HSI Pembatal Keislaman 15

══════❁﷽❁══════
_Ada diantara saudara kita yang membolehkan *bertawasul* dengan cara meminta kepada orang yang shaleh yang sudah meninggal, berdoa kepada mereka, meminta syafaat kepada mereka, dengan alasan² diantaranya_
① *Yang pertama*
_Bahwasanya_ orang-orang yang shaleh tersebut mereka *dalam keadaan hidup*, _apabila hidup_ maka *dia mendengar*, _apabila dia mendengar_ maka kita *boleh* meminta doa dari mereka. Sebagaimana seseorang *“`ketika hidupnya (orang yang shaleh tersebut hidup)“`* maka boleh kita meminta doa dari orang yang shaleh tersebut. 
_Kita katakan_

1. *Benar orang-orang yang shaleh & juga para Nabi dalam keadaan hidup dialam kubur mereka,* _sebagaimana manusia yang lain, mereka juga dalam keadaan hidup  dialam kubur mereka._ *Karena manusia* apabila meninggal dunia kemudian di kuburkan akan ada disana *azab kubur & akan ada disana nikmat kubur*. Ada diantara manusia yang hidup di alam kubur dalam keadaan di _azab_ seperti *orang-orang munafik, orang-orang kafir, orang-orang musyrikin,* _demikian pula_ *sebagian orang-orang yang beriman yang mereka melakukan dosa diazab karena dosanya dialam kubur, diazab dalam keadaan hidup.*
Demikian pula disana ada *nikmat kubur para Nabi, para Rasul, orang-orang yang meninggal sabilillah, orang-orang yang shaleh, orang-orang yang beriman mendapatkan kenikmatan dialam kubur & mereka dalam keadaan hidup tetapi kehidupan mereka kehidupan yang lain dengan kehidupan kita di dunia. Mereka hidup tetapi di alam yang lain yang dinamakan dengan alam barzah atau alam kubur. Ada diantara mereka yang hidup dalam keadaan baik mendapatkan kenikmatan & ada diantara mereka yang hidup dalam keadaan tersiksa mendapatkan azab kubur.*
_Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:_
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ فَرِحِينَ بِمَا آَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

[QS Al-imron 169-170]
_Allāh mengabarkan tentang orang-orang yang syuhada (yang syahid fisabilillah)_

_“janganlah engkau menyangka bahwasanya orang-orang yang meninggal yang terbunuh fisabilillah mereka adalah – أَمْوَاتًا – meninggal dunia_
بَلْ أَحْيَاءٌ

_*Akan tetapi mereka dalam keadaan hidup*_
 عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
_Disisi Rabb mereka, mereka mendapatkan rezeki ”._
*“`Allāh mengabarkan di dalam ayat ini bahwasanya orang-orang yang terbunuh fisabilillah, mereka dalam keadaan hidup.“`* 
Maksudnya adalah _hidup dengan kehidupan di alam Barzah, kehidupan di alam kubur, bukan kehidupan seperti kita_
عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ
_“Di sisi Rabb mereka, mereka hidup & juga mendapatkan rezeki, mendapatkan kenikmatan dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla”._
 فَرِحِينَ

_“Mereka dalam keadaan bergembira”._
 بِمَا آَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ
_“Dengan apa yang Allāh berikan kepada mereka berupaya karunia”._
وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ
_“Dan mereka memberikan kabar gembira kepada saudara-saudara mereka yang belum mendapatkan syahadah fisabilillah”._
 أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
_“Supaya mereka jangan takut & jangan mereka bersedih”._
Demikianlah Allāh menggambarkan kehidupan *orang-orang syuhada,* mereka _mendapatkan rezeki di alam kubur bahkan mereka berkeinginan, mereka memberikan kabar gembira kepada saudara² mereka yang belum mendapatkan syahadah fisabilillah supaya mereka tidak bersedih & jangan mereka takut._
Dan ini yang dimaksud dengan kehidupan *Barzakiyyah*, _*kehidupan di alam Barzah yang berbeda dengan kehidupan kita.*_ 

_*Abdullāh Roy*_

_Di kota Al-Madīnah_

Iklan

HSI Pembatal Keislaman 14

══════❁﷽❁══════
*“`Dalil yang kedua“`*

② _Firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla_
 ۚ وَالَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ أَوْلِيَاءَ مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ

[QS Az-Zumar 3]
_“dan orang-orang yang menjadikan sekutu bagi Allāh._
*“`apa yang mereka katakan?“`*
مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ 
_dan orang-orang yang menjadikan sekutu / tandingan-tandingan bagi Allāh yang mereka namakan *syufaat,* mereka mengatakan_
مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ

_*tidaklah* kami menyembah kepada mereka /menyerahkan ibadah kepada mereka berdoa kepada mereka_ 

 إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ 
_Supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allāh ”._
Kami adalah orang jauh dari Allāh, kami adalah orang yang banyak berbuat maksiat, banyak melakukan dosa, banyak lalai kepada Allāh, sedangkan orang-orang yang shaleh tersebut mereka adalah memiliki *derajat yang tinggi disisi Allāh.*

مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ
_“Tidaklah kami beribadah kepada mereka, berdoa kepada mereka, meminta syafaat kepada mereka kecuali supaya mereka mendekatkan diri kami kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla”._
Ini adalah *tujuan* orang-orang musyrikin, _ingin dekat kepada Allāh dengan cara berdoa kepada orang-orang yang shaleh._
*“`Kemudian Allāh membantah & mengatakan:“`*
 إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ 
_*“sesungguhnya Allāh akan menghukumi diantara mereka”.*_
Yaitu antara *Rasulullãh ﷺ dan orang-orang musyrikin tersebut,* siapa yang benar diantara mereka, apakah *Rasulullãh ﷺ yang mengajak kepada tauhid & memperingatkan kepada mereka dari kesyirikan* ataukah yang benar adalah _orang-orang musyrikin tersebut yang mereka berdoa & beribadah kepada orang-orang yang shaleh dengan maksud mendekatkan diri mereka kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla._ 
إِنَّ اللَّهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِي مَا هُمْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ ۗ 
_*“sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta’āla akan menghukumi diantara mereka di dalam apa yang perselisihkan”.*_
إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّارٌ
_“sesungguhnya Allāh tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang_
كاذب كفاف 
*Orang yang berdusta & dia kufur kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla”.*
Ini menunjukkan bahwasanya _apa yang diucapkan oleh orang-orang musyrikin tersebut_ yang pertama ini adalah *kedustaan,* _karena Allāh mengatakan_
إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ 
*“Allāh tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang dusta”.*
Menunjukkan bahwasanya ucapan mereka 
مَا نَعْبُدُهُمْ إِلَّا لِيُقَرِّبُونَا إِلَى اللَّهِ زُلْفَىٰ
Adalah ucapan yang *“`tidak benar.“`*
_Tidak benar bahwasanya orang-orang shaleh tersebut mendekatkan diri mereka (orang-orang yang menyembahNya kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla)_ 
*Allāh katakan ini adalah kedustaan,* kedustaan atas nama Allāh & Allāh lebih tahu tentang hakikat. 
Kemudian Allāh mensifati sebagai *- كفار  -* menunjukkan bahwasanya perbuatan ini adalah termasuk *kekufuran,* bahkan _kekufuran yang sangat._ *Karena Allāh mengatakan – كفار – dan orang-orang Arab membedakan antara kaffar dengan kafir, kafir artinya adalah orang yang kafir, tapi kalau sudah mengatakan kaffar berarti orang yang sangat kafir.*
إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي مَنْ هُوَ كَاذِبٌ كَفَّار
_“Allāh tidak akan memberikan petunjuk kepada orang yang dusta dan dia sangat kufur kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla”._
Menunjukkan bahwasanya cara seperti ini adalah cara yang *tidak dibenarkan* secara syariat *tidak diajarkan* oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla, *tidak diajarkan* Rasulullãh ﷺ, demikian pula ini adalah _dien ini adalah agama orang-orang musyrikin yang diperangi Rasulullãh ﷺ._

_*Abdullāh Roy*_

_Di kota Al-Madīnah_
 Materi audio ini disampaikan di d
alam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*

═══════ ❁ ❁ ═══════

HSI Pembatal Keislaman 13

══════❁﷽❁══════
*“`Kenapa mereka berdoa kepada orang-orang yang shaleh tersebut?“`*
_Mereka mengatakan_
  هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ 
“kami berdoa kepada mereka bukan berkeyakinan bahwasanya mereka mencipta, memberikan rizky & juga mengatur alam semesta akan tetapi tujuan kami berdoa kepada mereka adalah 
 شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ 
*_Supaya mereka memberikan syafa’at bagi kami disisi Allāh ”._*
_Inilah_ tujuan orang-orang musyrikin & ini dikabarkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla didalam Al-Qur’an, _ini adalah hakikat ibadah sebagian orang-orang musyrikin._ Ketika mereka datang ke kuburan Latta ada yang mengatakan Latta ini adalah orang yang shaleh yang dahulu apabila datang musim haji dia sering datang memberi makan kepada orang-orang yang melakukan ibadah haji, ketika dia meninggal dunia dijadikanlah dia sebagai salah satu berhala, datang orang-orang musyrikin ke kuburannya dengan maksud untuk _meminta syafaat._ 
هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ 
_“mereka adalah pemberi syafa’at bagi kami disisi Allāh”._
Ini adalah _ucapan orang-orang musyrikin,_ beralasan *supaya mendapatkan syafaat disisi Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan cara beribadah kepada orang-orang shaleh tersebut, bergantung kepada mereka, berdoa kepada mereka, beritikaf disisi kuburan mereka, bertakarub kepada mereka supaya mereka memberikan syafa’at mereka disisi Allāh Subhānahu wa Ta’āla.* 
*“`Kemudian Allāh Subhānahu wa Ta’āla membantah aqidah ini, membantah keyakinan orang-orang musyrikin.“`* 
Allāh mengatakan 
قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ 
*“katakanlah wahai Muhammad kepada orang-orang musyrikin, apakah kalian (wahai orang-orang musyrikin) mengabarkan kepada Allāh sesuatu yang Allāh tidak ketahui di langit maupun di bumi”.*
Dari mana kalian tahu bahwasanya orang-orang shaleh tersebut yang mereka sudah meninggal dunia – Dari mana kalian tahu _bahwasanya mereka kelak akan memberikan syafa’at bagi kalian, dengan cara kalian berdoa kepada mereka yaitu dengan cara seperti ini._
*“`Apakah kalian mengabarkan kepada Allāh, sesuatu yang Allāh tidak ketahui?“`*
*Ini adalah bantahan Allāh terhadap orang-orang musyrikin, mereka berkata atas nama Allāh yang tidak mereka ketahui,* padahal Allāh Subhānahu wa Ta’āla *tidak pernah* mengabarkan, Allāh *tidak pernah* mengabarkan _bahwasanya untuk mendapatkan syafaat dari orang-orang saleh pada hari kiamat dengan cara mendekatkan diri kepada mereka, beribadah kepada mereka, berdoa kepada mereka._
*Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak pernah mengabarkannya demikian, demikian pula Rasulullãh ﷺ. Lalu dari mana cara seperti ini.*
Cara seperti ini berasal dari diri mereka sendiri, *persangkaan* dari mereka. 
_Kemudian Allāh mengatakan_
سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
_“Maha suci Allāh & Maha Tinggi dari apa yang sekutukan”._
Allāh mengatakan :
عَمَّا يُشْرِكُونَ

Allāh mengatakan bahwasanya perbuatan ini adalah *termasuk syirik,* _karena Allāh mengatakan_
سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
_*“Maha suci Allāh & Maha Tinggi dari apa yang sekutukan”.*_
Allāh memberi nama perbuatan yang mereka lakukan sebagai *perbuatan syirik.*
Oleh karena itu disini beliau mengatakan:
كَفَرَ إِجْمَاعًا.

*“`Ini adalah perbuatan kufur, ini adalah termasuk perbuatan syirik.“`*
“`Ini dalil yang pertama“`

_*Abdullāh Roy*_

_Di kota Al-Madīnah_
 Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*

═══════ ❁ ❁ ═══════

HSI Pembatal Keislaman 12

══════❁﷽❁══════
*“`Pembatal keIslaman yang kedua“`*
_Beliau rahimahullahu berkata :_

*الثَّانِي*: مَنْ جَعَلَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللهِ وَسَائِطَ يَدْعُوهُمْ وَيسْأَلُهُمْ الشَّفَاعَةَ، وَيَتَوَكَّلُعَلَيْهِمْ كَفَرَ إِجْمَاعًا.
*Yang Kedua* kata beliau diantara pembatal-pembatal keIslaman:

 _“barangsiapa yang menjadikan antara dia dengan Allāh perantara-perantara berdoa kepada mereka & meminta kepada mereka syafaat & bertawakkal kepada mereka *«  كَفَرَ إِجْمَاعًا »* maka dia telah kufur dengan kesepakatan para ulama”._
Ini adalah pembatal keIslaman yang kedua 
Yang *bisa mengeluarkan seseorang dari agamanya, membatalkan amalannya dan seandainya dia meninggal dalam keadaan dia tidak bertaubat dari perbuatan ini maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak akan mengampuni dosanya. Dan ini adalah termasuk kufur termasuk kesyirikan* sebagaimana nanti akan kita jelaskan. 
Beliau mengatakan
_“diantara pembatal-pembatal keIslaman adalah orang yang menjadikan antara dia dengan Allāh perantara-perantara dimana dia berdoa kepada perantara-perantara tersebut & meminta kepadanya syafaat & bergantung kepadanya”._
*Maka* perbuatan seperti ini adalah perbuatan yang *diharamkan* didalam agama Islām & dia adalah termasuk *syirik* termasuk *kekufuran kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.*
_Barangsiapa yang menjadikan antara dia dengan Allāh perantara,_ *_maksudnya_ adalah didalam ibadah menjadikan disana makhluk baik seorang Nabi, atau seorang Malaikat atau orang yang shaleh atau yang lain sebagai perantara didalam ibadah dia kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla, mendekatkan dia kepada Allāh atau menjadikan dia sebagai syufaa / yang memberikan syafa’at baginya disisi Allāh & bergantung kepada perantara tersebut, bertawakkal kepada perantara tersebut, maka ini adalah perbuatan yang diharamkan.*
*“`Betul“`* _Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah mengutus para Rasul, para Nabi sebagai perantara, antara Allāh dengan makhluk-Nya,_ *namun perantara disini maksudnya didalam menyampaikan risalah.* Allāh menjadikan disana *Malaikat sebagai rasul, Allāh menjadikan disana manusia sebagai rasul yaitu sebagai perantara Allāh dengan manusia.*
Allāh _tidak_ mewahyukan kepada masing-masing dari kita, memberitahukan kepada masing-masing dari kita *secara langsung* akan tetapi _Allāh mengangkat disana para rasul menyampaikan risalah dari Allāh, menyampaikan Al-Qur’an, menyampaikan Al-Kitab, menyampaikan wahyu disampaikan kepada kita, para rasul alaihim salam adalah perantara di dalam menyampaikan risalah Allāh kepada manusia._ 
اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ النَّاسِ ۚ 

[Surat Al-Hajj 75]
*“`“Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah memilih para utusan dari kalangan malaikat dan juga dari kalangan manusia”.“`*
Malaikat & juga para rasul mereka adalah _perantara_ bukan di dalam ibadah kita kepada Allāh akan tetapi di dalam menyampaikan risalah dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla kepada kita. _Adapun orang yang didlm ibadahnya menjadikan disana perantara antara dia dengan Allāh dan dia berdoa kepada perantara tersebut & meminta kepadanya syafaat, bertawakkal kepadanya maka ini tidak diperbolehkan di dalam agama Islām & ini adalah termasuk syirik._
Di antara dalilnya Allāh sebutkan di dalam Al-Qur’an tentang *agama orang-orang musyrikin yaitu kaumnya Rasulullãh ﷺ (orang-orang quraish),* Allāh sebutkan didalam dua ayat didalam Al-Qur’an yang menyebutkan diantara kesyirikan yang dilakukan oleh orang-orang musyrikin quraish 
① firman Allāh Subhānahu wa Ta’āla 

وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِي السَّمَاوَاتِ وَلَا فِي الْأَرْضِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

[QS Yunus 18]

_“dan mereka (orang-orang musyrikin quraish)_

يَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ
_menyembah kepada selain Allāh_

 مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُم
_yang tidak memberikan mudharat mere
ka & juga tidak memberikan manfaat_

وَيَقُولُونَ
_Kemudian mereka mengatakan_

هَٰؤُلَاءِ شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ
_Mereka ini (orang-orang shaleh) kami sembah_

شُفَعَاؤُنَا عِنْدَ اللَّهِ ۚ
_Mereka adalah orang-orang yang memberikan syafa’at kepada kami disisi Allāh_

قُلْ أَتُنَبِّئُونَ اللَّهَ 
_Apakah kalian memberitahu kepada Allāh sesuatu yang tidak Allāh ketahui dilangit maupun dibumi Maha suci Allāh &Maha Tinggi dari apa yang mereka sekutukan”._
Dalam ayat ini Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengabarkan kepada kita tentang hakikat dari peribadatan *“`sebagian orang-orang musyrikin yang ada di zaman nabi ﷺ.“`*
_Bahwasanya ada diantara mereka yang menjadikan orang-orang yang shaleh sebagai *syufaa* menjadikan mereka sebagai orang-orang yang memberikan syafa’at bagi mereka disisi Allāh._
“`Bagaimana caranya?“`
Caranya adalah menyerahkan sebagian ibadah kepada orang-orang shaleh tersebut, baik dengan berdoa, seperti yang disampaikan disini mengatakan 
_“ya Fulan berikanlah aku ini, jauhkanlah aku dari ini”._
Atau meminta kepada mereka syafaat dengan mengatakan:

_“ya Fulan berilah aku syafaat disisi Allāh”._
*Allāh berfirman:*
وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ
_“dan mereka (orang-orang musyrikin quraish) beribadah kepada selain Allāh yang tidak memberikan mudharat kepada mereka & juga tidak memberikan manfaat”._
Di antara ibadahnya kepada orang-orang shaleh tersebut berdoa & _*doa adalah ibadah*_, mengatakan “ya Fulan” ini adalah permintaan dan ini adalah doa, *berdoa kepada selain Allāh yang tidak memberikan mudharat & juga tidak memberikan manfaat.* Seseorang beribadah harusnya kepada Dzat yang memberikan mudharat dan juga memberikan manfaat yaitu *“`Allāh Subhānahu wa Ta’āla.“`*
_Dialah Allāh Subhānahu wa Ta’āla yang kebaikan ditangan-Nya,_ *“`apabila Allāh menghendaki kebaikan bagi seseorang / memberikan manfaat kepada seseorang maka tidak ada yang bisa menolaknya & apabila Allāh menghendaki mudharat maka tidak ada yang bisa menolaknya.“`*
وَإِنْ يَمْسَسْكَ اللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِنْ يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَادَّ لِفَضْلِهِ ۚ يُصِيبُ بِهِ مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ ۚ وَهُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

[Surat Yunus 107]
_“kita beribadah kepada Dzat yang memberikan manfaat & juga memberikan mudharat”_
Adapun orang-orang musyrikin quraish Allāh mengatakan 
وَيَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ
_“mereka menyembah kepada selain Allāh yang tidak memberikan mudharat dan juga tidak memberikan manfaat”_
“`Yaitu kepada orang-orang yang shaleh tersebut yang mereka sudah meninggal dunia, menolong diri mereka sendiri tidak mampu, bagaimana mereka bisa menolong orang lain“`

_*Abdullāh Roy*_

_Di kota Al-Madīnah_
 Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*

═══════ ❁ ❁ ═══════

HSI Pembatal Keislaman 11

══════❁﷽❁══════
Oleh karena itu seorang muslim _jangan_ dia menunda *taubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla,* _selama dia masih diberikan kesempatan & nafas oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla_ *maka hendaklah dia bersegera bertaubat kepada Allāh dengan taubat yang nashuha* _dari segala dosa yang besar maupun dosa yang kecil._
_Sebelum datang waktunya_ dimana tidak diterima taubat seseorang, *apabila sudah datang ajal* tidak bermanfaat ucapan seseorang. 

تُبْتُ

_“aku bertaubat kepada Allāh”._
وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ حَتَّىٰ إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ وَلَا الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۚ 

 [QS An Nisa : 18]
_“Taubat tidak diberikan oleh Allāh kepada orang-orang yang melakukan (assayyiat/dosa²) kemudian apabila sudah datang ajal kepada salah seorang diantara mereka”._ 
قَالَ إِنِّي تُبْتُ الْآنَ 
_Kemudian baru dia mengatakan “sesungguhnya aku bertaubat kepada Allāh sekarang”._

*Kalau sudah datang ajal / kematian maka tidak akan bermanfaat taubat seseorang.*
Firaun bertaubat ketika dia *sudah datang ajal,* beriman dengan Allāh Subhānahu wa Ta’āla, _tapi tidak diterima oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla_ 

آلآنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنتَ مِنَ الْمُفْسِدِينَ

[QS.Yunus:91] 

_“Sekarang engkau bertaubat padahal sebelumnya engkau telah bermaksiat kepada Allāh & kau termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan”._

وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاء 
_“Dan Allāh masih mengampuni”._
مَا دُونَ ذَلِكَ 

_“Yang lebih rendah dari itu (yang lebih rendah dari syirik)”._
 لِمَنْ يَشَاء 

_“Bagi siapa yang dikehendaki”._

_Dosa-dosa yang masih ada dibawah syirik_ *maka diampuni oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla,* _bagi siapa yang dikehendaki oleh Allāh._
● *Berzina : Dosa besar*

● *Riba : Dosa besar*

● *Membunuh : Dosa besar*
_*Tapi*_ dia (duuna syirk) ini adalah dosa-dosa besar yang dibawah kesyirikan. _Orang yang melakukannya didalam bahaya yang besar  memang, akan tetapi tidak sampai kepada mengeluarkan dia dari Islām._ 
Orang yang melakukan dosa besar *berkurang keimanannya* & semakin banyak dia melakukan dosa besar semakin banyak imannya yang berkurang & _dikhawatirkan dosa besar tersebut lama kelamaan bisa membuat dia kepada *kekufuran.*_
_Orang yang melakukan dosa besar dalam keadaan bahaya tetapi tidak sampai mengeluarkan dia dari keIslaman._
وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ 
_“dan masih mengampuni yang lebih bawah dari itu”._
Yang lebih rendah dari kesyirikan *“`bagi orang yang dikehendaki oleh Allāh“`*. 
_Berarti disana ada orang yang dikehendaki di ampuni oleh Allāh dari para pelaku dosa besar & ada disana ada orang yang dikehendaki tidak diampuni oleh Allāh. Artinya harus diazab_

Oleh karena itu nanti dihari kiamat ketika kaum muslimin, *orang-orang yang beriman* melewati jembatan As-shiroth _maka ada diantara mereka yang *selamat,* menyebrangi Jahanam diatas jembatan As-shiroth tersebut._ Ada diantara mereka yang selamat & *tidak* terkena luka sedikit pun, seperti *“`para Nabi, para Rasul“`* dan ada diantara mereka yang selamat sampai kesebrang akan tetapi terdapat luka, _karena diatas jembatan As-shiroth atau disekitar shiroth ada besi-besi pengait yang akan *menyambar* orang yang diperintahkan oleh Allāh untuk disambar sesuai dengan dosa yang dia lakukan,_ ada diantara *orang-orang yang beriman yang sampai kesebrang akan tetapi dalam keadaan terluka* & ada diantara orang yang beriman yang jatuh kedalam Neraka.
*Berarti orang yang jatuh kedalam Neraka inilah yang Allāh kehendaki tidak diampuni, artinya Allāh menghendaki untuk di azab, kalau diampuni maka Allāh akan selamatkan dia diatas dari Jahanam dan diselamatkan bisa menyebrangi Jembatan As-shiroth, akan tetapi Allāh menghendaki sebagian pelaku dosa besar diantara orang yang beriman dihendaki untuk tidak diampuni artinya tidak diampuni harus di azab terlebih dahulu dimasukkan ke dalam Neraka di azab sesuai dengan hak nya kemu
dian nanti akhirnya akan di masukan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla ke dalam surga. Setiap muslim akan masuk ke dalam surga sampai para pelaku dosa besar, tapi ada diantara mereka yang langsung & ada diantara mereka yang di azab terlebih dahulu karena dosa yang dilakukan.*

_Pelaku dosa besar_ sebagaimana *“`ini adalah akidah Ahlu Sunnah wal Jamaah di hari kiamat adalah“`*
تحت مشيئة الله
_“Dibawah kehendak Allāh Subhānahu wa Ta’āla”._
*Jika* “`Allāh menghendaki maka Allāh akan mengampuni & kalau Allāh menghendaki maka Allāh tidak mengampuni.“`
وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ
_“dan Allāh masih mengampuni yang selain/yang dibawah itu ”._
لِمَنْ يَشَاء 
_“Bagi siapa yang dikehendaki oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla”._
*“`Di antara contoh kesyirikan adalah menyembelih untuk selain Allāh“`* 

*Menyembelih adalah ibadah*
Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:
قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

لَا شَرِيكَ لَهُ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ

[QS Al-An’am 162, 163]
_“katakanlah sesungguhnya shalatku dan sembelihanku, hidup & matiku adalah untuk Allāh Rabbul ‘alamin”._
Shalatnya adalah untuk Allāh tidak boleh seseorang melakukan shalat untuk selain Allāh  Subhānahu wa Ta’āla, 
وَنُسُكِي 

Demikian pula untuk sesembelihannya – نُسُكِي – artinya sesembelihan, Sebagaimana Sabda Nabi ﷺ. 

Hendaklah engkau menyembelih sebuah sesembelihan 
_“katakanlah sesungguhnya shalatku dan sembelihanku, hidup & matiku_

لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
 Hanya untuk Allāh”.
*“`Tidak boleh diserahkan kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla.“`* 
_Orang yang menyerahkan sembelihan kepada selain Allāh maka dia telah menyekutukan Allāh didalam ibadah tersebut._
Demikian pula firman Allāh 
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

[QS Al-Kautsar 2]
_*“hendaklah engkau shalat untuk Rabb mu & hendaklah engkau menyembelih untuk Rabb”.*_
“Shalat untuk Allāh”.

فَصَلِّ لِرَبِّكَ 
Demikian pula 

 وَانْحَرْ
*“Hendaklah engkau menyembelih hanya untuk Allāh Subhānahu wa Ta’āla”.*
_Dalam sebuah hadits, Ali bin Abi Tholib radiallahu anhu mengatakan_
حدثن رسول الله صلى الله عليه وسلم بأربعة كلمة 
“Rasulullãh mengabarkan kepada dengan *empat kalimat*”.
_yang pertama_
لَعَنَ اللهُ مَن ذَبَحَ لِغَيرِ اللهِ
_“Allāh melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla”._
*“`Dilaknat oleh Allāh & di doakan oleh Rasulullãh supaya orang tersebut mendapatkan laknat dari Allāh Subhānahu wa Ta’āla“`*
Yang dimaksud dengan _*laknat adalah dijauhkan dari rahmat Allāh*_ 
Diantaranya adalah _orang yang menyembelih untuk selain Allāh._
“`Apa yang dimaksud menyembelih untuk selain Allāh?“`
*Menyembelih seekor hewan dengan tujuan bertakarub / mendekatkan dirinya kepada makhluk tersebut.*
_Kata beliau disini_

كمن يذبح للجن 
Seperti orang yang menyembelih dengan maksud bertakarub & mendekatkan diri kepada Jin 

*Maka* ini Adalah termasuk *syirik kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla.* Dan Jin disini oleh manusia dinamakan dengan banyak nama, ada yg dinamakan *“`penguasa laut selatan, dinamakan dengan mbah fulan, kiyai fulan, nyai fulan, mereka semua adalah Jin.“`* Meskipun diberi nama oleh manusia dengan berbagai nama, seperti yang terjadi misalnya di negara kita terkadang setiap tahun atau setiap waktu tertentu menyembelih seekor kerbau atau menyembelih seekor hewan kemudian di lempar ke laut atau dilempar ke sungai dan tujuannya adalah untuk mendekatkan diri kepada yang menunggu dari sungai ataupun laut tersebut, supaya tidak terjadi banjir, supaya tidak memudharati orang-orang yang tinggal di sekitar sungai tersebut. *Maka ini adalah termasuk syirik kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla & bahkan ini adalah termasuk syirik besar, yang mengeluarkan seseorang dari Islām membatalkan amalannya, kalau dia meninggal dunia dalam keadaan berbuat syirik ini maka Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak akan mengampuni dosanya.* 
كمن يذبح للجن أو للقبر

_“Atau dia menyembelih untuk kuburan”._
Maksudnya adalah untuk yang dikuburkan di tempat tersebut, meskipun yg dikuburkan a
dalah *seorang Nabi,* kalau dia menyembelih seekor hewan dengan tujuan untuk *bertakarub kepada yang dikuburkan baik itu seorang nabi atau seorang wali atau orang yang sholeh sekalipun maka ini adalah termasuk syirik* 
إن الله لا يغفر أن يشرك به 
_“Allāh tidak akan mengampuni dosa syirik”._
واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئا 
_“Hendaklah kalian menyembah Allāh & janganlah menyekutukan Allāh dengan sesuatu apapun”._
Sesuatu apapun masuk didalamnya adalah para nabi, oleh karena itu orang-orang nashrani, mereka adalah orang-orang _*musyrik*_ meskipun mereka menyembah seorang Nabi sekalipun, *Nabi Isa alaihi salam yang disembah oleh orang-orang nashrani adalah seorang Nabi yang mulia, bahkan termasuk Ulul ajmi, termasuk 5 Nabi yang paling utama /yang afdhol, disembah oleh orang-orang Nashrani.* 
_Disembah oleh orang-orang Nashrani, apakah berarti mereka bukan orang-orang yang musyrik?_
*kita katakan tetap orang musyrik*
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ ۖ 

[QS Al-Ma’idah 72]
_“Sungguh kafir orang-orang yang mengatakan bahwasanya Al-Masih (Nabi Isa) adalah Allāh”._
“`Dan apa yang beliau sebutkan hanyalah sekedar contoh, disana banyak contoh² kesyirikan yang tidak beliau sebutkan disini karena ini adalah kitab yang ringkas.“` 

_*Abdullāh Roy*_

_Di kota Al-Madīnah_
 Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*

═══════ ❁ ❁ ═══════

HSI Pembatal Keislaman 10

══════❁﷽❁══════
*_Syirik menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’ala pembatal ke-Islaman yang paling besar._*
“`Dalilnya adalah firman Allāh Subhānahu wa Ta’ala:“`
,إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ
_Allāh sebutkan ayat ini dengan lafadz yang sama dengan dua tempat didalam surat An-Nisa_
,إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاء

[QS An-Nisa:48]
*”Sesungguhnya Allāh tidak akan mengampuni dosa syirik “*
_Allāh mengatakan:_
لَا يَغْفِرُ
*” Allāh tidak akan mengampuni dosa syirik”*
_Padahal Allāh Subhānahu wa Ta’ala adalah Al-Ghofur – Yang Maha Pengampun, Al-Ghofar, Al-Ghofir,_ *tapi ketika Allāh Subhānahu wa Ta’ala dimaksiati dengan As-Syirk – dengan menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’ala maka Allāh tidak akan mengampuni dosa tersebut*
,إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ 
“sesungguhnya Allāh Subhānahu wa Ta’ala tidak akan mengampuni dosa syirik”
Orang yang melakukan *dosa syirik* dan dia bertemu dengan Allāh Subhānahu wa Ta’ala dalam keadaan membawa dosa syirik _maka dia akan diadzab dan tidak ada ampunan bagi orang yang melakukan dosa syirik._
Yang dimaksud dengan bahwasanya Allāh _tidak mengampuni dosa syirik ini_ adalah “`apabila seseorang bertemu dengan Allāh Subhānahu wa Ta’ala pada hari kiamat, mati dalam keadaan membawa dosa syirik ini dan dia tidak bertaubat kepada Allāh Subhānahu wa Ta’ala.“`
Apabila dia bertemu pada hari kiamat dengan Allāh Subhānahu wa Ta’ala dengan *membawa dosa syirik* ini dan dia _tidak bertaubat_ ketika masih hidup *maka inilah dosa yang tidak akan diampuni oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala.*
Adapun _orang yang dimasa hidupnya meskipun dia melakukan dosa syirik yang besar yang membatalkan ke-Islaman_ apabila *dia bertaubat* sebelum dia meninggal dunia *maka Allāh akan dosanya.* Yang dimaksud dengan 
,إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ 
_Adalah apabila seseorang meninggal dunia bertemu kepada Allāh Subhānahu wa Ta’ala (bertemu dengan Allāh) dalam keadaan membawa dosa Syirik besar ini._
_Dan yang menjelaskan ini disebutkan didalam hadits,_
Rasulullãh mengatakan 
من مات وهو يدعو من دون الله ندا دخل النار

*”Barangsiapa yang mati dalam keadaan dia menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’ala*
دخل النار
_*”maka ia masuk kedalam Neraka”*_
“`Beliau mengatakan:“`
من مات وهو يدعو من دون الله ندا 
_”seorang yang yang meninggal dunia dalam keadaan dia berdoa kepada selain Allāh, dalam keadaan ia menyekutukan Allāh Subhānahu wa Ta’ala “_
*Inilah orang yang masuk kedalam Neraka dan dialah yang tidak akan diampuni oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala.*
Dalam hadits yang lain beliau mengatakan 
مَنْ لَقِيَ اللَّهَ يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا دَخَلَ الْجَنَّةَ ، 
_”barangsiapa yang bertemu dengan Allāh”_
يُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا

_”dalam keadaan dia menyekutukan Allāh”_
دَخَلَ الْجَنَّةَ
*”maka dia masuk kedalam Neraka”*
Menunjukkan bahwasanya maksud firman Allāh Subhānahu wa Ta’ala:
,إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ 
Adalah apabila seseorang _meninggal dunia dalam keadaan tidak bertaubat_ dari kesyirikan tersebut bertemu dengan Allāh dihari Kiamat dalam keadaan membawa dosa Syirik. 
Inilah yang dimaksud dengan *tidak diampuni.* Adapun _orang yang sebelum dia meninggal dunia bertaubat kepada Allāh_ dengan *Taubat yang nashuha* sebesar apapun dosanya akan *diampuni oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala,* _semuanya, baik berupa Syirik, berupa Kufur, berupa Nifaq kalau dia bertaubat sebelum waktunya / sebelum dia meninggal dunia maka akan diampuni oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala._
 {قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ}

[QS Az Zumar :53]
“`”Katakanlah wahai hamba²-Ku“`
الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنفُسِهِمْ 
“`”yang telah berlebih-lebihan terhadap dirinya sendiri”

Yaitu melakukan ke
maksiatan.“`
 لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ 
“`”Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allāh Subhānahu wa Ta’ala ““`
*Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allāh.* Allāh Subhānahu wa Ta’ala melarang hamba-Nya berputus asa dari rahmat-Nya 
إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا 
*” sesungguhnya Allāh mengampuni seluruh dosa”*
_Allāh mengatakan – جميعا – semuanya tidak ada yang dikecualikan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala._ Maksudnya adalah dosa yang dilakukan & seseorang yang melakukannya bertaubat sebelum ia meninggal dunia. 
إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا 
_Selama dia bertaubat sebelum dia meninggal dunia_ *maka Allāh Subhānahu wa Ta’ala mengampuni dosanya,* meskipun berupa kesyirikan kepada Allāh Subhānahu wa Ta’ala. 
إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيم

*”sesungguhnya Allāh Dia-lah Yang Maha Pengampun & juga Maha Penyayang”*
_Maksud dari_
إِنَّ اللَّه لا يغفر انيكسرت به 
Maksudnya adalah apabila seseorang bertemu dengan Allāh Subhānahu wa Ta’ala dalam keadaan membawa dosa Syirik. 
_*Abdullāh Roy*_

_Di kota Al-Madīnah_
Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*
═══════ ❁ ❁ ═══════

HSI Pembatal Keislaman 09

══════❁﷽❁══════
“`Penjelasan Kitāb Nawāqidhul Islām IX“`

_Didalam Al-Quran Allah Subhanahu wa Ta’ala,_ ketika menyebutkan *perkara² yg diharamkan* _pertama kali yang Allāh sebutkan adalah masalah_ *Syirik kepada Allāh Subhānahu wa Ta’ala*
قُلْ تَعَالَوْا أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ 

[QS Al-An’am 151]
_”Katakanlah wahai Muhammad -wahai orang-orang musyrikin kemarilah kalian aku bacakan kepada kalian perkara yang diharamkan  Rabb kalian yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala._
_Karena orang-orang musyrikin mereka sangat berdusta atas nama Allah subhanahu wa Ta’ala . Mengharamkan sesuatu yang dihalalkan._
*Maka* Allah berkata kepada Nabi-Nya

_”Katakanlah wahai Muhammad” -wahai orang-orang musyrikin kemarilah kalian aku bacakan kepada kalian perkara2 yang diharamkan  Rabb kalian yaitu Allah Subhanahu wa Ta’ala”_
أَلَّا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا

_*Supaya kalian tidak menyekutukan Allah sedikitpun.*_
Disebutkan disini yang pertama kali yaitu *masalah Syirik*
Dan Allah Subhānahu wa Ta’ala ketika menyebutkan tentang _hak-hak yang 10 didalam surat An-Nisa,_ *Hak yang pertam* yang Allah sebutkan adalah *hak untuk Allah Subhānahu wa Ta’ala, sebelum hak yang lain*
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا وَبِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَالْجَارِ ذِي الْقُرْبَى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ…

[QS An-Nisa 36]
Disebutkan didalam ayat ini *10 hak,* “`hak untuk Allah , hak untuk keluarga, hak untuk orang miskin, anak yatim, seorang yg musafir, seorang tetangga. Yang pertama kali adalah untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.“`
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
*”Hendaklah kalian menyembah kepada Allah”*
 وَلا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا
*”Dan janganlah kalian menyekutukan Allah dengan sesuatu apapun”.*
_Sehingga tidak heran disini, mualif/pengarang menjadikan yang nomor satu adalah_
*الشرك في عبادة الله تعالى*
_Pembatal keIslaman yang pertama adalah *syirik didalam beribadah kepada Allah.*_
“`Kenapa bisa menjadi pembatal?“`
*Karena* Orang yang mengucapkan:
الشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ 
*”Asyhadu an Lā ilāha illallāh”*
_Maknanya dia telah bersaksi dan berikrar dan bersumpah dan mengatakan kepada orang lain bahwasanya *”Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah”*_
 لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ 
 لَا إِلَهَ

Berarti dia telah *menafikan/mengingkari* _ada sesembahan yang berhak disembah kecuali_ *Allah*
Ketika dia mengucapkan

إِلَّا اللَّهُ
*Kecuali Allah* _berarti dia telah menetapkan bahwasanya Allah sebagai satu-satunya sesembahan._
“`Orang yang mengatakan“`
الشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ 
_”Aku bersaksi bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak disembah dan berhak diibadahi kecuali Allah”_
*Berarti* konsekwensinya *tidak boleh* dia serahkan sebagian ibadah sekecil apapun kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.
_Siapapun dia_ kalau itu selain Allah berarti tidak halal kita serahkan *ibadah* kepadanya. 
_Selain Allah mencangkup diantaranya :_

“`Jin / pohon / batu atau bahkan nabi sekalipun, dia adalah selain Allah, demikian pula Malaikat dia adalah  selain Allah , selain Allah adalah makhluk dan Al-Kholik hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.“`
_Seorang yang mengatakan_
الشْهَدُوا أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ 
“`Janji dari dia, ikrar dari dia bahwasanya ibadah sekecil apapun tidak akan dia serahkan kepada selain Allah.“`
_Pantang seorang Muslim yang sudah mengatakan_
ْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ 
Menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala. 
_Jika seseorang menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allah,_ baik dengan ucapan lisan atau dengan perbuatan atau dengan hatinya , karena ini yang namanya ibadah maka akan kita sebutkan kadang  berupa lisan kadang berupa hati kadang berupa perbuatan.
Apabila ibadah tersebut diserahkan kepada selai
n Allah berarti dia telah *membatalkan ucapannya*
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ 
الشرك في عبادة الله تعالى
Menyekutukan didalam beribadah kepada Allah.
Yang dimaksud dengan Iibadah disebutkan oleh para ulama adalah 
 اسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضاه، من الأقوال والأعمال الباطنة والظاهرة،
Apa yang dimaksud *ibadah* : _yang tidak boleh kita serahkan kepada selain Allah,_ para ulama telah menerangkan yang dimaksud dengan ibadah adalah:
*_Seluruh perkara yang dicintai dan yang diridhoi oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, baik berupa ucapan maupun perbuatan yang dhohir maupun yang batin._* Hendaklah seorang muslim memahami perkara ini jangan sampai dia tidak mengetahui apa makna ibadah apa perkara yang harus diserahkan kepada Allah yang berupa ibadah dan apa yang *tidak boleh* diserahkan kepada selain Allah. Orang yang tidak mengetahui makna ibadah _dikhawatirkan dia akan menyerahkan sebagian ibadah kepada selain Allah,_ segala sesuatu yang dicintai yang diridhoi oleh Allah _*itulah yang dinamakan ibadah.*_
Dari mana kita tahu bahwa itu sesuatu ucapan atau perbuatan dicintai dan diridhoi oleh Allah, tidak ada jalan lain kecuali dari kabar yang Allah kabarkan didalam *Al-quran atau melewati lisan Rasulullãh ﷺ, , sebagai utusan.* Itulah sumber dimana kita bisa mengetahui sesuatu itu ibadah atau tidak, sesuatu itu dicintai oleh Allah. 
Kita akan mengetahui disana ibadah berupa ucapan maupun perbuatan yang dicintai dan diridhai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala. 
Terkadang Allāh Subhānahu wa Ta’ala menyebutkan didalam Al-Quran, Allāh mencintai golongan fulan 
والله يحب الصابرين 
*”Allāh mencintai orang-orang yang bersabar”*
Allāh mengabarkan bahwasanya disini Allāh mencintai orang-orang yang bersabar. Menunjukkan bahwasanya *sabar adalah ibadah,* _kenapa demikian?_
*Karena* Allāh mengabarkan Allāh mencintai orang-orang yang bersabar. 
إن الله يحب المحسنين 
*”sesungguhnya Allāh mencintai orang-orang yang berbuat baik”*
Menunjukkan bahwasanya ikhsan / berbuat baik kepada orang lain adalah ibadah, karena dia dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala. 
Dan Allāh mengabarkan bahwasanya Allāh mencintai orang-orang yang bertaubat kepada-Nya, menunjukkan bahwasanya *Taubat adalah termasuk ibadah.*
_Dan terkadang Allah mencintai sebuah amalan ataupun ucapan, dari mana kita tahu? Karena diperintahkan oleh  Allāh Subhānahu wa Ta’ala._
Allāh Subhānahu wa Ta’ala mengatakan :
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ وَآَتُوا الزَّكَاةَ 
*”dan hendaklah kalian mendirikan shalat, membayar zakat “*
Disini Allāh tidak mengatakan, Allāh mencintai orang-orang yang shalat, tetapi Allāh mengatakan :
وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ 
*” dan hendaklah kalian mendirikan shalat “*
_Dari mana kita tahu bahwasanya shalat adalah ibadah?_
*Karena* Allāh memerintahkan dan Allāh tidak memerintahkan dengan sesuatu kecuali sesuatu tersebut dicintai dan diridhai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala. Berarti kita tahu bahwasanya _*shalat adalah ibadah karena ibadah diperintahkan oleh Allāh dan segala sesuatu yang diperintahkan oleh Allāh berarti itu adalah dicintai oleh Allāh & diridhai, dan kalau dicintai & diridhai berarti dia adalah ibadah.*_
Dan terkadang kita mengetahui ketika Allāh Subhānahu wa Ta’ala memuji sebagian orang, sebagaimana ketika Allāh memuji orang yang menunaikan nazarnya 
 يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا 

[QS Al-Insan 7]
يُوفُونَ بِالنَّذْر
*”Allāh memuji orang-orang yang menyempurnakan Nazarnya”*
_Ketika dia bernazar mewajibkan atas dirinya sesuatu yang sebenarnya tidak wajib, bernazar dengan ke-Ta’atan, kemudian dia menyempurnakan nazarnya maka ini dipuji oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala, adapun orang yang tidak menunaikan nazarnya maka ini adalah tercela. Allah Subhānahu wa Ta’ala memuji, menunjukkan bahwasanya Allāh mencintai perbuatan tersebut_
اسم جامع لكل ما يحبه الله ويرضاه، 
Segala perkara yang dicintai dan diridhai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala 
 من الأقوال والأعمال 
“`Baik berupa ucapan maupun perbuatan 
Dzikir kepada Allāh, membaca Al-quran, mengucapkan tasbih, tahmid, tahlil, shalawat ini semua ad
alah ibadah yang berupa ucapan dicintai dan diridhai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’ala. 
Berupa amalan seperti melakukan shalat, atau amalan harta dia melakukan zakat, bershodaqoh maka ini adalah berupa amalan“` 
الظاهرة والباطنة
_”Yang dhohir maupun  yang batin”_
*Yang dhohir* artinya kelihatan oleh orang lain, adapun yang batin apa yang ada di dalam hati manusia, rasa tawakal kepada Allāh, rasa cinta kepada Allāh, rasa takut kepada Allāh, Al-inabah kepada Allāh Subhānahu wa Ta’ala. _Ini adalah amalan-amalan hati dan semuanya masuk didalam kategori ibadah._
Semua ibadah tersebut harus diserahkan hanya kepada *Allāh* _tidak boleh sedikitpun / secuil pun_ diserahkan kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta’ala. _Barang siapa yang menyerahkan sebagian ibadah dari ibadah² tadi kepada selain Allāh maka dia telah masuk didalam_
 الشرك في عبادة الله 
*Menyekutukan didalam beribadah kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta’ala & ini adalah pembatal ke-Islam-an yang paling besar.*

*_Abdullāh Roy_*

_Di kota Al-Madīnah_
Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA *Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.*
═══════ ❁ ❁ ═══════