah satu dari ibadah-ibadah tersebut kepada selain Alloh Subhānahu wa Ta’āla.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saudaramu,

Abdulloh Roy

Diposkan pada hsi

HSI 2 Silsilah Mengenal Alloh | Halaqoh 6. Keyakinan Alloh sebagai Pencipta, Pemberi Rizki & juga Pengatur Alam Semesta

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Halaqah yang ke-6 dari Silsilah Mengenal Alloh adalah bahwasanya “Keyakinan Alloh sebagai Pencipta, Pemberi Rizki & juga Pengatur Alam Semesta tidaklah cukup untuk memasukkan seseorang ke dalam agama Islam.”

Kaum muslimin meyakini bahwasanya Alloh sebagai Pencipta, Pemberi Rizki & juga Pengatur Alam Semesta adalah sebuah kewajiban, yang tidak sah keimanan seseorang sampai meyakini yang demikian itu.

Namun ini tidaklah cukup untuk memasukkan seseorang ke dalam agama Islam.

Dan belum bisa menjadi pembeda antara seorang yang Muslim dengan orang yang kāfir.

Alloh Subhānahu wa Ta’āla mengatakan di dalam Al-Qurān menceritakan tentang ucapan iblis.

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِينٍ

Alloh berkata (kepada iblis):

“Apa yang mencegahmu untuk sujud (kepada Ādam) ketika Aku memerintahkan kepadamu?”

Iblis mengatakan:

“Aku lebih baik daripada dia. Engkau telah menciptakan aku dari api dan menciptakan dia dari tanah.”

(QS Al-A’rāf: 12)

Iblis mengenal bahwasanya Alloh Subhānahu wa Ta’āla yang telah menciptakan dia.

Orang-orang musyrikin Quraisy ketika mereka ditanya:

“Siapa yang menciptakan?

“Siapa yang memberikan rezeki kepada mereka?”

“Siapa yang mengatur alam semesta ini?”

Mereka mengatakan: “Alloh”.

وَلَئِنْ سَأَلْتَهُمْ مَنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ لَيَقُولُنَّ اللهُ

“Dan seandainya engkau (wahai Muhammad) bertanya kepada mereka ‘Siapa yang menciptakan langit dan juga bumi?’, niscaya mereka mengatakan ‘Alloh’.”

(QS Az-Zumār: 38)

Meskipun mereka meyakini hal yang demikian itu akan tetapi Rasūlullāh shallAllohu ‘alayhi wa sallam memerangi mereka.

Kenapa demikian?

Karena mereka (orang-orang musyrikin Quraisy) tidak mentauhidkan (tidak mengEsakan) Alloh Subhānahu wa Ta’āla di dalam beribadah.

Oleh karena itu, disini seorang Muslim perlu dia mengetahui “Apa Pengertian Ibadah Dan Macam-macamnya” sehingga dia tidak menyerahkan satu ibadah pun kepada selain Alloh.
Dan apakah yang dimaksud ibadah?

In syā Alloh akan kita bahas pada halaqah selanjutnya.

Itulah yang bisa kita sampaikan.
وبالله التوفيق والهداية
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaramu,

Abdulloh Roy

Diposkan pada hsi

HSI 2 Silsilah Mengenal Alloh | Halaqoh 5. Mengenal Alloh Sebagai Satu-satunya Zat Yang Berhak Untuk Disembah

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-5 dari Silsilah Mengenal Allāh berjudul “Mengenal Allāh Sebagai Satu-satunya Dzat Yang Berhak Untuk Disembah.”Apabila Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah satu-satunya Dzat yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta, maka tuntutannya kita tidak boleh menyembah kecuali hanya kepada Allāh.

Tidak ada yang berhak disembah dan diibadahi kecuali Allāh Subhānahu wa Ta’āla semata.

Allāh berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (٢١) الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ فِرَاشًا وَالسَّمَاءَ بِنَاءً وَأَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجَ بِهِ مِنَ الثَّمَرَاتِ رِزْقًا لَكُمْ فَلا تَجْعَلُوا لِلَّهِ أَنْدَادًا وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ (٢٢)

“Wahai manusia, sembahlah Rabb kalian, siapa Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian supaya kalian bertaqwa? Itulah Rabb kalian.

Yang telah menjadikan bagi kalian bumi sebagai hamparan dan langit sebagai bangunan dan telah menurunkan dari langit air.

Maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengeluarkan dengan air tersebut buah-buahan sebagai rezeki bagi kalian. Maka janganlah kalian menjadikan bagi Allāh sekutu-sekutu sedangkan kalian mengetahui.”

(QS Al-Baqarah: 21-22)

⇒ Maksudnya janganlah kalian menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’āla (menyembah kepada selain Allāh) sedangkan kalian tahu bahwasanya Allāh yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta ini.

Selain Allāh tidak berhak untuk disembah karena dia bukan pencipta, bukan pemberi rezeki dan bukan pengatur alam semesta.

Apabila mereka disembah maka mereka adalah sesembahan yang bathil.

ذَٲلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلۡحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدۡعُونَ مِن دُونِهِ ٱلۡبَـٰطِلُ

“Yang demikian itu karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla Dialah sesembahan yang haq yang memang berhak untuk disembah. Sedangkan apa yang mereka sembah selain Allāh adalah sesembahan yang bathil, yang tidak berhak untuk disembah.” (QS Luqmān: 30)

Apabila seseorang meyakini Allāh yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta kemudian dia masih menyembah selain Allāh atau menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allāh, maka dia telah berbuat syirik kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla di dalam ibadah.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah ditanya oleh seorang sahabat:

“Ya Rasūlullāh, apa dosa yang paling besar di sisi Allāh Subhānahu wa Ta’āla?”

Maka Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan :

أَنْ تَجْعَلَ لِلّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَك

“Dosa yang paling besar adalah engkau menjadikan sekutu bagi Allāh Subhānahu wa Ta’āla padahal Dialah Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang telah menciptakan dirimu.”

(HR Imām Al-Bukhāri dan Imām Muslim, dari shahābat Ibnu Mas’ūd radhiyallāhu ‘anhumā).

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah yang ke-5 ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وبالله التوفيق والهداية
و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaramu,
‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

Diposkan pada hsi

HSI 2 Silsilah Mengenal Alloh | Halaqoh 4. Mengenal Alloh Sebagai Pengatur Alam Semesta

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-4; Mengenal Allāh Sebagai Pengatur Alam Semesta.

Dialah Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang:

  • Mengatur alam semesta ini.
  • Mematikan makhluk & menghidupkan.
  • Memuliakan makhluk & menghinakan.
  • Mengganti siang menjadi malam, malam menjadi siang.
  • Menerbitkan matahari & menenggelamkan.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

ﻳُﺪَﺑِّﺮُ ﭐﻟۡﺄَﻣۡﺮَۖ

“Dialah Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang mengatur seluruh perkara.” (QS As-Sajdah: 5)

Tidak ada yang mengatur selain Allāh, Dialah Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang menerbitkan matahari dari timur. Dan siapa selain Allāh yang bisa menerbitkan matahari dari barat?

Nabi Ibrāhīm ‘alayhissalām berkata kepada salah seorang, yang dia mengaku menjadi Tuhan selain Allāh, beliau berkata:

“Sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menerbitkan matahari dari timur, maka silahkan engkau kalau engkau memang Tuhan, terbitkan matahari dari barat. Maka orang kafir tersebut tidak bisa berbuat apa-apa.”

Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang menjadikan siang. Dan siapa yang mengganti siang menjadi malam selain Allāh?

Tidak ada yang mengatur alam semesta kecuali Allāh dan tidak ada sesembahan selain Allāh yang membantu Allāh untuk mengatur alam semesta ini.

Oleh karena itu, seorang Muslim tidak boleh meyakini bahwasanya ada selain Allāh yang mencipta, memberikan rizki & juga mengatur alam semesta, siapapun dia dan bagaimanapun kedudukannya di sisi Allāh.

Barangsiapa yang berkeyakinan bahwasanya ada selain Allāh yang mencipta, memberikan rezeki dan juga mengatur alam semesta maka dia telah menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Itulah yang bisa kita sampaikan dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وبالله التوفيق والهداية
و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaramu,
‘Abdullāh Roy